jurnalistik.co.id – Menteri Dalam Negeri Inggris, Shabana Mahmood, mengisyaratkan adanya pengkajian ulang terhadap rencana yang membuat pekerja asing lebih sulit memperoleh hak tinggal permanen di Inggris. Pernyataan itu disampaikan saat Mahmood menghadapi tekanan dari sejumlah anggota Partai Buruh, termasuk Menteri Perumahan Angela Rayner, serta serikat pekerja.
Dalam pidato kepada konferensi tahunan Partai Buruh, Mahmood mengakui bahwa “some have said elements of these reforms are not fair”. Ia juga menyatakan pemerintah akan “come to a position that balances fairness for those who came here legally and fairness to British citizens across this country”.
Hak tinggal permanen—dalam kebijakan imigrasi dikenal sebagai indefinite leave to remain—memberikan seseorang hak untuk tinggal, bekerja, dan belajar di Inggris selama ia mau, sekaligus mengajukan tunjangan bila memenuhi syarat. Dalam pidatonya, Mahmood mengisyaratkan rencana pengubahan skema waktu kelayakan, termasuk kemungkinan memperpanjang masa tunggu agar lebih banyak pelamar tidak langsung memenuhi syarat.
Mahmood menyebut ada usulan untuk menggandakan waktu yang diperlukan bagi sebagian besar migran agar memenuhi syarat memperoleh hak tersebut, dari lima tahun menjadi 10 tahun. Di bawah rancangan yang sedang dipersoalkan, mereka yang datang melalui visa kesehatan dan perawatan sosial akan menghadapi penantian 15 tahun, sementara pihak yang bergantung pada tunjangan selama lebih dari 12 bulan harus menunggu hingga 20 tahun.
Menjelang kritik yang sebelumnya muncul, Rayner pernah menuduh pemerintah “moving the goalposts” ketika ia masih menjadi anggota parlemen parlemen dari bangku belakang. Rayner kemudian menggambarkan rencana Mahmood sebagai “un-British”, dan kritik itu tetap ia bawa saat Rayner kembali masuk kabinet.
Selain politikus, kritik juga datang dari kalangan serikat pekerja. Andrea Egan, Sekretaris Jenderal Unison, menyatakan perubahan yang direncanakan berpotensi “unfairly penalise overseas care workers”, terutama pekerja perawatan dari luar negeri.
Berita Terkait
Meski demikian, sumber dari Kantor Dalam Negeri (Home Office) menegaskan belum ada keputusan final terkait perubahan aturan imigrasi. Menurut sumber tersebut, Mahmood sedang menjabarkan prinsip-prinsip yang akan memandu pidatonya di konferensi, bukan menetapkan seluruh detail kebijakan secara tuntas.
Dalam pidato tersebut, Mahmood mengatakan kepada para delegasi: “As we restore control and fairness to our asylum system, we must do the same for legal migration too.” Ia menambahkan penekanan bahwa kebijakan harus “Fair to those who seek a new and better life here, like my parents did, and fair to those already here, including British workers, and especially the young”.
Mahmood juga menjelaskan bahwa prinsip serupa mendasari reformasi terkait hak untuk tinggal tanpa batas. Ia menyebut bahwa kebijakan itu “ensuring settled status is earned by those who have shown a consistent commitment to this country.” Ia pun berjanji akan datang dengan kebijakan yang adil bagi mereka yang “came here legally”, serta bagi warga negara Inggris.
Respons pihak oposisi dan pemerintah Seorang juru bicara Partai Konservatif merespons dengan menyatakan Mahmood telah menyerah pada tekanan dari Rayner dan para “open borders MPs”, serta “will shred her own plans to reform indefinite leave to remain”. Juru bicara tersebut juga mengungkit soal beban pajak, dengan menyebut itu “This is a slap in the face to British taxpayers who will have to subsidise low-skilled, low wage migrants.”
Sementara itu, Perdana Menteri Andy Burnham sebelumnya menolak anggapan bahwa Mahmood dipaksa membatalkan rencana karena Rayner menilai kebijakan itu “un-British”. Burnham menyebut reformasi perlu “strike the right balance”.
Ketika ditanya apakah ia berada dalam kubu “Team Shabana” atau “Team Angela”, Burnham menjawab kepada LBC: “I’m both of them, I’m Team Angela and Shabana.” Ia menambahkan bahwa situasi itu mencerminkan adanya proses konsultasi, dengan beragam opini politisi serta ragam pandangan yang ikut masuk dalam konsultasi tersebut, sehingga mereka kini tengah meninjau masukan secara berjalan.












