jurnalistik.co.id – Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan menyusul insiden kecelakaan yang terjadi di Tol Jagorawi pada Minggu, 27 September 2026.
Insiden tersebut melibatkan mobil tangki LPG di ruas Tol Cililitan–Jagorawi, tepatnya di Flyover Interchange Cawang arah Bogor menuju wilayah Bogor.
Menurut Reno Fri Daryanto, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga, peristiwa bermula ketika mobil tangki dalam perjalanan dari Integrated Terminal Jakarta menuju SPPBE Cikembar, Sukabumi, setelah melakukan pengisian.
Dalam keterangan resminya, Reno menyebut gangguan kendali menjadi penyebab awal kecelakaan.
“Berdasarkan informasi awal, mobil tangki mengalami gangguan kendali sehingga menabrak pembatas jalan dan mengenai kendaraan lain di sekitarnya. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Awak Mobil Tangki dan pengendara kendaraan lain yang terdampak dalam kondisi selamat dan telah mendapatkan pemeriksaan,” ujarnya.
Reno menambahkan, Pertamina Patra Niaga melalui Integrated Terminal Jakarta melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan pihak terkait untuk penanganan kejadian di lokasi.
Penarikan LPG dan pengamanan awal
Untuk menjaga aspek keselamatan, proses penanganan tidak hanya berfokus pada kendaraan terdampak, tetapi juga pada produk LPG yang berada di dalam mobil tangki.
Pertamina menyatakan bahwa produk LPG akan dilakukan penarikan dan pengamanan terlebih dahulu menggunakan head truck pengganti yang telah berada di lokasi kejadian.
Berita Terkait
Selain langkah pengamanan tersebut, penyelesaian atas kendaraan lain yang terdampak juga telah dilakukan melalui mekanisme musyawarah.
Dalam bagian penjelasan berikutnya, Reno menegaskan pemeriksaan kesiapan awak sebelum keberangkatan dilakukan sesuai standar operasional.
“Sesuai SOP yang berlaku, pemeriksaan kondisi Awak Mobil Tangki (AMT) telah dilakukan sebelum keberangkatan dan dinyatakan laik jalan. Pertamina Patra Niaga senantiasa mengutamakan aspek keselamatan (HSSE) dalam setiap operasional distribusi energi serta mengimbau pengguna jalan untuk senantiasa berhati-hati saat berkendara,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jalan selama proses penanganan di ruas tol yang menjadi lokasi insiden.
Pertamina Patra Niaga menutup keterangan dengan menekankan pentingnya kehati-hatian berkendara, terutama saat melintasi ruas jalan tol, sambil memastikan prosedur penanganan dijalankan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Melalui permohonan maaf tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat menyampaikan bahwa pihaknya memahami ketidaknyamanan yang dialami pengguna jalan selama proses penanganan di sekitar lokasi kejadian di Tol Jagorawi. Koordinasi dilakukan agar penanganan dapat berjalan tertib dan sesuai ketentuan.
Dalam rangkaian penjelasannya, perusahaan menegaskan bahwa pengiriman tangki LPG berawal dari Integrated Terminal Jakarta menuju SPPBE Cikembar, Sukabumi, setelah proses pengisian dilakukan. Informasi awal yang disampaikan juga menyebut bahwa gangguan kendali menjadi faktor yang memicu terjadinya tabrakan dengan pembatas jalan hingga berdampak pada kendaraan lain di sekitarnya.
Pertamina Patra Niaga juga menyampaikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Awak Mobil Tangki dan pengendara kendaraan lain yang terdampak disebut dalam kondisi selamat, serta telah mendapatkan pemeriksaan. Penanganan diarahkan untuk memastikan keamanan semua pihak yang berhubungan dengan kejadian.
Untuk aspek keselamatan produk, perusahaan menyebut bahwa penarikan LPG dilakukan lebih dahulu menggunakan head truck pengganti yang telah berada di lokasi kejadian. Setelah langkah pengamanan produk selesai, perhatian diarahkan pada penyelesaian terhadap kendaraan lain yang terdampak melalui mekanisme musyawarah, sehingga proses tindak lanjut dapat berjalan secara baik dan terarah.
Rangkaian respons ini juga mempertegas komitmen penerapan prosedur operasional dan pengutamaan HSSE dalam distribusi energi. Pertamina menyatakan pemeriksaan kesiapan Awak Mobil Tangki dilakukan sebelum keberangkatan dan dinyatakan laik jalan sesuai SOP yang berlaku, sembari mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati saat melintasi ruas tol.












