Bisnis & Ekonomi

Net Sell Investor Asing Rp624 Miliar, IHSG Turun 0,38% ke 6.436 dan Saham Ini Tertekan

×

Net Sell Investor Asing Rp624 Miliar, IHSG Turun 0,38% ke 6.436 dan Saham Ini Tertekan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Investor Asing Net Sell Ratusan Miliar, Saham-saham Ini Dijual - Market

jurnalistik.co.id – Perdagangan saham ditutup melemah, dengan IHSG berada di 6.436 atau turun 0,38% dibanding penutupan sebelumnya. Di tengah sentimen tersebut, arus transaksi investor asing menunjukkan kecenderungan jual bersih yang cukup besar.

Pada perdagangan Rabu, 16 September 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah setelah terkoreksi 24,3 poin (0,38%) ke level 6.436. Pergerakan indeks ikut tertahan seiring aktivitas transaksi yang mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar.

Dalam pasar reguler, investor asing membukukan net sell sebesar Rp624,72 miliar. Angka tersebut ikut memberi tekanan pada sejumlah saham yang menjadi sasaran penjualan, sehingga kontribusinya terlihat pada pelemahan mayoritas pergerakan saham di hari yang sama.

Jika dilihat dari seluruh pasar, nilai net sell investor asing tercatat Rp592,05 miliar. Dengan demikian, net sell investor asing pada pasar reguler tercatat lebih besar dibandingkan akumulasi lintas pasar, menandakan dominasi aksi jual di segmen perdagangan tersebut.

Saham dengan net sell terbesar berasal dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), mencapai Rp238,36 miliar. Tertekan oleh aksi jual tersebut, BMRI melemah 0,33% dan berada di level Rp4.260 per saham.

Tekanan jual investor asing juga terlihat pada sejumlah emiten lain dengan nilai net sell yang signifikan sepanjang perdagangan kemarin. Di antaranya PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp101,95 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp66,83 miliar, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) sebesar Rp40,52 miliar, serta PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) sebesar Rp27,63 miliar.

Lebih lanjut, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatat net sell Rp25,07 miliar, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar Rp24,17 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) senilai Rp22,62 miliar, dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sebesar Rp19,09 miliar. Nilai net sell juga masih berlanjut pada PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar Rp18,19 miliar.

Di sisi lain, investor asing juga mencatat pembelian bersih pada beberapa saham. Nilai net buy terbesar tercatat pada PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar Rp88,45 miliar, namun pergerakan harga sahamnya justru tetap melemah 0,68% ke level Rp730 per saham.

Secara keseluruhan, komposisi net sell yang dominan di berbagai emiten berkontribusi terhadap arah pelemahan IHSG pada penutupan perdagangan tersebut. Dengan IHSG yang turun 24,3 poin ke level 6.436, aktivitas investor asing—khususnya di pasar reguler—menjadi salah satu faktor yang terlihat dari besarnya nilai jual bersih.

Data transaksi yang menunjukkan net sell investor asing hingga ratusan miliar rupiah memperlihatkan bahwa sentimen cenderung mengarah pada aksi pelepasan kepemilikan di banyak saham utama. Sementara itu, meski terdapat net buy pada BRMS, pergerakan harga tetap terkoreksi, menandakan bahwa keseimbangan permintaan-penawaran di level saham tidak selalu bergerak searah dengan arus bersih investor asing.

Pelepasan kepemilikan oleh investor asing pada sesi tersebut terlihat tidak hanya menekan satu emiten, melainkan menjalar ke beberapa saham besar. Selain BMRI yang menjadi nilai jual tertinggi, tercatat pula arus net sell pada BUMI, BBCA, ADRO, dan ITMG, sehingga tekanan di banyak keranjang saham turut membentuk sentimen kehati-hatian saat IHSG bergerak di zona merah.

Menariknya, dinamika di beberapa saham menunjukkan bahwa arus bersih tidak selalu langsung berbanding lurus dengan pergerakan harga. Pada BRMS, investor asing mencatat net buy Rp88,45 miliar, namun saham tetap melemah 0,68% ke level Rp730. Kondisi semacam ini mengindikasikan masih adanya penawaran yang menekan di pasar, meski terdapat pembelian bersih pada sisi investor asing.

Dengan net sell yang tercatat besar—terutama pada pasar reguler yang mencapai Rp624,72 miliar—aksi jual tersebut berperan terhadap pelemahan indeks hingga penutupan di level 6.436. Perbedaan besaran net sell antarsegmen juga memberi gambaran bahwa tekanan paling terasa pada kanal reguler, sementara reaksi harga di masing-masing saham tetap bergerak mengikuti dinamika penawaran-permintaan yang terjadi di perdagangan.