jurnalistik.co.id – Huawei menginformasikan kepada sejumlah klien bahwa mereka akan menaikkan harga akselerator kecerdasan buatan (AI) terbarunya secara signifikan. Kenaikan ini terjadi di tengah lonjakan kebutuhan komputasi untuk pusat data, yang diyakini lebih cepat melampaui ketersediaan pasokan.
Untuk produk Huawei Ascend 950DT, harga yang disarankan disebut melonjak sekitar 60% dalam rentang sekitar tiga bulan terakhir. Dengan kenaikan tersebut, tingkat harga yang disebut mencapai 250.000 yuan atau kira-kira US$37.300 per unit.
Informasi tersebut disampaikan berdasarkan keterangan sejumlah orang yang memahami situasi. Mereka meminta identitasnya tidak disebutkan karena pembahasan mengenai perubahan harga tidak dipublikasikan.
Pihak terkait menyatakan penetapan harga tersebut selaras dengan Nvidia Corp. B200. Pernyataan mengenai keselarasan ini mengarah pada perubahan posisi harga Huawei, khususnya ketika klien membandingkan nilai akselerator dari dua pemasok tersebut.
Dalam praktik penjualan, Nvidia dan Huawei disebut menjual prosesor AI dalam paket yang berisi delapan unit atau lebih. Artinya, harga yang diterapkan tidak semata-mata ditentukan oleh satu chip saja, melainkan juga dipengaruhi pola pembelian yang mengikuti konfigurasi paket.
Selain ukuran pesanan, harga juga disebut bervariasi mengikuti jumlah perlengkapan pendukung yang dibeli pelanggan. Perlengkapan pendukung yang dimaksud termasuk perangkat jaringan yang turut dibutuhkan dalam penyiapan infrastruktur untuk penggunaan akselerator.
Keputusan Huawei dinilai mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap alternatif chip Nvidia yang berasal dari China. Pergeseran preferensi ini tidak berdiri sendiri, karena dorongan kebutuhan komputasi AI sedang mengubah strategi pengadaan di kalangan penyedia layanan pusat data.
Dorongan kebutuhan pusat data dan contoh proyek besar
Berita Terkait
Ekspansi pusat data disebut menjadi latar yang memperkuat situasi tersebut. Di konteks ini, perusahaan seperti DeepSeek dikabarkan berencana menggunakan sedikitnya 160.000 akselerator kelas atas dalam proyek pusat data skala besar di Mongolia Dalam.
Proyek tersebut disebut berpotensi menjadi salah satu klaster chip AI Huawei terbesar yang diketahui. Jika rencana itu terealisasi sesuai skala yang disebut, maka kebutuhan akselerator dalam proyek semacam ini bisa menjadi rujukan nyata bagi pemasok terkait dalam mengelola permintaan.
Lonjakan permintaan yang beriringan dengan keterbatasan pasokan juga menjadi alasan yang membuat perubahan harga cepat terjadi. Dalam kondisi seperti ini, pemasok cenderung menyesuaikan harga untuk menyeimbangkan permintaan yang meningkat lebih cepat daripada kemampuan pemenuhan.
Charles Shum, analis Bloomberg Intelligence, menilai kenaikan ini berdampak strategis. “Kenaikan harga mempercepat penguncian ekosistem,” kata Charles Shum, yang menggambarkan bahwa perubahan harga dapat memperkuat keterikatan pelanggan pada ekosistem teknologi yang disediakan.
Dengan kata lain, penyesuaian harga tidak hanya dipandang sebagai respons ekonomi jangka pendek. Ia juga dinilai berkaitan dengan upaya menjaga agar pelanggan tetap berada dalam jalur integrasi perangkat dan infrastruktur yang sudah dibangun.
Di sisi lain, struktur paket penjualan Nvidia maupun Huawei—yang melibatkan minimal delapan unit—menjadikan perencanaan belanja pelanggan semakin kompleks. Variasi harga berdasarkan jumlah perlengkapan pendukung, termasuk perangkat jaringan, membuat total biaya implementasi AI menjadi faktor yang perlu dipetakan sejak awal.
Secara keseluruhan, informasi mengenai Ascend 950DT memperlihatkan bahwa persaingan akselerator AI tidak hanya terjadi pada performa, tetapi juga pada strategi harga, skema pembelian, dan keterkaitan ekosistem. Di tengah kebutuhan pusat data yang terus melonjak, penyesuaian harga menjadi indikator bahwa pasar sedang memasuki fase pengetatan terkait pasokan dan prioritas pengadaan.
Bagi operator pusat data, perubahan harga akselerator tersebut mendorong peninjauan ulang rencana pengadaan, khususnya ketika mereka harus menyeimbangkan kebutuhan komputasi AI dengan pilihan pemasok yang tersedia.
Karena penjualan disebut mengikuti skema paket—dengan minimal delapan unit serta kebutuhan perangkat jaringan sebagai perlengkapan pendukung—kenaikan biaya juga ikut memengaruhi perhitungan total belanja infrastruktur, bukan hanya harga satu chip.












