Internasional

Eks Jenderal AS: Perang AS-Israel Lawan Iran Kali Ini Habis-habisan

13
×

Eks Jenderal AS: Perang AS-Israel Lawan Iran Kali Ini Habis-habisan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Eks Jenderal Amerika: Perang AS-Israel terhadap Iran Kali Ini Bakal Habis-habisan

jurnalistik.co.id – WASHINGTON — Jenderal purnawirawan Amerika Serikat Jack Keane menilai perang gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada tahap berikutnya akan berlangsung habis-habisan. Ia menegaskan, operasi militer itu tidak akan berjalan setengah-setengah, melainkan dengan kekuatan penuh.

Eks Jenderal AS Perang AS-Israel Lawan Iran

Analisis

Keane, yang pernah menjabat sebagai penjabat Kepala Staf Angkatan Darat AS pada awal perang Irak dan Afghanistan, menyampaikan penilaiannya dalam wawancara dengan Fox News Channel. Menurut dia, sikap itu muncul setelah Republik Islam Iran kembali menolak proposal perdamaian Presiden Donald Trump.

Dalam program “America’s Newsroom” di Fox News Channel, Keane mengatakan Amerika Serikat dan Israel kini siap memulai kembali serangan dengan memanfaatkan intelijen yang dikumpulkan sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April. Ia menyebut tidak ada lagi ruang untuk pendekatan yang lunak dalam menghadapi Iran pada tahap ini.

“Ini akan menjadi operasi gabungan dengan Amerika Serikat dan Israel yang akan beroperasi dengan kekuatan penuh, habis-habisan, tanpa setengah-setengah sama sekali,” kata Keane. Ia juga menambahkan bahwa Presiden Trump telah menunjukkan kesabaran yang luar biasa sejak gencatan senjata dimulai pada 8 April. “Dan kami telah mencoba untuk mencapai kesepakatan dengan mereka, dan tampaknya itu tidak mungkin,” ujarnya.

Keane saat ini memimpin Institute for the Study of War (ISW) yang berbasis di Washington DC. Dari posisinya itu, ia mengeklaim Amerika Serikat memiliki pemahaman yang jelas mengenai kemampuan militer Iran yang masih tersisa. Ia juga menyoroti bahwa serangan udara gabungan Amerika-Israel yang dimulai pada 28 Februari hanya menyisakan 30% dari target yang dituju sekutu.

Menurut Keane, sisa target itulah yang akan dihancurkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada serangan berikutnya. Target tersebut, kata dia, termasuk fasilitas yang terkait dengan program rudal dan nuklir Iran. Dengan kata lain, operasi lanjutan yang ia bayangkan bukan hanya menyasar satu sisi pertahanan Iran, melainkan seluruh infrastruktur yang dianggap berkaitan langsung dengan kekuatan strategis Teheran.

Selain target militer, Keane juga meyakini Amerika Serikat akan menghancurkan sumber pendapatan Iran. Ancaman terhadap sumber ekonomi Iran itu, menurut dia, sejalan dengan peringatan yang berulang kali dilontarkan Trump kepada Teheran. Dalam pandangannya, tekanan yang akan diberikan tidak berhenti pada aspek pertahanan, tetapi juga menyentuh kemampuan Iran membiayai diri sendiri.

Pernyataan Keane itu memperlihatkan bahwa Washington dan Tel Aviv, setidaknya menurut pembacaan sang jenderal purnawirawan, tidak sedang bersiap pada operasi simbolis. Ia menekankan bahwa serangan berikutnya akan dijalankan secara penuh, dengan intelijen yang sudah dikumpulkan sejak gencatan senjata berjalan, dan dengan sasaran yang lebih luas daripada sebelumnya.

Di tengah penolakan terbaru Iran terhadap proposal perdamaian yang dikaitkan dengan Trump, nada keras Keane menambah kesan bahwa jalan menuju kesepakatan masih jauh dari kata terbuka. Bagi Keane, rangkaian diplomasi yang telah dicoba tampaknya tidak menghasilkan terobosan, sehingga opsi militer kembali mengemuka sebagai skenario yang paling mungkin ditempuh.

Dengan latar itu, Keane menggambarkan situasi yang sangat tegang antara AS, Israel, dan Iran. Ia tidak memberi isyarat tentang kompromi atau jeda baru, melainkan menegaskan kesiapan untuk operasi bersama yang menurutnya akan berjalan habis-habisan. Dalam pandangannya, inilah fase ketika pendekatan setengah hati sudah tidak lagi relevan.

WASHINGTON — Jenderal purnawirawan Amerika Serikat Jack Keane menilai perang gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada tahap berikutnya akan berlangsung habis-habisan. Ia menegaskan, operasi militer itu tidak akan berjalan setengah-setengah, melainkan dengan kekuatan penuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *