jurnalistik.co.id – Partai Konservatif menanggapi komentar Andy Burnham soal Manchester City dengan nada tajam. Menurut mereka, Perdana Menteri Inggris itu “completely out of touch” dalam pembicaraannya mengenai pelanggaran aturan keuangan Liga Premier oleh klub tersebut.
Burnham, yang merupakan walikota Greater Manchester hingga Juni, menyatakan pada Rabu bahwa ia akan “really concerned” bila pemilik City memutuskan untuk menjual klub setelah kasus bergulir. Keprihatinan itu muncul ketika Manchester City dinyatakan bersalah oleh komisi independen atas sebagian besar dari total 115 tuduhan yang mereka hadapi.
Konservatif kemudian menilai pernyataan Burnham sebagai sesuatu yang janggal dalam situasi yang masih berjalan. Pihak Tories menyebut komentar itu “frankly extraordinary”, serta memunculkan banyak sorotan dari kalangan sepak bola.
Downing Street mengaku telah dihubungi untuk memberikan tanggapan. Sementara itu, Manchester City membantah adanya pelanggaran dan masih memiliki waktu hingga Jumat untuk mengajukan banding.
Di antara temuan komisi independen, terdapat dugaan bahwa City mengatur “sham contracts” dengan sejumlah mitra komersial. Temuan itu disebut sebagai bagian dari skema untuk menyamarkan pendanaan rahasia yang nilainya “more than £830m”.
Liga Premier sendiri menyatakan City “systematically broke Premier League Rules for nearly a decade”. Dalam pandangan Konservatif, rangkaian temuan tersebut membuat komentar Burnham perlu ditinjau ulang, terutama terkait sikapnya yang disebut mendukung pemilik.
Konservatif menuduh Burnham “publicly backing the owners even as the investigation continues”. Mereka juga mempertanyakan apakah ada “political pressure” yang sedang diterapkan dalam proses yang tengah berjalan.
Dalam wawancara bersama political editor BBC Chris Mason, Burnham menegaskan bahwa ia “not getting directly involved in the process”. Ia menambahkan: “This has to be a process undertaken independently by the Premier League.”
Burnham juga menyatakan situasi itu “contested by Manchester City”. Ia kemudian berkata, “it would be ‘wrong’ to ‘jump to a conclusion’”, sehingga menurutnya tidak tepat jika publik langsung mengambil kesimpulan sebelum seluruh proses selesai.
Ketika ditanya apakah ia khawatir pemilik City sejak 2008—dipimpin Sheikh Mansour, yang merupakan anggota keluarga kerajaan serta wakil perdana menteri Uni Emirat Arab—mungkin menjual klub, Burnham menjawab dengan nada pribadi. Ia menyatakan: “I would be really concerned to lose them.”
Berita Terkait
Burnham melanjutkan alasannya dengan menekankan peran pemilik dalam perkembangan Manchester. “They’ve been such a huge partner in the building of modern Manchester and obviously the building of Manchester City into the global force that it is,” katanya, sebelum menegaskan batasannya: “I can’t intervene more in the process, it would be wrong for me to do that.”
Menanggapi komentar Burnham, shadow minister untuk olahraga Louie French menyurakan agar pemerintah menjaga politik dari sepak bola. Ia meminta agar “keep politics out of football and ensure the Premier League’s independent commission can do its job free of outside influence”.
French menggambarkan bahwa tuduhan yang dihadapi City dianggap belum pernah terjadi sebelumnya. Ia menambahkan: “The club face unprecedented allegations and fans are horrified by what they are reading in the papers,” lalu mempertanyakan sikap Burnham dengan kalimat: “Yet Burnham is publicly backing the owners even as the investigation continues.”
Menurut French, para penggemar wajar bertanya apakah “political pressure” sedang diterapkan dan bagaimana hal itu berkaitan dengan investasi pemilik yang diberitakan luas di Manchester. Ia menutup penilaian dengan menegaskan prinsip tata kelola yang independen: “Football must be governed independently, with the rules applying equally to everyone. Fans deserve confidence that no club or owner is above those rules.”
Di sisi proses hukum dan kompetisi, panel independen yang menyatakan City bersalah akan menggelar sidang sanksi. Sidang itu dapat memakan waktu berbulan-bulan untuk memutuskan bentuk hukuman, yang dapat mencakup denda besar atau pengurangan poin.
City masih memiliki jalur banding baik atas putusan bersalah maupun atas sanksi yang dijatuhkan. Dalam pernyataannya, City menyebut mereka “both disappointed and surprised by the opinion of the Premier League Commission” dan tetap menyatakan tidak bersalah atas seluruh tuduhan yang dilayangkan.
Peran regulator independen
Kasus ini juga disorot dari sisi lembaga pengatur yang dibentuk pemerintah pada 2025. Ketua Independent Football Regulator (IFR), David Kogan, mengatakan perkara tersebut menimbulkan “serious issues”.
Dalam pernyataan resminya, Kogan menegaskan IFR “has powers to assess the suitability of owners, directors and executives and we will use these powers where appropriate”, dengan mengambil mempertimbangkan temuan yang dibuat oleh liga. Ia menambahkan bahwa proses masih berlangsung dan ia berharap penyelesaian cepat.
Sementara itu, Burnham juga menyatakan bahwa ia “of course” yakin interaksinya dengan pemilik City saat ia masih menjadi walikota Greater Manchester dapat bertahan terhadap pemeriksaan publik. Ia membandingkan situasi City dengan kasus Everton, klub yang ia dukung, yang pernah didakwa terkait pelanggaran lebih ringan pada aturan keuangan Liga Premier pada 2023, namun menurutnya ia “hold[s] the view very firmly that they weren’t fairly treated in that process”.
Komentar Burnham keluar di tengah kegemparan luas dalam sepak bola mengenai skala temuan komisi independen dan kekuatan pernyataan Liga Premier atas tindakan City. Dengan sidang sanksi yang berpotensi berjalan lama, ketidakpastian tentang langkah berikutnya tetap menjadi sorotan utama.



