Daerah

Lebih dari 8.000 Pelanggan di Kent Terdampak Gangguan Pasokan Air South East Water

×

Lebih dari 8.000 Pelanggan di Kent Terdampak Gangguan Pasokan Air South East Water

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Over 8,000 in Kent affected by South East Water supply disruption

jurnalistik.co.id – Lebih dari 8.000 pelanggan South East Water di Kent dilaporkan terdampak gangguan pasokan air di beberapa wilayah. Warga diberitahu bahwa pemulihan layanan bisa memakan waktu hingga “beberapa hari” setelah gangguan yang berlangsung selama empat hari.

Area yang paling berat terdampak disebut mencakup Cranbrook dan Benenden. Di wilayah itu, sejumlah titik pasokan darurat berbasis air minum kemasan akan dibuka kembali pada kemudian hari, termasuk di Cranbrook, Canterbury, Challock, serta Herne Bay.

South East Water menyatakan bahwa sebagian besar pelanggan di Herne Bay diperkirakan akan kembali memperoleh pasokan mereka. Meski begitu, perusahaan tetap menekankan bahwa kondisi pemulihan berjalan bertahap dan tidak sama untuk seluruh lokasi terdampak.

Pihak perusahaan menjelaskan bahwa upaya pemulihan dilakukan dalam situasi yang melelahkan. Mereka menyebut tim “kelelahan” dan merasa “dipaksa hingga batas” saat berupaya menjaga air mengalir di seluruh wilayah yang terdampak.

Menurut South East Water, gangguan ini dipicu oleh kombinasi sejumlah faktor. Perusahaan menyebut cuaca panas yang berlangsung lama, tingginya permintaan, pecahnya pipa-pipa baru-baru ini, serta persoalan listrik yang terjadi pada malam hari.

Mike Pickard, incident support manager South East Water, mengatakan kepada BBC South East pada Senin bahwa situasi yang mereka hadapi merupakan tantangan yang masih berlangsung. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak.

Pickard menegaskan, “Ini tantangan yang sedang berlangsung bagi kami saat ini dan kami meminta maaf dengan tulus kepada semua pelanggan yang terdampak.” Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut dinilai “tidak dapat diterima,” namun perusahaan “melakukan segala upaya” yang dimungkinkan.

Ia melanjutkan, “Tim kami kelelahan dan sedang dipaksa hingga batas untuk memastikan air tetap mengalir.” Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas keluhan warga yang merasakan dampak langsung dari terganggunya pasokan air.

Di sisi lain, Jenny Rhodes, incident manager South East Water, mengimbau pelanggan yang masih memiliki air agar hanya menggunakannya untuk kebutuhan penting. Ia juga menyebut perusahaan menyadari adanya insiden pelecehan yang diarahkan kepada staf maupun kontraktor yang bekerja menangani gangguan.

Rhodes menyatakan, “Kami sepenuhnya memahami frustrasi karena gangguan saat ini, tetapi kami tidak mentoleransi adanya pelecehan terhadap staf kami.” Ia menambahkan bahwa tim perusahaan terus bekerja untuk memulihkan pasokan secepat mungkin dan menyalurkan air kepada pelanggan.

Rhodes juga menegaskan, “Kami sepenuhnya mengakui bahwa tingkat layanan seperti ini tidak dapat diterima, terutama di tengah cuaca panas.” Tekanan terhadap perusahaan disebut meningkat seiring lamanya gangguan dan kondisi panas yang sedang terjadi.

Pemerintah melalui Defra, dalam pernyataannya, menilai situasi ini “sekadar tidak cukup.” Defra menyebut South East Water perlu bergerak lebih jauh dan lebih cepat untuk menekan kebocoran serta menjalankan rencana kekeringan agar pasokan tidak terganggu bahkan pada cuaca paling kering.

Defra juga menyampaikan bahwa kepemimpinan baru perusahaan harus menghadirkan perubahan nyata dalam kinerja. Menurut pernyataan itu, kebutuhan pelanggan harus menjadi prioritas, sekaligus harus ada penghentian terhadap gangguan pasokan.

Keluhan warga muncul dari pengalaman yang berbeda-beda di lokasi masing-masing. Frazer Stodart, misalnya, mengatakan bahwa dirinya saat ini tidak memiliki air untuk kebutuhan rumah tangga dengan beberapa orang di dalam rumah.

“Saya saat ini memiliki delapan orang di rumah dan tidak ada air,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa ia merasa kesal setelah terjadi kenaikan tagihan yang besar, dan “setidaknya mereka harus menyediakan air.”

David Ciechanski juga menggambarkan bahwa gangguan seperti ini makin sering terjadi. Ia menyatakan, “Ini menjadi hal yang jauh lebih umum. Kami pertama kali mengalaminya beberapa bulan lalu dan sekarang ada satu kejadian setiap tiga atau empat minggu di seluruh wilayah Kent bagian timur.”

Pickard mengakui bahwa perusahaan perlu berinvestasi pada area tertentu, namun proses tersebut tidak bisa dilakukan secara instan. “Kami tahu kami perlu berinvestasi di area tertentu dan kami sedang melakukannya, tetapi kami tidak bisa melakukannya dalam semalam,” katanya.

Ia juga menolak janji waktu pemulihan yang kaku, mengingat situasi lapangan terus berubah. “Saya ingin bisa mengatakan kapan semua pasokan akan kembali, tetapi ini masih gambaran yang terus berkembang,” ujar Pickard.

Dalam laporan tersebut, warga disebut menghadapi ketidakpastian terkait durasi pemulihan di lingkungan mereka. Meski demikian, perusahaan tetap melanjutkan upaya penanganan di tengah tantangan cuaca, infrastruktur, serta gangguan listrik yang disebut menjadi bagian dari penyebab masalah.