jurnalistik.co.id – Pemerintah Inggris sedang berupaya mencegah potensi penghentian ekspor solar dari Amerika Serikat, menyusul ancaman Donald Trump terkait larangan ekspor yang bisa berdampak langsung pada pasokan dan harga bahan bakar di dalam negeri.
Chancellor John Healey mengatakan kepada BBC News bahwa pihaknya tengah berdiskusi dengan otoritas AS dan mulai menyiapkan langkah apabila larangan tersebut benar-benar diberlakukan. Ia mengakui harga solar di Inggris saat ini berada di level yang “extreme”, sementara tekanan pasokan kian terasa akibat bergulirnya konflik di wilayah yang saling terhubung dalam rantai minyak global.
Healey menyampaikan bahwa pemerintah punya pembicaraan dengan pihak Amerika untuk mencari penyelesaian yang dapat meredakan dampak terburuk. Ia juga menyebut Inggris “mengamankan” ketersediaan melalui stok yang dimiliki di dalam negeri.
Dalam keterangannya, Healey menegaskan kerja sama dengan Amerika Serikat. Ia menyatakan: “We work very closely with the Americans.” Menurutnya, tujuan pembahasan itu adalah merancang langkah yang dapat menyelesaikan masalah atau setidaknya membuatnya jauh lebih ringan, termasuk melalui “a diplomatic settlement [and] an end to the fighting with Iran.”
Ketergantungan Inggris pada pasar AS menjadi salah satu faktor yang membuat skenario larangan ekspor berpotensi menekan harga. Inggris, menurut laporan sumber yang disebut BBC, mengandalkan AS untuk sekitar sepertiga impor solar mereka; bila arus ekspor itu berhenti, harga diprediksi bisa melonjak lebih tinggi lagi.
Healey mengatakan bahwa pemerintah juga mempertimbangkan kondisi yang mungkin muncul. Ia menyebut, “We’re also making the provision that we may need to and we have our own stocks in the UK.” Pernyataan ini muncul ketika pemerintah berupaya menjaga ruang gerak kebijakan di tengah beban biaya hidup yang terus menekan rumah tangga dan dunia usaha.
Berita Terkait
Ancaman Trump dipandang terkait upaya menekan harga untuk konsumen domestik AS, termasuk sebelum pemilihan paruh waktu (midterm elections) yang dianggap krusial. Di awal pembahasan, Trump mengungkapkan, “We’re thinking about it very seriously.” Sementara itu, BBC melaporkan telah menghubungi Gedung Putih untuk meminta komentar, namun belum ada jawaban yang dipaparkan dalam laporan.
Tekanan harga solar di Inggris sudah terlihat. Menurut organisasi otomotif RAC, rata-rata harga satu liter solar mencapai 199.18p pada Senin, melampaui rekor sebelumnya 191.5p yang terjadi pada Juni 2022 setelah invasi penuh Rusia ke Ukraina. Untuk bensin, kenaikan juga masih berlanjut: satu liter saat ini dihargai 174.13p.
RAC menggambarkan kondisi ini sebagai situasi yang tidak lazim, menyebut harga solar telah masuk “uncharted territory”. Organisasi itu juga menekankan pengingat bahwa Inggris “just how exposed the UK is to events occurring far away”, karena pergerakan geopolitik di berbagai belahan dunia langsung memengaruhi biaya energi.
Dalam beberapa bulan terakhir, konflik di kawasan telah mengganggu produksi serta transportasi minyak mentah untuk pasar wholesale. Laporan menyebut, selama tujuh bulan terakhir perang Iran sangat mengacaukan produksi dan pengangkutan minyak grosir di wilayah tersebut, sehingga harga bahan bakar yang dihasilkan dari minyak melonjak.
Healey mengatakan ia sangat menyadari tekanan yang memengaruhi biaya hidup saat menyiapkan apa yang ia sebut sebagai “breathing space” pada anggaran (Budget) 28 Oktober. Ia juga menyinggung kebijakan pembekuan tarif pajak bahan bakar (fuel duty) yang pertama kali diterapkan pada 2022 oleh pemerintahan Konservatif dan dijadwalkan berakhir pada akhir tahun.
Ia menjelaskan, setelah periode pembekuan itu berakhir, tarif akan naik mulai Januari sebesar 3p, dan kenaikan berikutnya terjadi pada Maret tambahan 2p. Dalam konteks tersebut, Healey menekankan bahwa pemerintah membutuhkan kelonggaran tekanan di kawasan konflik agar biaya tidak terus membebani pasar domestik.
Healey merangkum tujuan kebijakan melalui kalimat: “Fundamentally, what we need is a settlement in the Middle East.” Ia menambahkan bahwa yang dibutuhkan adalah meredakan tekanan biaya bagi bisnis, serta biaya bagi rumah tangga dan keluarga-keluarga biasa yang harus menghadapi harga bahan bakar pada level “most extreme level” untuk solar saat ini.












