Hukum & Kriminal

Antrean Pertalite di Gorontalo Mulai Landai, Namun Beberapa SPBU Masih 50–100 Meter

×

Antrean Pertalite di Gorontalo Mulai Landai, Namun Beberapa SPBU Masih 50–100 Meter

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Antrean Pertalite Mulai Landai, Lonjakan Permintaan dan Dugaan Penyalahgunaan Jadi Perhatian

jurnalistik.co.id – Antrean Pertalite di sejumlah SPBU wilayah Gorontalo mulai menunjukkan penurunan. Meski begitu, di beberapa titik pada jam-jam tertentu antrean masih dapat mencapai 50–100 meter di luar area SPBU.

Kondisi tersebut disampaikan sebagai gambaran awal setelah lonjakan permintaan yang sebelumnya terjadi. Secara umum, antrean disebut sudah mulai landai, tetapi pihak pengelola tetap mengakui masih ada titik yang mengalami penumpukan kendaraan.

Manajer Pertamina Patra Niaga Gorontalo, Satria Saputra Harahap, menjelaskan bahwa lonjakan terjadi karena peralihan konsumen dari Pertamax ke Pertalite. Menurutnya, disparitas harga menjadi faktor yang ikut mendorong perubahan pilihan pembelian BBM di masyarakat.

Selain meningkatnya permintaan, Satria juga menyoroti potensi penimbunan dan penyalahgunaan BBM subsidi. Ia menekankan bahwa pengawasan diperlukan, khususnya karena praktik pembelian berulang dinilai dapat membuka celah tidak tepat sasaran.

“Secara umum antrean sudah mulai landai, meskipun di beberapa titik masih terjadi antrean. Kami terus mengoptimalkan penyaluran dan memperketat pengawasan agar BBM subsidi tepat sasaran,” ujar Satria.

Penguatan distribusi dan pemantauan stok

Untuk mengantisipasi dinamika antrean, Pertamina disebut telah mempercepat penyaluran dari IT Gorontalo sejak pukul 01.00 WITA. Langkah ini dilakukan agar pasokan lebih siap menghadapi periode lonjakan yang biasanya muncul pada jam tertentu.

Upaya penambahan layanan pengisian juga dilakukan melalui rekonfigurasi nozzle. Dengan penataan ulang jalur pengisian, proses pengisian di lokasi diharapkan dapat berjalan lebih efektif sehingga kendaraan yang antre tidak terus memanjang.

Pertamina juga melakukan monitoring stok dan antrean secara berkala. Pemantauan rutin ini menjadi dasar bagi penyesuaian operasional di lapangan, terutama untuk memastikan stok tersedia dan antrean bisa dikendalikan.

Sidak SPBU bersama Satgas BBM

Pengawasan tidak hanya dilakukan dari sisi operasional distribusi. Sidak SPBU dilakukan bersama Tim Satgas BBM Provinsi Gorontalo untuk memperkuat kontrol penyaluran BBM subsidi.

Dengan kombinasi percepatan penyaluran, penambahan jalur pengisian, serta pemeriksaan langsung di lapangan, langkah yang dijelaskan bertumpu pada dua tujuan utama: menjaga ketersediaan dan memastikan penyaluran benar-benar tepat sasaran.

Dalam konteks inilah, perhatian terhadap potensi penimbunan dan penyalahgunaan tetap menjadi bagian dari agenda pengawasan. Pihak terkait mengaitkan risiko tersebut dengan pola pembelian berulang yang dapat mengganggu distribusi kepada pengguna yang berhak.

Meski antrean secara umum mulai landai, situasi di beberapa SPBU masih membutuhkan kewaspadaan. Karena itu, pengelola menegaskan akan terus mengoptimalkan penyaluran dan memperketat pengawasan agar layanan tetap berjalan teratur.

Perkembangan antrean yang berfluktuasi tersebut juga memperlihatkan bahwa perbaikan kapasitas dan kontrol lapangan menjadi penentu utama. Saat antrean mulai turun, fokus tetap diarahkan pada pencegahan agar tidak terjadi lonjakan baru maupun penyimpangan dalam penyaluran BBM subsidi.

Meski tren antrean sudah menunjukkan penurunan, situasi tetap bergerak dinamis mengikuti jam-jam dengan lonjakan permintaan. Pada beberapa lokasi, antrean yang muncul di luar area SPBU menunjukkan bahwa respons di lapangan perlu berlangsung konsisten, bukan hanya saat kondisi memuncak. Karena itu, pengelola memadukan pemantauan berkala dengan penyesuaian langkah operasional agar antrean tidak kembali melebar dan distribusi dapat berjalan lebih tertib.

Dalam pelaksanaan di lapangan, upaya percepatan penyaluran diiringi dengan penataan alur pengisian melalui rekonfigurasi nozzle. Penataan ini bertujuan memperlancar proses pengisian sehingga kendaraan yang datang tidak harus menunggu terlalu lama dalam satu titik yang sama. Pemantauan stok dan antrean yang dilakukan secara rutin kemudian dipakai sebagai pijakan untuk menentukan kebutuhan penyesuaian layanan, termasuk memastikan pasokan tetap tersedia pada periode yang sebelumnya memunculkan lonjakan.

Pengawasan juga diperkuat melalui sidak SPBU bersama Satgas BBM Provinsi Gorontalo, dengan fokus pada dua hal: ketersediaan di lokasi dan ketepatan penyaluran kepada pihak yang berhak. Pemeriksaan langsung tersebut menjadi bagian dari upaya mencegah potensi penimbunan dan penyalahgunaan BBM subsidi, terutama ketika muncul indikasi pembelian berulang yang berpotensi mengganggu distribusi. Dengan kombinasi kontrol operasional dan pengawasan di lapangan, pengelola menegaskan akan menjaga agar tidak terjadi lonjakan baru maupun penyimpangan dalam penyaluran.