Internasional

Ayah 50 tahun dan dua anak diselamatkan setelah 16 jam mengapung usai jet ski terbalik di lepas Koh Samui

×

Ayah 50 tahun dan dua anak diselamatkan setelah 16 jam mengapung usai jet ski terbalik di lepas Koh Samui

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Moment family rescued after 16 hours floating on jet ski off Thailand

jurnalistik.co.id – Seorang ayah berusia 50 tahun bersama dua putranya berhasil diselamatkan setelah lebih dari 16 jam ditemukan mengapung di laut usai jet ski yang mereka tumpangi terbalik.

Kejadian itu terjadi di perairan lepas Pulau Koh Samui, Thailand, setelah jet ski mengalami kecelakaan dan membuat ketiganya harus bertahan di tengah laut.

Amorn Chomchoey, seorang pejabat pemerintah setempat, mengatakan kepada AFP pada Sabtu bahwa keluarga tersebut ditemukan dalam kondisi lemah.

Menurut Amorn, ayah dan dua anaknya ditemukan mengapung (adrift) di laut setelah insiden jet ski capsized.

Ia menyebut ketiganya menghabiskan waktu lebih dari 16 jam di perairan sebelum akhirnya berhasil ditemukan.

Kondisi korban saat ditemukan

Amorn menjelaskan bahwa ketika mereka ditemukan, ketiganya terlihat sangat kelelahan.

“We found the exhausted after swallowing a lot of seawater,” ujarnya kepada AFP.

Pejabat tersebut menambahkan bahwa kondisi fisik korban memperlihatkan tanda-tanda kekurangan yang jelas.

“they were pale, especially the boys,” tambah Amorn.

Dari pernyataan itu, terlihat bahwa paparan air laut dalam waktu lama menjadi bagian penting dari kondisi yang dialami ayah dan anak-anaknya selama berada di laut.

Detail paling menonjol adalah bahwa anak-anak disebut memiliki tampilan lebih pucat dibanding ayahnya.

Selain itu, kelelahan disebut sebagai temuan utama pada saat tim menemukan keluarga tersebut.

Meski terpapar laut cukup lama, keluarga ini pada akhirnya dapat ditangani setelah proses penyelamatan.

Perawatan medis dan proses pemulihan

Setelah mereka berhasil dievakuasi, ketiganya menjalani pemeriksaan di rumah sakit.

Amorn mengatakan kepada AFP bahwa mereka kemudian diperbolehkan pulang tidak lama setelah menjalani pengecekan medis.

Informasi tersebut menunjukkan bahwa kondisi keluarga yang diselamatkan setidaknya cukup stabil untuk kemudian dilakukan perawatan lanjutan secara lebih ringan di luar rumah sakit.

Meski begitu, laporan dari pejabat setempat tetap menggambarkan bahwa selama lebih dari 16 jam di laut, ayah dan dua putranya mengalami dampak yang terlihat pada kesehatan fisik mereka.

Dalam narasi kejadian, fakta waktu—lebih dari 16 jam—menjadi penanda besarnya tantangan yang harus dilewati sebelum akhirnya ditemukan.

Selain lamanya waktu, rincian soal air laut juga turut memperjelas alasan mengapa mereka tampak kelelahan ketika ditemukan.

“We found the exhausted after swallowing a lot of seawater,” menjadi kalimat yang secara langsung menjelaskan sumber kondisi tersebut.

Lebih lanjut, komentar “they were pale, especially the boys” mempertegas perbedaan tingkat tampilan pucat di antara korban, dengan penekanan pada dua anak.

Situasi seperti ini biasanya membutuhkan respons cepat begitu korban terdeteksi, karena ketahanan tubuh bisa dipengaruhi oleh paparan lingkungan dan kondisi dehidrasi.

Dalam kasus Koh Samui ini, pihak setempat menyatakan bahwa keluarga berhasil ditangani melalui pemeriksaan medis setelah penyelamatan.

Amorn juga menuturkan bahwa setelah pemeriksaan, mereka dilepas pulang segera setelahnya.

Dengan demikian, kejadian yang berawal dari jet ski terbalik berakhir pada proses penyelamatan dan penanganan rumah sakit, setelah ayah berusia 50 tahun dan dua putranya berada lebih dari 16 jam mengapung di laut.

Peristiwa tersebut menegaskan betapa pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di perairan, terutama ketika insiden kecil dapat berujung pada situasi bertahan hidup di laut dalam waktu yang panjang.

Namun, pada akhirnya keluarga itu dapat kembali dengan keadaan yang sempat digambarkan kelelahan dan pucat saat pertama kali ditemukan, sebelum menjalani pemeriksaan medis dan kemudian diperbolehkan pulang.