jurnalistik.co.id – Dua orang yang dituduh terlibat perdagangan narkotika lintas negara didakwa dalam kaitan penyelidikan yang melibatkan kepolisian di Inggris dan Nigeria. Metropolitan Police menyampaikan bahwa penangkapan dilakukan setelah penyitaan kokain berjumlah besar di wilayah Inggris.
Terdakwa pertama adalah Oladipupo Atandare, 50, yang berasal dari Dagenham. Terdakwa kedua adalah Latifat Yusuf, 44, dari Hornchurch.
Keduanya ditangkap setelah aparat menyita lebih dari 180 kilogram kokain di Inggris pada 5 Agustus. Setelah itu, kasus diproses melalui jalur pengadilan di Inggris untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
Atandare dan Yusuf kemudian hadir di Barkingside Magistrates’ Court pada 8 Agustus. Keduanya ditahan selama proses berjalan (remanded in custody).
Menurut rencana persidangan berikutnya, kedua terdakwa akan kembali muncul di Snaresbrook Crown Court pada 7 September. Pengalihan tahapan ini menjadi penanda bahwa perkara akan berlanjut ke jenjang pengadilan yang berbeda.
Metropolitan Police menyebut keterkaitan penangkapan tersebut khusus pada penyitaan narkotika di Inggris. Namun, aparat juga menyatakan penyelidikan masih berlangsung untuk menelusuri temuan serupa yang diduga berukuran sama di Nigeria.
Pada hari Selasa, otoritas Nigeria menyatakan telah menemukan 184,5 kilogram kokain di fasilitas kurir di Lagos. Kokain itu ditemukan dalam kotak-kotak berwarna cokelat (brown boxes), dengan estimasi nilai sekitar £20 juta.
Temuan di Nigeria itu tidak berdiri sendiri, melainkan diikuti serangkaian penangkapan yang dilakukan oleh aparat setempat. Dalam perkembangan tersebut, disebut ada sejumlah pihak yang ditahan termasuk seorang karyawan perusahaan logistik dan seorang figur yang dikenal luas lewat media sosial.
Berita Terkait
- Twana Jamal Khdir, penyelundup manusia yang disorot BBC, ditangkap dan didakwa pelanggaran imigrasi
- Polisi meluncurkan penyelidikan pembunuhan setelah kebakaran di Hounslow menewaskan seorang perempuan
- Pria Ukraina Ditangkap di Kroasia atas Kasus Ledakan Nord Stream, Diduga Penyelam Pemasang Eksplosif
Nama yang juga disebut dalam laporan penegakan hukum Nigeria adalah Afolabi Kazeem Micheal, yang diketahui berusia 49 tahun. Ia dikenal secara daring dengan nama “KC Luxury”, dan kerap memosisikan diri sebagai pebisnis sekaligus influencer yang bergerak di bidang emas serta barang-barang mewah.
Pendekatan pengenalan dirinya di media sosial antara lain dilakukan melalui unggahan video yang menampilkan gaya hidup dan kendaraan-kendaraan mewah. Namun, otoritas penegak hukum menilai aktivitas tersebut bukan sekadar konten pribadi.
Dalam dakwaan dan tuduhan yang dilaporkan, aparat Nigeria mengklaim Afolabi Kazeem Micheal adalah “arrowhead” dari sebuah kartel narkotika internasional. Istilah “arrowhead” dicantumkan untuk menggambarkan peran yang dianggap berada di bagian penting dari jaringan tersebut.
Dengan demikian, rangkaian proses di Inggris dan Nigeria memperlihatkan pola penyelidikan yang saling terhubung, meski masing-masing pihak menegaskan fokusnya pada temuan awal masing-masing wilayah. Di Inggris, dakwaan berangkat dari hasil penyitaan pada 5 Agustus dan proses pengadilan yang menyusul.
Sementara itu, di Nigeria, angka temuan kokain 184,5 kilogram—beserta nilai yang disebut sekitar £20 juta—menjadi titik lanjutan untuk memeriksa kemungkinan jaringan serupa. Aparat menyebut penyidikan masih berjalan, termasuk penelusuran keterkaitan antara pihak-pihak yang diamankan di berbagai konteks.
Bagi Atandare dan Yusuf, jadwal sidang yang telah ditetapkan menunjukkan perkara akan terus diproses di pengadilan Inggris. Dengan keterangan penahanan yang sudah dijalankan dan penjadwalan berikutnya pada 7 September, langkah berikutnya akan berfokus pada kelanjutan penetapan dakwaan dan proses pemeriksaan perkara.
Di Inggris, proses hukum digambarkan berjalan berlapis. Setelah penyitaan kokain dalam jumlah besar pada 5 Agustus, Atandare dan Yusuf kemudian menjalani rangkaian penahanan selama menunggu perkembangan perkara di pengadilan. Kemunculan mereka di Barkingside Magistrates’ Court pada 8 Agustus menjadi bagian dari tahapan awal, sebelum beralih ke agenda lanjutan di Snaresbrook Crown Court pada 7 September. Peralihan tahapan itu menunjukkan bahwa penanganan perkara diarahkan ke proses pengadilan yang berbeda.
Sementara itu, di Nigeria, otoritas menyampaikan temuan kokain berukuran 184,5 kilogram di Lagos yang ditemukan di fasilitas kurir dalam kotak-kotak berwarna cokelat. Nilai yang disebut sekitar £20 juta ikut mendorong penyelidikan lebih jauh, karena temuan tersebut dipandang sebagai indikator adanya pola yang sama. Aparat juga melanjutkan penangkapan lanjutan, termasuk menahan karyawan perusahaan logistik serta seorang figur yang dikenal luas melalui media sosial. Dalam laporan penegakan hukum, Afolabi Kazeem Micheal—yang dikenal daring sebagai “KC Luxury” dan berusia 49 tahun—diposisikan sebagai “arrowhead”, yakni peran penting dalam jaringan yang diduga terhubung dengan kartel narkotika internasional.












