jurnalistik.co.id – Menjelang penonton duduk di kursi stadion, banyak orang justru sudah “lebih dulu tahu” apa yang akan terjadi di atas panggung. Di era media sosial, momen besar, tata panggung, hingga setlist sering beredar sebelum tur benar-benar dimulai. Bagi penggemar yang aktif berselancar online, arus video penonton—terutama dari konser-konser besar—hampir sulit dihindari. Kondisi ini membuat kejutan yang biasanya menjadi bagian utama dari pengalaman konser mulai terkikis. Contoh terbarunya datang dari Olivia Rodrigo. Ia memulai tur Unraveled, dan setelah konser pembuka, kejutan serta momen di acara itu segera dianalisis dan dibedah di internet oleh para penggemar yang ingin mengikuti perkembangan secepat mungkin. Fenomena serupa juga terlihat pada tur artis lain. Harry Styles, Charli XCX, dan Ariana Grande sama-sama pernah direkam dari berbagai sudut, lalu dibagikan dalam beberapa bulan terakhir. Namun tidak semua orang menikmati “pembocoran” seperti itu. Sebagian penggemar justru mengambil langkah ekstrem agar elemen kejutan tetap terasa saat mereka akhirnya hadir langsung. Salah satu yang berupaya menjaga kejutan adalah AurĂ©lia Collins. Ia mengaku menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk “menipu” algoritma agar tidak menampilkan konten tentang artis favoritnya, bahkan ia berkali-kali menekan tombol “not interested” ketika video muncul. Collins menyadari efeknya, feed media sosialnya terasa lebih “biasa” dan kurang ramai. Meski begitu, ia menyebut bahwa itu sepadan, karena yang ia cari adalah kejutan saat datang ke konser. Baginya, musik live adalah momen yang ingin ia nikmati utuh. Collins juga menuturkan bahwa ketika usianya masih lebih muda, ia dan keluarganya tidak mampu sering menghadiri acara seperti ini, sehingga pengalaman menonton langsung menjadi sangat berarti. Ia menceritakan bahwa ia hampir berhasil menghindari spoiler saat musim panas lalu menyaksikan Harry Styles dalam tur Together, Together. Tetapi ketika satu kebocoran akhirnya “menembus” sebelum ia sempat menonton, ia terpaksa merasakan kekecewaan. Menurut Collins, spoiler sempat melintas terkait Niall Horan sebelum ia melihat penampilan Horan di London pada hari Sabtu. Itu adalah kali pertamanya melihat Horan secara langsung setelah menjadi penggemar selama 16 tahun, dan ia mengaku merasa “hancur”. Collins menegaskan keinginannya bukan hanya menyaksikan acara, melainkan mendapatkan pengalaman penuh. Ia menyebut elemen kejutan yang biasanya didapat penonton malam pembukaan adalah bagian yang ingin ia rasakan sendiri. Di sisi lain, tidak semua orang memandang spoiler sebagai gangguan. Georgia McAdam justru mengaku menikmati hal tersebut karena ia ingin bersiap. Ia menyebut bahwa dirinya tipe orang yang suka mengetahui gambaran awal. Bagi McAdam, ia ingin tahu seperti apa kondisi panggung, setlist berisi apa, dan dari mana posisi terbaik untuk melihat pertunjukan. McAdam juga merupakan penggemar Olivia Rodrigo, dan ia merasa bahwa spoiler online lebih mirip “teaser”. Ia percaya tidak ada jumlah video yang bisa benar-benar menghapus kegembiraan ketika menonton secara nyata. Ia menambahkan bahwa kadang kejutan di konser bisa berbeda dari apa yang beredar di internet. Misalnya, lagu kejutan yang muncul bisa tidak sama, atau seorang artis bisa saja melakukan sesuatu yang tidak pernah diprediksi sebelumnya. Meski begitu, sebagian pihak melihat bahwa media sosial dan strategi panggung yang berubah-ubah bisa saling memengaruhi. Ada artis yang merombak detail pertunjukan secara perlahan setiap malam agar penonton yang datang di tanggal berbeda tetap menemukan hal baru. Taylor Swift, misalnya, membawa elemen seperti pakaian khusus serta lagu-lagu kejutan selama tur Eras yang berlangsung panjang. Sabrina Carpenter juga melakukan pendekatan serupa di tur Short n’ Sweet, dengan mengubah posisi saat membawakan “Juno” dan mengganti bagian outro “Nonsense” di setiap pertunjukan. Jay-Z pun disebut terus menyesuaikan setlist pada tur yang sedang berjalan. Pola-pola semacam ini menunjukkan bahwa kejutan tidak lagi hanya “menunggu” muncul, tetapi juga dirancang agar tetap hidup. Dalam pandangan Laura Snapes, deputy music editor dari The Guardian, manfaatnya tidak berhenti pada penggemar. Snapes mengatakan ada cara agar artis tetap “terjaga” di ruang pemberitaan dengan memastikan sesuatu yang berbeda terjadi setiap malam. Ia menilai semua detail itu pada akhirnya akan tetap tersebar luas di TikTok. Dengan kata lain, meski penonton sudah terpapar informasi, perubahan kecil di panggung tetap punya nilai karena menciptakan bahan baru untuk dibicarakan. Snapes juga merujuk pada data dari TikTok. Ia menyebut unggahan dengan tag #CharliXCX meningkat lebih dari 40% sejak Charli XCX meluncurkan tur Music, Fashion, Film pada bulan lalu. Jika tujuan penggemar adalah menghindari spoiler, Snapes menyampaikan jawaban yang sederhana. Menurutnya, “kamu harus tidak menonton TikTok”, karena bila ingin benar-benar terkejut, penggemar perlu melindungi diri agar tidak menyerap budaya yang dibawa oleh arus konten tersebut. Sementara sebagian orang memilih menjauh dari platform, ada pula yang mengubah aturan di dalam venue. Phoebe Bridgers disebut mengambil langkah lebih jauh dengan melarang ponsel sama sekali saat pertunjukan berlangsung. Para penonton yang datang diwajibkan mengunci ponsel dan perangkat perekam dalam sebuah pouch khusus ketika masuk ke area konser. Jika ada yang melanggar aturan, penonton tersebut akan ditemani keluar dari venue. McAdam tidak mendukung pelarangan semacam itu. Ia menilai rekaman saat konser adalah bagian dari pengalaman banyak penggemar. AurĂ©lia Collins memiliki sikap yang lebih bernuansa. Ia mengatakan ia tidak sepenuhnya menentang ide tersebut, tetapi lebih berharap ada peringatan spoiler yang lebih jelas pada video, sehingga penonton diberi pilihan: tetap terpapar atau benar-benar menjaga kejutan. Menurut Snapes, bahkan ketika seseorang sudah mengetahui setlist, tata panggung, dan kostum, pengalaman tetap bisa menyisakan hal yang tidak direncanakan. Ia menegaskan bahwa penonton masih akan melihat momen-momen kemanusiaan yang muncul secara spontan. Sebagai ilustrasi, Snapes menceritakan pengalamannya menghadiri konser Edinburgh dalam tur Eras. Ia menyebut Taylor Swift kala itu terlihat sangat tidak fit, harus mengembuskan hidung, dan momen semacam itu tidak ada dalam naskah pertunjukan. Pesan akhirnya jelas: meski informasi tersebar lebih cepat dari jadwal konser, kejutan bukanlah sesuatu yang bisa sepenuhnya dipindahkan dari tempatnya. Selama pertunjukan tetap berjalan di panggung nyata, penonton tetap punya peluang untuk “ditabrak” momen yang tak terduga—dan itulah yang membuat pengalaman konser tetap bernilai.
Beranda
Entertainment
Apakah media sosial merusak kejutan konser? 'Spoiler' sejak Olivia Rodrigo dibedah hingga setlist Taylor Swift
Apakah media sosial merusak kejutan konser? ‘Spoiler’ sejak Olivia Rodrigo dibedah hingga setlist Taylor Swift
Redaksi5 min baca












