Peristiwa

Anak Krakatau Erupsi Lima Kali dalam Empat Jam, Kolom Abu Setinggi 400 Meter

×

Anak Krakatau Erupsi Lima Kali dalam Empat Jam, Kolom Abu Setinggi 400 Meter

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Dalam 4 Jam, Anak Krakatau Erupsi 5 Kali, Kolom Abu Tembus 400 Meter

jurnalistik.co.id – Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali meningkat. Pada Sabtu (22/8/2026), gunung api itu tercatat mengalami lima kali erupsi dalam rentang sekitar empat jam.

Menurut laporan MAGMA Indonesia, rangkaian letusan berlangsung mulai pukul 11.57 WIB hingga 15.43 WIB. Dari rangkaian tersebut, beberapa erupsi menghasilkan kolom abu yang dapat mencapai hingga 400 meter di atas puncak.

Secara umum, pengamatan menunjukkan letusan berlangsung berulang dan tetap memerlukan pemantauan. Hal ini sejalan dengan status aktivitas yang masih berada pada Level III atau Siaga.

Erupsi pertama hingga akhir rentang pengamatan

Erupsi pertama terjadi pada pukul 11.57 WIB. Dari pengamatan, kolom abu yang muncul berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal. Kolom abu itu teramati bergerak ke arah barat daya.

Pada letusan pertama, MAGMA Indonesia mencatat amplitudo maksimum 55 milimeter dengan durasi 139 detik. Informasi ini menjadi penanda awal adanya peningkatan aktivitas pada periode yang sama.

Pada sore hari, aktivitas kembali menunjukkan kenaikan. Letusan berikutnya tercatat pada pukul 15.12 WIB, dengan kolom abu sekitar 200 meter di atas puncak.

Satu menit berselang, tepatnya pukul 15.13 WIB, erupsi kembali terjadi. Kali ini, kolom abu teramati mencapai sekitar 400 meter di atas puncak, dan saat laporan dibuat, erupsi masih berlangsung.

Setelah itu, letusan berikutnya muncul pada pukul 15.40 WIB. Kolom abu kembali mencapai sekitar 400 meter di atas puncak, dengan amplitudo maksimum 60 milimeter serta durasi 71 detik.

Rangkaian berlanjut hingga pukul 15.43 WIB. Pada erupsi terakhir dalam rentang tersebut, kolom abu sekitar 400 meter masih teramati. MAGMA Indonesia mencatat amplitudo maksimum 55 milimeter dengan durasi 15 detik.

Dengan demikian, dalam rentang 31 menit sejak pukul 15.12 hingga 15.43 WIB, tercatat empat kali erupsi, setelah sebelumnya letusan pertama terjadi pada pukul 11.57 WIB.

Keterangan petugas: aktivitas berulang, pemantauan terus dilakukan

Petugas Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suwardi menyatakan bahwa rangkaian letusan tersebut menunjukkan aktivitas gunung api masih berlangsung.

Ia menegaskan bahwa letusan terjadi berulang. Karena itu, pemantauan perlu terus dilakukan secara terus-menerus.

Menurut Andi, kemunculan beberapa erupsi dalam waktu berdekatan belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan akan terjadi letusan yang lebih besar. Ia mengingatkan agar perkembangan data menjadi acuan utama.

“Kita lihat perkembangan datanya. Yang penting saat ini aktivitasnya masih fluktuatif dan tetap kita pantau,” ujar Andi Suwardi pada Sabtu (22/8/2026).

Imbauan agar warga menjauhi kawah aktif

Selain memantau dinamika erupsi, petugas juga menyampaikan imbauan keselamatan kepada masyarakat. Andi meminta warga tidak mendekati kawasan Anak Krakatau meski kondisi di sekitar permukiman relatif aman.

Ia menekankan agar publik tidak berada di sekitar kawah aktif. Andi menyebut radius tiga kilometer perlu dikosongkan dari aktivitas masyarakat, wisatawan, maupun pendaki.

Imbauan tersebut terkait langsung dengan keberadaan kolom abu yang teramati bergerak dan meningkat pada beberapa waktu erupsi. Dengan status Level III atau Siaga, penyesuaian langkah pengamanan dinilai penting mengikuti arahan pengamatan di lapangan.

Petugas juga menempatkan pemantauan sebagai bagian dari langkah lanjutan, mengingat aktivitas yang masih fluktuatif. Masyarakat diminta tetap mengikuti informasi resmi dari pos pengamatan untuk memastikan keselamatan selama periode peningkatan aktivitas ini.

Dalam rentang pengamatan yang sama, aktivitas menunjukkan pola letusan berulang dengan interval singkat, mulai dari erupsi pertama pada 11.57 WIB hingga rangkaian terakhir yang tercatat sampai 15.43 WIB. Pada beberapa letusan, kolom abu mencapai ketinggian hingga sekitar 400 meter, sementara pada letusan lain berada di kisaran 200 meter.

Petugas juga menekankan bahwa penilaian tidak hanya berdasar kemunculan erupsi yang terjadi berdekatan, melainkan pada perkembangan data yang terus dikumpulkan. Dengan aktivitas yang masih berada pada Level III atau Siaga, pengamatan dimaksudkan agar perubahan intensitas dapat direspons secara cepat dan tepat.

Terkait imbauan keselamatan, petugas mengingatkan agar masyarakat tidak berada di sekitar kawah aktif dan menjaga jarak sesuai rekomendasi radius tiga kilometer dari aktivitas. Selain itu, publik diminta mengikuti informasi resmi dari pos pengamatan selama periode peningkatan aktivitas ini agar langkah yang diambil tetap sesuai arahan di lapangan.