Peristiwa

Stimulus Diskon Nataru 2026/2027 Naik Jadi Rp883 Miliar

×

Stimulus Diskon Nataru 2026/2027 Naik Jadi Rp883 Miliar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Anggaran Diskon Transportasi Nataru Ditingkatkan Jadi Rp883 M - Market

jurnalistik.co.id – Pemerintah menetapkan anggaran stimulus diskon transportasi untuk periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027 sebesar Rp883 miliar. Angka ini naik sekitar 128% dibanding alokasi pada periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat Rp387,53 miliar.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo dalam acara peluncuran stimulus ekonomi transportasi Nataru di Jakarta pada Minggu (8/11/2026). Dalam kesempatan tersebut, Dradjad menjelaskan bahwa skema diskon diarahkan untuk mendukung mobilitas masyarakat menjelang Nataru.

Menurut Dradjad, besaran stimulus tahun ini tidak hanya bertambah, tetapi juga melibatkan cakupan yang sama seperti tahun lalu. Pemerintah mengalokasikan dukungan untuk empat moda transportasi, yakni kereta api, angkutan laut, penyeberangan, serta angkutan udara.

“Tahun lalu itu anggarannya Rp387 miliar, nah tahun ini itu sama 4 moda, kemudian target penumpangnya dan target anggarannya adalah Rp883 miliar. Jadi pemerintah mengalokasikan lebih dari dua kali lipat anggaran untuk stimulus menjelang Nataru,” ujar Dradjad dalam acara peluncuran stimulus ekonomi transportasi Nataru di Jakarta, Minggu (8/11/2026).

Dari sisi kenaikan nominal, Dradjad menyebut terdapat tambahan alokasi anggaran sekitar Rp495,47 miliar dibanding periode Nataru sebelumnya. Dengan demikian, program stimulus kali ini mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat jika dibandingkan alokasi tahun sebelumnya.

Meski terjadi kenaikan anggaran yang signifikan, cakupan stimulus tetap mempertahankan pola yang sama, yaitu menyasar empat moda transportasi yang telah disebutkan. Artinya, pemerintah memilih untuk memperbesar dukungan pada jalur-jalur mobilitas yang sebelumnya juga menjadi target program pada Nataru tahun lalu.

Dradjad juga menegaskan bahwa program tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto. Arahan itu kemudian dikoordinasikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, sejalan dengan penataan kebijakan stimulus ekonomi menjelang periode libur panjang.

Dengan format seperti tersebut, peningkatan anggaran Rp883 miliar menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat insentif diskon transportasi pada musim Nataru 2026/2027. Besaran anggaran yang melonjak dibanding tahun sebelumnya menggambarkan intensi kebijakan yang lebih kuat dibanding periode yang sama dalam siklus sebelumnya.

Di saat program diskon transportasi diperluas secara nilai, pemerintah menjaga konsistensi pada jenis moda yang diintervensi. Keputusan untuk tetap menggunakan empat moda yang sama—kereta api, angkutan laut, penyeberangan, dan angkutan udara—memastikan arah kebijakan tidak berubah drastis, sekaligus menegaskan fokus stimulus pada sektor transportasi.

Secara keseluruhan, peluncuran stimulus ekonomi transportasi Nataru menempatkan kenaikan anggaran sebagai elemen utama untuk periode 2026/2027. Angka Rp883 miliar yang disebut pemerintah, bersama rujukan kenaikan sekitar 128% dan tambahan sekitar Rp495,47 miliar, menjadi dasar perhitungan skala program yang akan berjalan selama masa Natal dan Tahun Baru.

Dalam penjelasan pada acara peluncuran tersebut, Dradjad menempatkan besaran stimulus sebagai bagian dari upaya pemerintah menghadirkan dukungan yang lebih kuat pada momen Natal dan Tahun Baru. Dengan anggaran yang naik dan cakupan yang tetap, skema diskon diarahkan agar perjalanan masyarakat dapat berlangsung lebih lancar menjelang periode libur panjang.

Dradjad juga menyoroti bahwa besaran dukungan tidak hanya bertambah dari sisi nilai, melainkan disusun dengan kerangka yang sama seperti tahun lalu, termasuk dukungan pada empat moda transportasi. Kombinasi antara mempertahankan moda yang dituju dan memperbesar alokasi membuat program dinilai tetap terukur, sementara dorongan ekonominya menjadi lebih besar dibanding periode sebelumnya.

Lebih jauh, ia menyebut program itu berangkat dari arahan Presiden Prabowo Subianto, lalu dikoordinasikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Penyusunan kebijakan tersebut diposisikan sebagai bagian dari penataan stimulus ekonomi menjelang masa Nataru, sehingga peningkatan anggaran Rp883 miliar dipahami sebagai penguatan insentif pada sektor transportasi.