Otomotif

AISI Proyeksikan Penjualan Motor 2026 di Rentang 6,4–6,7 Juta Unit

×

AISI Proyeksikan Penjualan Motor 2026 di Rentang 6,4–6,7 Juta Unit

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Penjualan Motor 2026 Ditargetkan Tembus 6,7 Juta Unit

jurnalistik.co.id – Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memproyeksikan penjualan motor domestik sepanjang 2026 berada pada kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit. Menurut asosiasi, angka tersebut mencerminkan optimisme industri roda dua terhadap pasar di dalam negeri.

Proyeksi AISI juga memperlihatkan keyakinan bahwa pertumbuhan industri masih berjalan dalam koridor jangka panjang yang stabil atau Steady Long-Term Growth. Kendati demikian, AISI menilai persaingan antarmerek makin ketat dan perhatian konsumen terhadap kendaraan listrik terus meningkat.

Sekretaris Jenderal AISI, Hari Budianto, menjelaskan bahwa kondisi pasar terutama masih ditopang oleh mesin pembakaran dalam. Ia menyampaikan bahwa basis kendaraan konvensional diproyeksikan tetap menjadi penyangga utama di tengah dinamika industri.

Hari Budianto menegaskan bahwa, “Pasar mesin pembakaran dalam (Internal Combustion Engine/ICE) diproyeksikan tetap tumbuh di tengah persaingan yang makin ketat, meskipun pengembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) masih menghadapi tantangannya tersendiri,” di Jakarta pada Jumat (20/8/2026).

Berdasarkan perhitungan AISI, pola pertumbuhan tersebut tidak berhenti pada 2026. Pada 2027, penjualan motor nasional diperkirakan meningkat menjadi sekitar 6,5 juta hingga 6,8 juta unit, dengan laju yang tetap mempertahankan arah ekspansi industri.

Asosiasi menilai ketahanan ekonomi domestik menjadi faktor penting yang mampu menjaga kepercayaan konsumen. AISI memandang bahwa ekonomi yang tetap solid berpotensi mendukung daya beli masyarakat sehingga aktivitas pembelian kendaraan tetap terpelihara.

Selain faktor ekonomi, stabilitas harga komoditas turut diperhitungkan dalam proyeksi industri. Menurut AISI, kondisi harga yang relatif terjaga dapat memberi dampak positif pada perekonomian sekaligus menjaga konsumsi berjalan lebih konsisten.

AISI juga menyoroti kebijakan pemerintah sebagai variabel yang dapat mendorong pergerakan ekonomi. Salah satu aspek yang disebut adalah keberlanjutan penyaluran bantuan sosial, yang diharapkan ikut menjaga ritme konsumsi masyarakat.

Dengan kombinasi berbagai faktor tersebut, AISI menyatakan tetap optimistis terhadap prospek pasar sepeda motor nasional meski industri menghadapi sejumlah tantangan. Dalam pandangan asosiasi, tantangan yang muncul tidak otomatis mengubah arah pertumbuhan, tetapi lebih mendorong industri untuk beradaptasi.

Optimisme AISI bahkan tidak hanya melekat pada proyeksi 2026 dan 2027. Untuk jangka waktu lebih panjang, industri sepeda motor nasional menargetkan volume penjualan mencapai sekitar 7 juta hingga 7,5 juta unit pada 2030.

Target tersebut menunjukkan bahwa AISI melihat ruang pertumbuhan yang masih cukup besar bagi kendaraan roda dua di Indonesia. Di saat yang sama, asosiasi memperkirakan pasar motor bermesin pembakaran internal tetap memiliki basis konsumen yang kuat, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada percepatan elektrifikasi.

Dalam konteks elektrifikasi, AISI menilai pengembangan kendaraan listrik masih menghadapi sejumlah tantangan. Karena itu, proses peralihan diperkirakan tidak berlangsung secara instan, melainkan bergerak bertahap seiring kesiapan ekosistem pendukung.

Dengan pertimbangan tersebut, AISI memproyeksikan kendaraan konvensional dan kendaraan listrik akan beriringan dalam beberapa tahun mendatang. Industri, menurut asosiasi, perlu terus menyesuaikan strategi agar tetap relevan bagi beragam kebutuhan konsumen yang belum sepenuhnya seragam.

Secara keseluruhan, proyeksi AISI menempatkan pasar motor domestik sebagai bagian dari pertumbuhan jangka panjang yang terarah. Mulai dari angka target 6,4–6,7 juta unit pada 2026, berkembang menjadi 6,5–6,8 juta unit pada 2027, hingga sasaran 7–7,5 juta unit pada 2030, arah kebijakan dan kondisi ekonomi menjadi penentu penting bagi berlanjutnya tren tersebut.

Dalam proyeksinya, AISI juga menekankan bahwa ketatnya persaingan antarmerek membuat industri harus menjaga daya tarik produk sekaligus memastikan ketersediaan dukungan bagi konsumen. Di sisi lain, meningkatnya perhatian terhadap kendaraan listrik tidak serta-merta menghapus peran kendaraan bermesin pembakaran dalam, karena basis pengguna kendaraan konvensional masih dipandang kuat sebagai penopang utama.

AISI memandang, untuk merespons perubahan tersebut, strategi perlu disusun secara bertahap. Peralihan menuju kendaraan listrik diproyeksikan berlangsung seiring kesiapan ekosistem pendukung, sementara kendaraan konvensional tetap berjalan dalam kerangka pertumbuhan jangka panjang yang stabil. Dengan pola tersebut, arah ekspansi industri diharapkan tetap terjaga dari tahun ke tahun, termasuk ketika indikator ekonomi domestik dan stabilitas harga komoditas ikut memberi pengaruh pada ritme konsumsi masyarakat.