Internasional

Penerjun payung Inggris tewas dalam ledakan di Ukraina, koroner menyimpulkan

×

Penerjun payung Inggris tewas dalam ledakan di Ukraina, koroner menyimpulkan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: British paratrooper killed by explosion in Ukraine, coroner rules

jurnalistik.co.id – Koroner senior untuk Oxfordshire, Darren Salter, menyimpulkan bahwa kematian seorang penerjun payung Inggris, L/Cpl George Hooley, terjadi akibat ledakan yang menimbulkan banyak luka, dan tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan insiden tersebut mencurigakan.

Dalam sidang inquest yang digelar sebagian secara tertutup pekan ini, Hooley dinyatakan “sustained multiple injuries from an explosion” pada 6 Desember 2025. Ia kemudian meninggal dunia karena cedera itu di sebuah rumah sakit di Kyiv tiga hari setelah tanggal kejadian.

Salter mengatakan ia memperoleh “limited evidence” mengenai rincian keadaan dan penyebab ledakan tersebut, tetapi kematian Hooley dinilai “not suspicious”. Lokasi ledakan juga tidak diketahui secara pasti, selain bahwa kejadian terjadi di area yang berada jauh dari garis depan.

Coroner menyebut dalam laporannya bahwa sebelum meninggal di ibu kota Ukraina, Hooley sempat dipindahkan dari setidaknya satu rumah sakit lain. Temuan itu menjadi bagian dari kerangka pemeriksaan atas rangkaian perawatan medis hingga akhir hayatnya.

Hooley berusia 28 tahun dan tercatat sebagai anggota layanan Inggris pertama yang meninggal di Ukraina sejak invasi penuh Rusia pada Februari 2022. Pemerintah Inggris sendiri belum pernah mengungkap jumlah personel militernya yang berada di Ukraina, namun sebelumnya telah mengakui bahwa jumlahnya kecil—untuk mendukung angkatan bersenjata Ukraina serta menyediakan keamanan bagi personel diplomatik.

Juru bicara Kementerian Pertahanan (MoD) dalam pernyataan Desember menyebut Hooley sebagai “an exceptional soldier and an impressive junior leader with extensive operational experience”. Kementerian itu juga menggambarkan kematian Hooley sebagai “tragic accident” yang terjadi ketika ia sedang “observing Ukrainian forces test a new defensive capability”.

Menurut informasi yang diberitakan, MoD tidak memberikan komentar lebih lanjut ketika ditanyakan mengenai detail lain terkait peristiwa tersebut. Sementara itu, pihak batalyon di mana Hooley bertugas menyampaikan kesaksian yang menyoroti karakter dan kepemimpinannya.

Komandan kompeni Hooley di Parachute Regiment mengatakan bahwa Hooley adalah “a born soldier” dan memiliki “a rare gift: a deep kindness and genuine time for everyone”. Pernyataan tersebut menggambarkan reputasi Hooley tidak hanya sebagai prajurit, tetapi juga sebagai sosok yang dekat dengan orang-orang di sekitarnya.

Hooley berasal dari Wallingford di Oxfordshire. Ia bergabung dengan Resimen Parasut pada Juni 2016 setelah menyelesaikan pelatihan di Infantry Training Centre Catterick, North Yorkshire.

Sidang inquest juga menempatkan kematian Hooley dalam konteks hubungan pertempuran yang lebih luas di Ukraina. Setelah hampir lima tahun perang, garis depan di Ukraina masih relatif stagnan, dengan kedua pihak gagal meraih kemajuan besar dalam operasi-operasi mereka.

Rusia saat ini menguasai sekitar 20% wilayah Ukraina, termasuk area luas di Donetsk. Kondisi ini turut menjelaskan mengapa negosiasi perdamaian untuk mengakhiri perang juga dikabarkan mandek, meski berbagai upaya pembicaraan telah berulang kali dicoba.

Kyiv bersama sekutu Eropa menuduh Presiden Vladimir Putin menolak berulang kali rencana pembicaraan trilateral yang melibatkan Rusia, Amerika Serikat, dan Ukraina. Mereka juga mengatakan bahwa upaya negosiasi tidak bergerak karena Putin disebut berupaya untuk merebut lebih banyak wilayah Ukraina.

Dengan temuan dari coroner tersebut, kasus kematian Hooley kemudian berdiri pada dua hal yang ditegaskan dalam proses pemeriksaan: ledakan pada 6 Desember 2025 yang menyebabkan luka serius, serta penilaian bahwa kematian itu “not suspicious” meski bukti mengenai keadaan kejadian “limited evidence”. Seluruh rincian lokasi ledakan dan detail kronologis yang lebih spesifik tetap berada di luar jangkauan informasi yang dipaparkan dalam laporan pemeriksaan.