jurnalistik.co.id – iPhone 18 Pro Max mulai terdeteksi di sejumlah platform uji performa setelah dirilis Apple pada September 2026. Di pengujian awal itu, perangkat disebut membawa chip terbaru Apple A20 Pro yang dibuat dengan proses fabrikasi 2 nanometer.
Dalam laporan tersebut, iPhone 18 Pro Max tercatat tampil di AnTuTu dan Geekbench. Sementara itu, iPhone 18 Pro juga sudah muncul lebih dulu di database Geekbench.
Apple merilis iPhone 18 Pro pada September 2026. Adapun model dasar seri 18 dijadwalkan rilis pada tahun berikutnya.
Untuk hasil AnTuTu, perangkat yang terdaftar dalam sistem pengujian disebut memiliki identitas iPhone 19,3. Asumsi bahwa perangkat tersebut merupakan iPhone 18 Pro Max merujuk pada resolusi layar 2.868 x 1.320 piksel yang dinilai mengarah ke varian Pro berukuran lebih besar.
Di sisi perangkat keras, konfigurasi yang tertera mencantumkan RAM 12 GB serta penyimpanan internal 512 GB. AnTuTu juga menampilkan sistem operasi iOS 27 bersamaan dengan chip Apple A20 Pro.
Skor keseluruhan yang dicatat iPhone 18 Pro Max pada AnTuTu iOS V11 mencapai 3.551.073 poin. Angka tersebut menjadi salah satu indikator performa pada fase pengujian awal.
Pengujian juga merinci performa ke dalam beberapa komponen. Skor CPU berada di angka 920.410 poin pada pengukuran tersebut.
Untuk bagian GPU, perangkat mencetak 1.397.374 poin. Performa memori kemudian terukur sebesar 470.245 poin dalam pengujian yang sama.
Berita Terkait
Sementara itu, komponen UX memperoleh skor 763.044 poin. Kombinasi rincian tersebut membentuk total skor keseluruhan yang tercatat pada AnTuTu.
Berdasarkan hasil uji awal, disebutkan bahwa performa yang teramati menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan generasi sebelumnya. Kesimpulan ini muncul dari temuan bench awal yang sudah tertangkap di platform pengujian.
Di luar AnTuTu, laporan juga menyinggung kemunculan iPhone 18 Pro dalam database Geekbench. Dengan demikian, rangkaian pengujian awal untuk lini iPhone 18 Pro dan Pro Max mulai terkonsolidasi dari lebih dari satu platform.
Perlu dicatat bahwa temuan-temuan ini masih berada pada tahap awal setelah peluncuran resmi. Meski begitu, angka-angka yang terekam, termasuk skor total dan rincian CPU, GPU, memori, serta UX, memberikan gambaran konkret tentang performa yang diuji untuk iPhone 18 Pro Max.
Chip Apple A20 Pro yang disebut diproduksi dengan proses fabrikasi 2 nanometer menjadi bagian penting dari konteks pengujian tersebut. Melalui kombinasi identifikasi perangkat, konfigurasi spesifikasi yang tercantum, dan skor komponen, pengujian awal memperlihatkan bagaimana A20 Pro bekerja di platform benchmark yang dilaporkan.
Jika dilihat dari sebaran skor, pengujian AnTuTu menempatkan GPU sebagai komponen dengan nilai tertinggi, disusul kombinasi performa CPU dan aspek UX. Pola ini biasanya membantu memberi gambaran jenis beban kerja yang paling diuntungkan saat perangkat menjalankan skenario uji tertentu, berdasarkan hasil yang tercatat pada tahap awal.
Detail konfigurasi yang muncul di sistem pengujian juga ikut memperkuat konteks interpretasi benchmark. Pada entri yang disebut berhubungan dengan iPhone 18 Pro Max, perangkat teridentifikasi memakai iOS 27, serta spesifikasi RAM 12 GB dan penyimpanan internal 512 GB. Gabungan informasi ini membuat angka total 3.551.073 poin beserta pecahannya lebih mudah dipahami sebagai hasil dari profil perangkat yang konsisten.
Selain itu, konsistensi jejak uji antar-platform menjadi bagian penting dari lanskap pengujian awal. Model iPhone 18 Pro disebut lebih dulu hadir di Geekbench, lalu iPhone 18 Pro Max muncul pada AnTuTu, sehingga rangkaian pembacaan performa untuk dua varian dalam keluarga seri 18 mulai tersusun dari lebih dari satu basis data.
Dalam konteks chip, pengujian juga menautkan A20 Pro dengan proses fabrikasi 2 nanometer. Kesimpulan yang disampaikan masih bersifat awal setelah rilis resmi, namun angka-angka yang sudah tertera—mulai dari skor keseluruhan hingga CPU 920.410 poin, GPU 1.397.374 poin, memori 470.245 poin, dan UX 763.044 poin—memberikan sinyal bahwa klaim peningkatan performa terhadap generasi sebelumnya terlihat melalui hasil benchmark yang terdokumentasi.












