Peristiwa

Jembatan paling sering ditabrak di Inggris di Hinckley dihantam dua kali dalam dua hari

×

Jembatan paling sering ditabrak di Inggris di Hinckley dihantam dua kali dalam dua hari

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: 'Britain's most bashed' bridge in Hinckley hit twice in two days

jurnalistik.co.id – Jembatan kereta di area Hinckley, Leicestershire, tercatat kembali terkena tabrakan kendaraan berat untuk kedua kalinya dalam rentang dua hari terakhir. Insiden ini membuat lalu lintas di Jalan A5 Watling Street ditutup sementara, sementara pihak berwenang menilai dampaknya terhadap struktur.

Menurut Leicestershire Police, pada Minggu (Sunday) sekitar pukul 05:52 BST, kendaraan truk menabrak jembatan tersebut. Akibat kejadian itu, polisi menutup A5 Watling Street di dekat Hinckley untuk memungkinkan penanganan di lokasi dan mencari jalur alternatif.

Penutupan jalan kemudian berulang pada Senin (Monday) siang hari. Polisi menyatakan bahwa arus kendaraan dihentikan karena “road traffic collision” yang melibatkan jembatan, dan petugas meminta pengguna jalan memilih rute lain selama proses penanganan.

Pada keterangan berbeda, juru bicara Network Rail menyebut tidak ditemukan kerusakan pada struktur jembatan. Namun, mereka menegaskan bahwa tabrakan jembatan tetap menjadi salah satu penyebab gangguan terbesar dalam operasional kereta.

Network Rail menyatakan jembatan diperiksa dalam waktu sekitar 30 menit setelah insiden. Pemeriksaan cepat itu, menurut mereka, membantu memastikan layanan kereta dapat tetap berjalan dengan aman.

Juru bicara Network Rail juga menyebut dampak operasional berupa keterlambatan total 16 menit terhadap layanan kereta. Angka tersebut muncul setelah evaluasi bahwa tidak ada kerusakan yang terdeteksi pada bagian yang terdampak.

Network Rail menuliskan bahwa pada Senin jembatan tersebut ditabrak truk di Watling Street, Hinckley, pada pukul 13:48. Setelah kejadian, pemeriksaan dilakukan dalam 30 menit, dan “no damage was found”, sehingga rangkaian kereta tetap dioperasikan secara aman.

Selain melaporkan waktu pemeriksaan dan dampak penundaan, Network Rail turut menyampaikan imbauan keselamatan kepada pengemudi. Pihak mereka mengajak pengemudi “Wise Up, Size Up”, yakni memahami tinggi kendaraan dan menyesuaikan rute sebelum melintas, serta selalu mematuhi rambu lalu lintas dan sistem peringatan di lokasi jembatan dengan ketinggian terbatas.

Insiden ini kembali mengangkat perhatian publik pada status jembatan tersebut sebagai yang paling sering “dibentur” di Inggris. Network Rail sebelumnya memberikan “dubious honour” kepada jembatan ini pada tahun lalu setelah rangkaian tabrakan tercatat tinggi.

Dalam periode yang disebutkan, tercatat jembatan itu mengalami 22 kali benturan dalam rentang waktu 1 April 2024 hingga 31 Maret 2025. Setelah rekor tersebut, rencana penurunan ketinggian jalan di bawah jembatan mulai menjadi perhatian sebagai upaya pencegahan agar kendaraan tidak terjebak batas tinggi saat melintas.

Pihak Network Rail menyatakan bahwa terdapat rencana untuk menurunkan jalan di bawah jembatan. Meski demikian, rencana tersebut diumumkan mengalami penundaan kembali pada bulan lalu, sehingga proyek perubahan yang diharapkan dapat mengurangi risiko benturan belum berjalan sesuai jadwal.

Penutupan jalan akibat tabrakan pada dua hari berbeda membuat arus di kawasan Hinckley berputar melalui rute alternatif. Polisi juga meminta masyarakat mengikuti arahan petugas di lapangan agar kendaraan tidak masuk ke area yang sedang ditangani.

Dengan adanya dua insiden beruntun—dimulai dari kejadian Minggu pukul 05:52 BST dan berlanjut pada Senin pukul 13:48—Network Rail mengingatkan bahwa meski pemeriksaan menunjukkan tidak ada kerusakan struktur, frekuensi tabrakan tetap berdampak pada gangguan layanan dan penutupan jalur.

Berdasarkan laporan pihak berwenang, respons cepat di lokasi menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran operasional kereta. Meski demikian, imbauan keselamatan kepada pengemudi menekankan bahwa pencegahan sejak perencanaan perjalanan tetap menjadi langkah paling menentukan agar insiden serupa tidak terulang.