Hukum & Kriminal

Yosua (23) Mahasiswa STIP-AN dari Merauke Ditangkap Diduga Pukuli Pengendara di Lenteng Agung

×

Yosua (23) Mahasiswa STIP-AN dari Merauke Ditangkap Diduga Pukuli Pengendara di Lenteng Agung

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pria Bugil yang Pukuli Pemotor di Lenteng Agung Ternyata Mahasiswa STIP Abdi Negara

jurnalistik.co.id – Kepolisian Sektor (Polsek) Jagakarsa mengungkap kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di Jalan Lenteng Agung Raya, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pelaku yang ditangkap berinisial Yosua (23), pria tanpa busana yang diduga memukuli pengendara sepeda motor di lokasi kejadian.

Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, menyampaikan bahwa Yosua merupakan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIP-AN). Ia menyebut Yosua berasal dari Merauke, Papua Selatan, dan saat ini berada pada semester akhir.

Nurma mengatakan Yosua mengaku tengah menjalani pendidikan di STIP-AN. Menurutnya, kondisi akademik pelaku adalah semester enam dan sudah mendekati tahap penyusunan skripsi.

“Dia mahasiswa STIPAN. Dia itu semester akhir, sudah mau skripsi. Semester 6,” ujar Nurma saat dikonfirmasi Kompas.com melalui telepon, Rabu (19/8/2026).

Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima laporan lewat layanan 110. Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penganiayaan terhadap dua pengendara sepeda motor yang sedang melintas di Jalan Raya Lenteng Agung pada Selasa (18/8/2026) pukul 23.45 WIB.

Nurma menjelaskan, saat diamankan, Yosua berada dalam kondisi mabuk. Polisi kemudian menunggu hingga pelaku sadar sepenuhnya agar keterangan yang disampaikan dapat diperdalam melalui proses pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan pengakuannya kepada polisi, Yosua menyatakan bahwa ia tinggal di rumah kos dekat kampus. Nurma menyebut kos tersebut digunakan untuk orang-orang dari Papua, sehingga pelaku memilih menetap di lingkungan yang sama dengan keberadaan mahasiswa asal daerah tersebut.

“Dia kost di STIPAN. Di situ ada kosannya buat orang-orang dari Papua, jadi ya memang di situ dia (tinggalnya),” ucap Nurma.

Dalam pemeriksaan, Yosua mengaku mengonsumsi satu botol minuman beralkohol jenis Intisari di kamar kosnya. Namun, ia mengklaim tidak mengingat rangkaian peristiwa setelah itu, termasuk saat ia tidak berbusana dan diduga memukul sejumlah pengendara di dekat Stasiun Lenteng Agung.

Nurma menuturkan, setelah mabuknya mereda dan pelaku mulai dapat diajak berkomunikasi, polisi mulai menggali apa yang terjadi pada malam sebelumnya. Ia menirukan keterangan yang disampaikan Yosua, termasuk penjelasan bahwa pelaku tidak mengingat perbuatannya.

“Setelah dia selesai mabuk tadi pagi, sudah kita mulai bisa tanya. Jadi kata dia gini, ‘Kamu kenapa semalam?’ ‘Ya saya minum, Bu.’ ‘Oh ya? Sudah beberapa botol?’ ‘Satu botol,’ gitu. ‘Terus kamu kenapa lepas-lepas baju?’ Dia bilang, ‘Ya saya karena tidak ingat. Saya lupa yang saya lakukan itu’,” tutur Nurma menirukan keterangan Yosua.

Nurma mengungkapkan, Yosua saat ini diamankan di Polsek Jagakarsa selama 24 jam. Keputusan itu diambil karena hingga saat ini belum ada satu pun korban dugaan penganiayaan yang memberikan laporan kepada polisi.

“Kalau kita sih mengamankan orang itu 24 jam. Kita amankan dari semalam, jadi kita tunggu saja sih sebetulnya. Cuma kalau sekarang kita mencari korban, kita tungguin nih (untuk melapor). Kemarin sudah (cari korban). Tadi juga kita (cari korban) di medsos, terus kita cari juga siapa sih ini orang yang lewat itu,” kata Nurma.

Polisi, menurut Nurma, melakukan pencarian dengan berbagai cara termasuk menelusuri informasi yang beredar di media sosial. Upaya tersebut dilakukan untuk menemukan pihak yang menjadi korban, sekaligus memastikan kronologi kejadian dapat ditetapkan secara lebih lengkap.

Sebelumnya diberitakan, sebuah video yang beredar memperlihatkan seorang pengendara ojek online terjatuh hingga tubuhnya terhimpit oleh sepeda motor. Namun, dalam perkembangan terbaru, Nurma menegaskan bahwa keberadaan korban yang melapor masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi proses penanganan.

Dengan penangkapan ini, polisi berupaya mengumpulkan keterangan untuk menguatkan dugaan kasus serta memetakan peristiwa yang dialami para pengendara. Sementara itu, status Yosua masih dalam pengamanan selama periode pemeriksaan berlangsung.