Entertainment

Emmys 2026: kilas balik momen viral dan cerita di balik layar yang luput dari siaran TV

×

Emmys 2026: kilas balik momen viral dan cerita di balik layar yang luput dari siaran TV

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Emmys 2026: Memorable moments and what you didn't see on TV

jurnalistik.co.id – Malam Emmy Awards 2026 menyuguhkan rentetan momen yang terlihat gemerlap di layar, namun di luar panggung para pemenang justru menambah warna lewat percakapan spontan, kejutan kecil, dan jawaban jujur soal bagian-bagian yang tak sempat ditangkap siaran televisi.

Di Hollywood, Emmy Awards tahun ini diramaikan bintang lintas industri dari televisi, film, olahraga, hingga musik. Acara dipandu Mariska Hargitay—yang disebut sebagai perempuan pertama menjadi host dalam 15 tahun—dengan tata acara penuh cameo selebritas, pidato yang emosional, penghormatan yang menyentuh, dan banyak obrolan ringan.

Di balik sorotan kamera, suasana “backstage” ternyata tidak sesepia yang dibayangkan. Tim BBC yang hadir di lokasi menggambarkan bahwa akses untuk para pemenang berlangsung seperti “kira-kira tinggal di sebelah”.

Jalur “backstage” yang ternyata ada di dekat lokasi

Di area sekitar Peacock Theatre di pusat kota Los Angeles, kegiatan produksi dan perpindahan orang terlihat sangat terstruktur. Lokasi teater bahkan ditutup untuk lalu lintas, sementara mobil-mobil hitam berisi selebritas dan rombongannya mendatangi titik-titik yang berbeda sepanjang acara.

Meski upacara dan karpet merah dipusatkan di Peacock Theatre, penyiapan di sekitarnya jauh lebih luas. Di JW Marriott yang bersebelahan, ballroom disulap menjadi ruang kerja pers, tempat para tim selebritas berseliweran selama upacara berlangsung sambil bertemu kembali dengan rekan yang sudah lama tidak terlihat setelah proses syuting selesai.

Perjalanan menuju titik-titik tersebut tidak singkat. Rutenya panjang dan berkelok, ditempuh dengan berjalan kaki, sebelum akhirnya para pemenang beralih dari satu ruang ke ruang lain yang bentuknya “tertutup” namun tetap fungsional untuk kebutuhan foto dan wawancara.

Begitu seorang pemenang menerima piala di televisi, mereka dibawa menyeberang untuk proses ukir penghargaan, sesi foto, dan obrolan singkat bersama reporter. Setelah itu, ada rangkaian ruang tertutup: satu ballroom khusus untuk foto, satu lagi untuk pembicaraan dengan media cetak dan digital, serta zona terpisah untuk wawancara televisi.

Di area inilah para pemenang mendapatkan piala yang akan diukir. Di meja-meja setempat, belasan patung Emmy berwarna emas disiapkan sehingga orang yang melintas—termasuk rombongan yang turut mengamati—dapat melihat dan mengabadikan momen tersebut.

Widow’s Bay: dari “grassroots” sampai ucapan tentang naskah

Di sisi lain, pemeran dan kru dari Apple TV sleeper hit, Widow’s Bay, merayakan musim pertamanya yang mendapat sorotan besar. Acara tersebut disebut meraih enam kemenangan pada hari Senin, lalu menyusul tambahan delapan kemenangan di Creative Arts Emmys pada awal bulan yang sama.

Ketika ditanya soal status tayangan yang sempat terdengar lebih kecil dan belum dikenal sebagian penonton, para kreator dan tim produksi justru menekankan rasa terima kasih pada upaya awal yang tumbuh dari dukungan akar rumput—terutama penyebaran lewat percakapan dari mulut ke mulut.

Katie Dippold—writer dan creator—mengatakan, “All the people online talking about it, or viewers, or people just tweeting about it, truly like it. That really got the word to spread, and we’re so grateful,”. Matthew Rhys lalu bercanda bahwa orang-orang itu “predominantly our parents”.

Rhys menambahkan alasan yang lebih personal di balik respons terhadap serial tersebut. Ia menyebut, “I honestly think we’re just happy that everyone reacted to the scripts the way we did when we read them, and that’s all to thanks to this team,”. Menurutnya, jelang Emmy serial ini berada dalam fase yang “giddy ascent”.

Dippold juga melontarkan candaan yang bernada khawatir. Ia mengaku sempat takut pertunjukan bisa mendapat perhatian lebih besar lagi setelah seluruh kemenangan Emmy mereka.

Karpet biru dan kostum yang “mengunci” perhatian

Di antara lautan gaun glamor dan setelan jas, Megan Stalter dari Hacks datang ke karpet biru dengan penampilan yang dibuat seperti patung Emmy. Ia hadir dalam balutan cat tubuh warna emas lengkap dengan sayap ala malaikat, sambil mengangkat versi besar “atom” yang ditopang oleh patung penghargaan tersebut.

Penampilan Stalter juga membuatnya berkali-kali jadi pusat perhatian saat kedatangan. Saat ditanya mengenai inspirasi di balik look tersebut, ia menjawab bahwa ia dan stylist hanya “threw it together”, sementara lawan main Paul W Downs “airbrushed her himself”.

Di momen serupa, sambutan dan percakapan juga mengalir dari rasa penasaran penonton. Atmosfer karpet merah menjadi tempat untuk menampilkan detail kreatif yang tidak selalu sempat “masuk” lengkap ke siaran utama.

Kate O’Flynn: Patricia, antlers, dan pesan untuk keluarga

Widow’s Bay kembali membawa sorotan lewat kemenangan Kate O’Flynn. Ia mengatakan kepada reporter backstage bahwa ia “completely gobsmacked” dan berada di “on top of the world” setelah meraih kemenangan untuk perannya di serial horor komedi yang berlatar pulau aneh di New England.

O’Flynn menjelaskan karakternya, Patricia, yang menjadi asisten bagi Mayor Tom Loftis—diperankan oleh Matthew Rhys—punya “awkwardness”, “bravery and humour” yang menurutnya beresonansi dengan penonton.

Ia juga membagikan cerita tentang respons penggemar. “I think everyone just has felt like Patricia in that way,”. Ia menambahkan bahwa ia “pleasantly surprised” karena ada “an army” orang yang datang dengan kostum yang meniru karakternya saat DragonCon tahun ini.

Dari obrolan tersebut, O’Flynn kemudian mengunci suasana dengan candaan tentang perayaan berikutnya. Ia berkata, “So I’m excited to see Halloween and all the antlers come out and take over the world,”

Kepada audiens di Inggris, ia juga menitipkan pesan sederhana. “Just to our family and friends, we did it. It’s great. I don’t know what to say. I don’t know.”

Allison Janney: terkejut, tapi tetap “100% sure”

Emosi yang berbeda datang dari momen saat nama Allison Janney disebut sebagai pemenang best supporting actress in drama. Saat itu kamera menyorot Diplomat star dengan ekspresi mulut terbuka dan kedua tangan menekan sisi wajahnya sebelum ia akhirnya naik ke panggung.

Janney menjelaskan kejutan yang ia rasakan. Ia menyampaikan bahwa ia “genuinely shocked” karena posisi The Pitt yang dinilai besar. Di saat yang sama, ia juga menegaskan keyakinannya sendiri sebelum hasil diumumkan, “100% sure I wasn’t gonna win”.

Ia kemudian menggambarkan suasana yang akhirnya ia terima dengan nada lega: “We really didn’t think it was going to go my way. So I felt just excited and relaxed”.

Matthew Rhys: menunggu arahan, lalu memancing tawa dengan rivalitas

Matthew Rhys sempat menahan diri untuk tidak langsung masuk ke area backstage hingga ia memastikan apakah sutradara Widow’s Bay, Hiro Murai, menang di kategori directing. Setelah memastikan kabarnya, ia akhirnya mendatangi mikrofon dan menyebutkan BBC sebagai pertanyaan pertamanya.

“The BBC, surely!” ujarnya, lalu menyinggung momen historis yang ia alami—yakni menjadi orang pertama yang memenangkan dua Emmy Awards untuk best lead actor dalam tahun yang sama, untuk peran di Widow’s Bay dan The Beast In Me.

Rhys juga menambahkan, “At the moment, I genuinely can’t quite believe what’s just happened,” dan mengatakan ia berharap untuk merenungkannya besok, “I hope to reflect on it tomorrow.”

Dalam obrolan lanjutan, ia menyinggung “friendly competition” dengan pasangan aktingnya, Keri Russell, yang tahun ini juga masuk nominasi Emmy lewat perannya di The Diplomat. Ia berkata, “It’s not great. I bet a lot of money on myself. The kids ran a book,” lalu menutup dengan, “It’s going to be a rough week for her. I’m sorry. I don’t know if I am.” Ia juga menertawakan trofi dengan klaim bahwa Russell adalah “always the class act”, sekaligus menegaskan, “She’s always really the winner, if I’m perfectly honest.”

Host Mariska Hargitay: sketsa musikal, teka-teki Swift, dan kucing bernama Olivia Benson

Host Mariska Hargitay membuka acara dengan nomor musikal berdasarkan Joan Jett dan The Blackheart’s “I Love Rock & Roll”. Ia juga menyebutkan nama banyak acara dan bintang malam tersebut sambil menyanyi “I love TV screens”.

Bintang NBA Jalen Brunson ikut muncul sebagai cameo—sebuah isyarat untuk kecintaannya pada New York Knicks. Setelahnya, dalam skit yang direkam sebelumnya, Hargitay bersama lawan mainnya dari Law & Order SVU mencoba memecahkan misteri apakah Taylor Swift akan hadir di Emmy Awards.

Swift kemudian benar-benar muncul dalam skit tersebut, bergabung sebagai karakter yang turut “menyelesaikan kasus” sambil membawa penonton berjalan menelusuri daftar nominasi serta album dan kehidupan pribadinya. Skit itu berakhir dengan Hargitay, Swift, dan salah satu kucing Swift yang diberi nama Olivia Benson—nama yang merujuk pada karakter Hargitay dalam Law & Order.

DTF St Louis: penggemar, “mums”, dan cara humor menyelesaikan obrolan

Di sisi lain, Arlan Ruf dari DTF St Louis—yang memerankan anak David Harbour di dark comedy miniseries—memberi sentuhan humor lewat percakapan tentang siapa yang menjadi penonton utama serial HBO tersebut.

Serial ini disebut berkisar pada pembunuhan yang berawal dari dating app. Ruf mengatakan ia tidak mengetahui banyak temannya yang menonton: “I don’t know a lot of my friends are watching it,”. Ia lalu menambahkan, “he says cheekily, adding that ‘their mums are’.”

Ruf juga melanjutkan dengan gambaran bahwa ibu-ibu para teman sering bercerita betapa bagusnya serial itu. “So every friend’s mom I know is watching,” tuturnya, sebuah candaan yang sekaligus menyinggung besarnya audiens perempuan untuk kisah true crime.