jurnalistik.co.id – Desainer kostum asal Amerika Serikat, Bob Mackie, meninggal dunia pada usia 87 tahun. Ia dikenal luas melalui rancangan kostum-kostum gemerlap untuk sejumlah figur hiburan ternama.
Sepanjang kariernya, Mackie merancang kostum untuk bintang-bintang seperti Cher, Tina Turner, Dolly Parton, dan Elton John. Ia juga menyandang julukan “Sultan of Sequins” karena sentuhannya pada detail yang memantulkan cahaya.
Penghargaan yang dikumpulkan Mackie mencakup Tony Award, sembilan Emmy, serta tiga nominasi Oscar. Nama besarnya kerap melekat pada cara ia mengubah panggung, karpet merah, hingga penampilan televisi menjadi tampilan yang spektakuler.
“It is with a heavy heart that we share the news that Mr Bob Mackie passed away today,” tulis sebuah pernyataan dari akun Instagram-nya pada Senin. Dalam pesan yang sama, ia disebut menjalani 87 tahun hidupnya “to the fullest,” sambil memadukan kerja dan impian sebagai “a Fashion and Costume Designer, which is all he ever wanted to do”.
Unggahan tersebut juga menegaskan, “His genius and extraordinary designs will live on forever, continuing to bring beauty into this world.” Pernyataan itu menempatkan karya sebagai warisan yang akan terus berdampak pada cara orang memandang keindahan visual.
Dalam perjalanan Cher, pengaruh Mackie disebut sangat menonjol. Desainer ini merancang salah satu penampilannya yang paling ikonik, yakni kostum Mohawk yang dikenakan Cher saat Oscars pada 1986.
Kostum tersebut kemudian dikenal sebagai “revenge” outfit. Alasannya merujuk pada fakta bahwa ia tidak memperoleh nominasi apa pun, sehingga pilihan tampil di ajang bergengsi itu dimaknai sebagai bentuk jawaban artistik.
Dari sisi rancangan, kostumnya mengambil inspirasi dari sosok showgirl. Paduannya menampilkan hiasan kepala mohawk dengan bulu, serta memperlihatkan bagian tengah tubuh Cher, sesuatu yang pada periode itu dianggap sangat baru dan juga sangat mengejutkan.
Menurut Cher, penjelasan tentang “revenge” outfit ia sampaikan dalam dokumenter 2024 berjudul Bob Mackie: Naked Illusion. Ia mengatakan, “I didn’t get nominated for a movie that everyone thought I would actually win for [Mask] – so was dressing that night for a kind of revenge.”
Dalam wawancara lain, Mackie juga pernah menyampaikan pandangan terkait awal kemunculan Cher. Ia mengatakan kepada BBC pada 2010 bahwa saat Cher memulai kariernya, ia “looked like no-one else in the entertainment business at the time”.
“Everybody just went crazy over this woman as she could wear anything,” tambahnya. Pernyataan itu sejalan dengan laporan luas yang menyebut Cher sebagai perempuan pertama yang memperlihatkan pusar pada televisi Amerika.
Di sini, desain Mackie diposisikan sebagai bagian penting dari dampak tersebut. Kombinasi keberanian visual dan kecermatan kostum menjadi salah satu alasan mengapa tampilan Cher saat itu dipandang berbeda dari yang lain.
Selain Cher, Mackie juga membangun jejak kreatif yang kuat untuk Elton John. Ia disebut menjadi “creative genius” di balik sejumlah kostum Elton John, termasuk Dodgers baseball outfit yang kini menjadi ikon.
Kostum itu dihiasi taburan, dan dikenakan Elton John saat tampil di Dodger Stadium, Los Angeles, pada 1975. Sir John menuliskan kesan yang sama melalui unggahan Instagram: “Every time I put something on that Bob made, I felt very, very special.”
Berita Terkait
Ia melanjutkan, “His costumes were works of art, and he will go down as one of the most legendary designers ever in Hollywood.” Pujian itu menggambarkan bagaimana rancangan Mackie diperlakukan sebagai karya seni, bukan sekadar busana.
Nama Mackie juga banyak muncul dalam penampilan Pink. Penyanyi itu disebut memakai beberapa desainnya selama bertahun-tahun, khususnya dalam tur Funhouse pada 2009.
Pink membagikan penghargaan atas kerja Mackie lewat tulisan yang menyertakan kalimat, “I was so lucky to be dressed by him for so long. He was loving, wickedly funny and an absolute genius.”
Dalam unggahan yang sama, Pink menulis, “There are going to be some fabulously dressed angels.” Kalimat tersebut ikut menjadi bagian dari cara para kolega dan penggemar mengenang Mackie.
Jejak karya hingga masa-masa terakhir
Mackie disebut masih merancang hingga baru-baru ini. Sabrina Carpenter memakai salah satu desainnya pada MTV Video Music Awards tahun lalu.
Pada acara yang sama, Carpenter disebut meraih penghargaan Best Album Award untuk album Short n’ Sweet. Sementara itu, Miley Cyrus mengenakan gaun rancangan Mackie saat tampil pada Grammy Awards 2024.
Performa Miley Cyrus pada ajang tersebut disebut berujung pada kemenangan Grammy untuk lagu Flowers pada tahun yang sama. Penulis BBC juga menambahkan bahwa mungkin desain itu menjadi versi “revenge” dress miliknya.
Awal karier dan perjalanan pribadi
Robert Gordon Mackie lahir di Monterey Park, California, pada 1939. Karier desainnya dimulai sebagai sketch artist untuk Jean Louis, seorang desainer kostum asal Prancis-Amerika.
Salah satu tugas awalnya melibatkan sketsa gaun yang dikenakan Marilyn Monroe saat menyanyikan “Happy Birthday Mr President” untuk John F Kennedy pada 1962. Detail itu memperlihatkan sejak awal Mackie berurusan dengan momen-momen bersejarah dan figur global.
Mackie menikah dengan Lulu Porter pada 1960, tetapi mereka bercerai tiga tahun kemudian. Dari hubungan tersebut, mereka memiliki seorang putra bernama Robin, yang meninggal pada usia awal tiga puluhan akibat penyakit yang berkaitan dengan Aids.
Ia juga disebut menjalin hubungan dengan perancang busana Iran, Ray Aghayan, sejak 1963 hingga kematian Aghayan pada 2011. Di tahun 2018, Mackie pernah mengatakan kepada The Guardian, “I think I’m the oldest living designer in Hollywood.”
Saat ditanya apakah ia akan pensiun, jawabannya singkat. “I hope not.”
Dengan kepergian Bob Mackie, industri hiburan kehilangan sosok yang mampu menyatukan kemewahan, keberanian visual, dan ketelitian dalam satu rancangan kostum. Warisan “Sultan of Sequins” itu terus dikenang lewat tampilan-tampilan yang pernah membuat nama para bintang terasa lebih istimewa di setiap panggung.









