Internasional

Trump Hampir Memutuskan Menyerang Iran, Kapal dan Senjata Sudah Siap

13
×

Trump Hampir Memutuskan Menyerang Iran, Kapal dan Senjata Sudah Siap

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Trum Hanya Berjarak Satu Jam dari Keputusan Menyerang Iran, Kapal dan Senjata Siap

jurnalistik.co.id – WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya sempat “hanya tinggal satu jam lagi” dari pengambilan keputusan untuk menyerang Iran pada Senin (18/5/2026). Namun, rencana itu akhirnya tidak diteruskan setelah sejumlah negara sekutu AS di Teluk Persia meminta agar serangan tersebut dibatalkan.

Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan saat ia berkeliling di lokasi pembangunan ballroom Gedung Putih, Selasa (19/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Trump menjelaskan bahwa kapal-kapal angkatan laut AS telah memuat rudal dan senjata lainnya dan sudah siap berangkat, menurut laporan Al Jazeera.

Trump bahkan menegaskan bahwa militer AS mungkin masih perlu melancarkan serangan besar lain terhadap Iran. Menurut dia, opsi itu tetap terbuka sambil terus mengupayakan kesepakatan damai untuk mengakhiri perang.

Meski begitu, Trump mengatakan dirinya akan memberi waktu terbatas untuk melanjutkan pembicaraan. Dikutip dari CBS News, Selasa, ia menyebut jangka waktunya setidaknya dua atau tiga hari.

Trump juga mengatakan bahwa beberapa negara Teluk telah menyampaikan adanya kemajuan dalam negosiasi yang dimediasi oleh Pakistan menuju kesepakatan damai. Ia menilai pembicaraan itu masih mungkin menghasilkan jalan keluar sebelum situasi berkembang lebih jauh.

“Semua orang bilang itu tidak populer, tapi menurut saya itu sangat populer,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, saat menegaskan pandangannya soal konflik dengan Iran.

Menurut Trump, opini warga Amerika bisa berubah ketika dijelaskan bahwa Iran tidak boleh diizinkan memperoleh senjata nuklir. Ia menyebut ancaman itu berpotensi menyerang Los Angeles atau kota-kota besar AS lainnya.

“Begini, ketika kami menjelaskannya kepada orang-orang, saya sebenarnya tidak punya cukup waktu untuk menjelaskannya (alasan untuk perang Iran). Saya terlalu sibuk menyelesaikannya,” ujarnya.

Dalam unggahan di platform Truth Social miliknya, Trump kemudian mengatakan bahwa ia menunda rencana serangan militer ke Iran. Ia menyebut keputusan itu diambil karena negosiasi serius sedang berlangsung.

“Menunda serangan militer yang direncanakan terhadap Republik Islam Iran, yang dijadwalkan besok, karena negosiasi serius sedang berlangsung,” tulis Trump, Senin (18/5/2026).

Trump menjelaskan bahwa penundaan tersebut dilakukan atas permintaan para pemimpin Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Namun, ia juga memberi sinyal bahwa opsi militer belum sepenuhnya ditutup.

Menurut Trump, dirinya telah menginstruksikan militer AS untuk “bersiap untuk melanjutkan serangan skala besar terhadap Iran, kapan saja, jika kesepakatan yang dapat diterima tidak tercapai”.

Dengan pernyataan itu, Trump menunjukkan bahwa keputusan untuk tidak menyerang Iran saat itu bukan berarti ancaman telah hilang. Di satu sisi, ia membuka ruang bagi negosiasi yang masih berjalan. Di sisi lain, ia menegaskan bahwa kekuatan militer tetap disiapkan jika pembicaraan gagal menghasilkan kesepakatan yang dianggap dapat diterima.

WASHINGTON DC – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya sempat “hanya tinggal satu jam lagi” dari pengambilan keputusan untuk menyerang Iran pada Senin (18/5/2026). Namun, rencana itu akhirnya tidak diteruskan setelah sejumlah negara sekutu AS di Teluk Persia meminta agar serangan tersebut dibatalkan.

Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan saat ia berkeliling di lokasi pembangunan ballroom Gedung Putih, Selasa (19/5/2026). Dalam kesempatan tersebut, Trump menjelaskan bahwa kapal-kapal angkatan laut AS telah memuat rudal dan senjata lainnya dan sudah siap berangkat, menurut laporan Al Jazeera.

Trump bahkan menegaskan bahwa militer AS mungkin masih perlu melancarkan serangan besar lain terhadap Iran. Menurut dia, opsi itu tetap terbuka sambil terus mengupayakan kesepakatan damai untuk mengakhiri perang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *