Teknologi

John Ternus Perkenalkan iPhone Lipat Duo, Harga Mulai $2.000 hingga $3.200

×

John Ternus Perkenalkan iPhone Lipat Duo, Harga Mulai $2.000 hingga $3.200

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Apple's new boss starts with gamble on costly new foldable iPhone

jurnalistik.co.id – John Ternus menjalani minggu kedua sebagai CEO Apple, dan pada acara rilis produk tahunan perusahaan, dia sekaligus memperkenalkan perubahan besar pertama pada jajaran iPhone sejak perangkat itu pertama kali dirilis hampir dua dekade lalu.

Ternus tampil di panggung pada Rabu, berdiri di depan visual besar iPhone lipat perdana yang kini diberi nama “Duo”. Perangkat ini hadir dengan format seperti buku (book-style) dan disebut menjadi ukuran terbesar sepanjang sejarah produk iPhone.

Dari sisi harga, iPhone lipat “Duo” dipatok mulai $2.000 (£1.475) dan naik hingga $3.200. Dengan rentang harga tersebut, Duo juga menjadi iPhone paling mahal yang pernah diperkenalkan Apple.

Ternus menyampaikan bahwa Duo “inspired by the iPad”. Ia juga menggambarkan pengalaman lipatnya sebagai “fluid and completely intuitive.”

Dalam penjelasannya, Apple menempatkan rancangan Duo sebagai hasil evolusi fitur lipat yang sudah dikerjakan dalam beberapa tahun. Ketika dibuka, bentuknya menyerupai iPad berukuran kecil, sedangkan saat dilipat, perangkat menghadirkan tampilan seperti iPhone dengan ukuran yang lebih lebar.

Di kesempatan itu, Ternus menegaskan tujuan Apple adalah menghindari tampilan dan rasa penggunaan yang dianggap serupa pada ponsel lipat lain di pasaran. Ia menyebut perangkat saingannya terasa seperti “two phones stuck together… making a larger screen feel much smaller.”

Menurut Ternus, Duo merupakan “the result of a series of remarkable innovations that we think will redefine the experience of using a foldable phone.” Kalimat itu menjadi penegasan bahwa perusahaan tidak hanya mengedepankan format baru, tetapi juga mengarah pada pengalaman penggunaan yang ingin mereka maknai berbeda.

Ternus sendiri disebut terlibat langsung dalam pengembangan iPhone lipat. Ia menghabiskan bertahun-tahun sebagai eksekutif puncak di divisi perangkat keras Apple sebelum akhirnya ditunjuk awal tahun ini sebagai penerus Tim Cook, yang telah melangkah dari kursi CEO.

Ben Wood, chief analyst di FDM, menilai promosi Ternus kemungkinan memang diselaraskan dengan momen peluncuran iPhone yang dianggap sangat besar. Ia menyebut bahwa penunjukan itu kemungkinan “to coincide with what will be arguably one of the biggest iPhone launches for many years”.

Wood juga menambahkan, “Nothing happens by accident at Apple.” Pernyataan itu menggarisbawahi bahwa Apple cenderung menata timing strategi produk secara matang, termasuk ketika menyiapkan lompatan desain seperti iPhone lipat.

Dalam penilaian lain, perubahan desain iPhone dapat menjadi respons atas kritik bahwa Apple belum benar-benar mendaratkan “produk hit” besar atau inovasi yang benar-benar menonjol sejak iPhone pertama diperkenalkan pada 2007.

Namun, tidak semua pihak memandang iPhone lipat sebagai jaminan pertumbuhan yang mulus. Dipanjan Chatterjee dari Forrester menyatakan, “The foldable risks becoming a premium-priced ornament in the portfolio, imparting badge value but not meaningful growth”.

Chatterjee membandingkan kemungkinan arah perangkat lipat dengan perjalanan Apple pada produk lain seperti Vision Pro. Ia menilai iPhone lipat bisa saja mengambil jalur yang serupa dengan headset Vision Pro, yang berharga $3.699 (£2.729) namun tidak menjadi produk yang sukses di kalangan pembeli.

Di sisi lain, Wood melihat alternatif kemungkinan yang lebih positif. Ia menyebut perangkat lipat bisa berjalan seperti Apple Watch: memang tidak sepopuler iPhone, tetapi dibeli oleh jutaan orang setiap tahun.

Wood juga menyinggung kondisi pasar ponsel lipat saat ini. Menurut pengamatannya, pasar ponsel lipat dari pemain seperti Samsung dan Huawei baru membentuk sekitar 2% dari penjualan smartphone.

FDM memperkirakan, bahkan jika versi Apple mampu mendorong minat dan permintaan, penjualan ponsel lipat hanya diharapkan mencapai 4% dari total pasar dalam satu dekade ke depan. Angka ini sekaligus menunjukkan bahwa ekspansi kategori, meski mungkin terjadi, tetap menghadapi ruang yang relatif terbatas.

Di tengah berbagai proyeksi itu, iPhone sendiri tetap menjadi pusat bisnis Apple. Perangkat tersebut menjadi produk terlaris Apple dan menyumbang lebih dari separuh penjualan perusahaan setiap tahun.

Dalam beberapa kuartal terakhir, Apple juga menekankan bahwa iPhone semakin diminati. Perangkat versi terbaru disebut menjadi peluncuran produk tersukses mereka.

Selain iPhone lipat, Apple juga mengumumkan iPhone 18 dan iPhone 18 Pro. iPhone 18 dijadwalkan mulai dari $1.200 (£885), sedangkan iPhone 18 Pro dimulai dari $1.300 (£959).

Dibandingkan produk iPhone terbaru sebelumnya, kabar harga ini menandai kenaikan yang cukup signifikan: sebelumnya, harga awal tertinggi untuk iPhone terbaru adalah $900 (£664).

Dengan rangkaian pengumuman itu, Apple tampaknya mencoba menempatkan Duo sebagai langkah berani sekaligus penanda era baru kepemimpinan. Ternus, yang sekarang memasuki minggu kedua sebagai CEO, meluncurkan perubahan paling menonjol pada iPhone dalam periode panjang—sementara pasar akan menjadi penentu apakah iPhone lipat akan menjadi lonjakan pertumbuhan atau sekadar simbol status di portofolio.