Hukum & Kriminal

Olivia Dean Disebut Menjiplak Melodi “Just The Two of Us” Milik Bill Withers

×

Olivia Dean Disebut Menjiplak Melodi “Just The Two of Us” Milik Bill Withers

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Olivia Dean accused of copying Bill Withers' Just The Two of Us

jurnalistik.co.id – Musik populer kembali bersinggungan dengan sengketa hak cipta. Olivia Dean kini menghadapi gugatan di California yang menuduhnya menyalin melodi lagu soul Bill Withers, “Just The Two of Us”.

Gugatan tersebut berangkat dari lagu Dean berjudul “I’ve Seen It”, yang dirilis sebagai bagian dari album “The Art of Loving” (rilis 2025) dan menjadi bagian dari tonggak kariernya setelah memenangkan Brit Award pada 2025.

Sementara itu, “Just The Two of Us” sendiri menjadi hit bagi Withers pada 1981. Pihak penerbit dari katalog almarhum musisi tersebut mengeklaim bahwa dua lagu memiliki kemiripan musikal yang tidak wajar jika dianggap sekadar kebetulan, dengan menyebut adanya “share musical features” yang “so striking” sehingga “cannot have arisen by coincidence alone”.

Gugatan: pihak yang ditarik dan ruang lingkup tuntutan

Dalam dokumen perkara yang dilaporkan BBC, gugatan menyebut Dean, label rekamannya, hingga perusahaan pengelola karyanya sebagai pihak tergugat. Mereka yang disebut antara lain Capitol Records, perusahaan induk Universal Music Group, serta perusahaan penerbitan yang menaungi karya Dean.

Namun, gugatan ini tidak menuntut ganti rugi kepada Dean secara pribadi. Gugatan juga tidak ditujukan kepada para rekan penulis lagu Dean, yaitu Bastian Langebæk dan Max Wolfgang.

Menurut laporan tersebut, sengketa berfokus pada kemiripan unsur musik—khususnya melodi—dengan melibatkan penilaian ahli. Para penggugat menyertakan hasil telaah yang menyimpulkan adanya kemiripan substansial di antara kedua karya.

Peran ahli musik: “substantial similarities” dan “repeated copying”

Dalam berkas yang dilihat BBC, Mattie Music Group—lembaga yang menangani katalog belakang Bill Withers—menjelaskan bahwa mereka merekrut seorang musicologist untuk menelaah dua lagu. Kesimpulan yang dikutip menyatakan bahwa “the works contain substantial similarities”.

Lebih spesifik, dokumen itu juga menyebut adanya “repeated copying” atas melodi dari “Just The Two of Us”. Dengan kata lain, penilaian ahli diarahkan bukan hanya pada kemiripan umum, melainkan pada pola penyalinan berulang yang dinilai terkait melodi karya Withers.

Pihak penggugat juga menuturkan bahwa mereka telah menginformasikan label rekaman Dean mengenai dugaan pelanggaran pada bulan Agustus. Meski demikian, musik Dean tidak dicabut dari distribusi.

Standar pembuktian: peluang pernah mendengar

Untuk membuktikan plagiarisme, Mattie Music Group harus menunjukkan bahwa Dean bersama para penulisnya sebelumnya telah mendengar komposisi asli Withers. Dalam gugatan tersebut, mereka mengaitkan peluang tersebut dengan kesuksesan komersial lagu Withers yang berumur panjang.

Gugatan menyinggung bahwa lagu Withers memiliki “extraordinary and sustained” kesuksesan komersial, termasuk “decades of radio play”. Dari situ, penggugat menyimpulkan bahwa para musisi—yang menulis “I’ve Seen It”—memiliki “reasonable opportunity” untuk pernah menemukan atau mendengar “Just The Two of Us”.

Meski argumen ini menjadi bagian penting dari mekanisme pembuktian, hingga saat laporan dibuat, pihak tergugat belum memberikan respons terhadap gugatan. BBC juga menyampaikan bahwa mereka telah menghubungi para pihak yang disebut serta perwakilan Dean untuk meminta komentar.

Latar karya Dean: “I’ve Seen It” dan respons personal di balik lirik

Di sisi karier musik, “I’ve Seen It” disebut sebagai lagu penutup dari album terobosan Dean. Album tersebut dirilis pada September 2025, dan “I’ve Seen It” digambarkan sebagai balada akustik yang menuturkan beragam bentuk cinta yang pernah ia temui, mulai dari ketertarikan saat sekolah menengah hingga cinta yang ia rasakan untuk keluarga dan teman-temannya.

Dean juga pernah menceritakan proses penulisan lagu itu dalam wawancara. Ia mengatakan, “I’d had a lot of red wine”, yang disebut sebagai konteks ketika lagu itu dibuat. Ia kemudian menggambarkan reaksi emosionalnya saat pertama kali mendengarkan lagu tersebut kembali, “When I heard it back for the first time, I burst into tears. It felt like the loveliest note to end on. Whether it’s within your friends, your family, or just the love that exists in the strangers around you, it’s there, and it’s inside of you, too.”

Popularitas lagu Dean tercatat juga melalui angka streaming. “I’ve Seen It” disebut telah diputar di Spotify sekitar 246 juta kali, sementara “Just The Two of Us” yang dibahas dalam gugatan mencatat sekitar 948 juta pemutaran.

Prestasi Bill Withers: sukses chart dan penghargaan

Bagi Bill Withers, “Just The Two of Us” meraih posisi penting dalam tangga lagu Amerika pada 1981, bahkan mencapai nomor dua. Lagu itu juga membuat Withers meraih Grammy untuk kategori best R&B song.

Withers kemudian wafat pada 2020. Sementara itu, Dean—dalam perjalanan menuju status bintang global—disebut berhasil meraih penghargaan best new artist pada Grammys tahun ini. Album “The Art of Loving” juga disebut mencapai peringkat tiga di AS dan nomor satu di Inggris, serta dinobatkan sebagai album of the year di Brit Awards.