Olahraga

Noel Gallagher menangis tersedu dan bencana IVF global jadi sorotan headline koran

×

Noel Gallagher menangis tersedu dan bencana IVF global jadi sorotan headline koran

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Newspaper headlines: 'Noel's crying his heart out' and 'global IVF disaster'

jurnalistik.co.id – Berbagai surat kabar edisi Minggu menonjolkan dua sorotan berbeda: reaksi musisi Noel Gallagher terhadap drama Premier League dan kekhawatiran pasien terkait praktik layanan kesehatan reproduksi lewat program IVF lintas negara.

Di halaman depan beberapa koran, berita mengenai Manchester City yang dinyatakan bersalah melanggar aturan keuangan Liga Premier kembali jadi bahan utama. Putusan itu memunculkan beragam respons publik, termasuk dari kalangan selebritas dan pembaca yang mengikuti perkembangan kompetisi sepak bola Inggris.

Daily Star menulis bahwa Noel Gallagher “crying his heart out” terkait kabar tersebut. Dalam laporan itu, Gallagher juga disebut menyampaikan ia merasa “sad for City fans”.

Gaya pemberitaan itu tampak sejalan dengan headline lain yang memuat nama Noel Gallagher. Sunday People menampilkan “True Blue Noel Gallagher” sebagai penanda sampul, dengan keterangan bahwa ia “gutted for fans” karena Manchester City disebut melakukan “financial rule breaches”.

Baik Daily Star maupun Sunday People merujuk pada momen ketika publik bereaksi terhadap berita tentang City. Manchester City sendiri disebut selalu membantah adanya pelanggaran dan berencana melakukan banding atas keputusan tersebut.

Selain urusan Premier League, Independent menempatkan kabar mengenai “global IVF disaster” sebagai sorotan utama lainnya. Koran itu menyebut puluhan pasien kehilangan ribuan poundsterling tabungan mereka, menyusul situasi yang berkembang di sebuah klinik internasional.

Menurut Independent, klinik tersebut mengajukan insolvensi, “leaving many in limbo mid-treatment”. Artinya, banyak pasien berada dalam ketidakpastian ketika perawatan mereka sedang berjalan.

Independent juga memuat pernyataan dari investor pada perusahaan yang menjalankan klinik. Mereka mengatakan klaim atas perawatan yang dibayar di muka dapat didaftarkan kepada administrator insolvensi.

Di tengah dua isu besar tersebut, koran lain juga membawa pembaca pada daftar topik nasional dan internasional yang berbeda. Telegraph, misalnya, menempatkan lagi permohonan keluarga seorang penjelajah pensiunan, Sir Ranulph Fiennes.

Koran itu menyebut dalam beberapa hari terakhir mereka melaporkan adanya tuduhan terkait perawatan terhadap Sir Ranulph. Ia sendiri disebut telah terbuka mengenai pergumulannya dengan Parkinson’s disease.

Sunday Express memilih sorotan soal kematian ketika orang menyeberangi Channel dengan kapal kecil. Koran itu menyoroti pertanyaan “When will you stop this tragedy?” kepada pemerintah, sembari mengingatkan bahwa pemerintah sebelumnya menyatakan “progress this year in tackling small boats is indisputable”.

Observer, sementara itu, menampilkan Louise Haigh sebagai tokoh yang disebut sebagai “most powerful woman in Britain”. Dalam pemberitaan koran tersebut, Haigh disebut “Burnham’s de facto deputy” dan digambarkan membawa “Sheffield steel to Westminster”.

Di bagian hiburan, Sun on Sunday memberi perhatian pada dunia acara televisi. Koran itu memunculkan “Strictly warning” yang ditujukan kepada juri kepala Shirley Ballas terkait pasangan barunya, termasuk pesan yang disebut berasal dari mantan tunangan sang partner.

Sementara itu, Sunday Times membawa isu lain yang bersinggungan dengan keamanan. Koran tersebut menulis bahwa seorang mantan pengawal badan dari pemimpin Hamas memperoleh suaka dan kewarganegaraan di Inggris sebelum “plotting” serangan di Eropa menjelang peringatan kedua serangan 7 Oktober, dengan catatan bahwa nama pria tersebut tidak disebutkan demi alasan hukum.

Rangkaian headline ini menunjukkan bagaimana satu pekan dapat menyatukan olahraga, isu kesehatan reproduksi, hingga perdebatan kebijakan dan keamanan. Dari reaksi Noel Gallagher atas keputusan City, hingga ketidakpastian pasien IVF akibat insolvensi klinik, publik kembali dihadapkan pada dampak yang terasa langsung dalam kehidupan sehari-hari.