Teknologi

Samsung Diprediksi Dominasi Pasar, iPhone Lipat Berbasis AI Paling Dinanti

×

Samsung Diprediksi Dominasi Pasar, iPhone Lipat Berbasis AI Paling Dinanti

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Samsung Bakal Kuasai Pasar, iPhone Lipat AI Paling Dinanti - Teknologi

jurnalistik.co.id – Pasar smartphone global menghadapi tahun yang penuh tekanan, terutama karena kondisi pasokan komponen yang makin menantang. Di tengah situasi itu, Samsung kembali diproyeksikan tampil sebagai yang terdepan.

Counterpoint Research memprediksi Samsung Electronics Co. akan merebut posisi teratas di pasar ponsel pintar pada tahun ini. Keyakinan tersebut didasarkan pada ketahanan Samsung terhadap kenaikan harga chip memori, yang menjadi salah satu faktor utama pembebanan biaya di industri.

Menurut analisis Counterpoint, krisis pasokan memori tidak mereda dan justru memburuk sepanjang tahun berjalan. Dampaknya terasa pada volume pengiriman perangkat, dengan proyeksi penurunan yang mulai mengemuka sejak awal tahun.

Untuk tahun 2026, Counterpoint memperkirakan pengiriman unit ponsel global turun sebesar 14,3%. Di antara para produsen, pihak asal China disebut sebagai yang paling terdampak oleh gangguan pasokan tersebut.

Di tengah pelemahan yang diperkirakan ini, Samsung menonjol karena struktur rantai pasoknya. Perusahaan ini disebut memiliki rantai pasokan yang sangat terintegrasi serta jaringan distribusi yang dinilai matang, sehingga mampu menjaga performa ketika pasar cenderung melemah.

Counterpoint memproyeksikan Samsung tetap mencatat pertumbuhan sekitar 0,8% pada periode yang sama. Dengan angka itu, Samsung disebut akan berada tepat di depan Apple Inc., meski kompetisi di pasar tetap ketat.

Selain memandang kemampuan perusahaan bertahan dari sisi biaya, para peneliti juga menilai dinamika yang membentuk kekuatan merek di tengah harga komponen yang lebih mahal. Apple, sebagaimana Samsung, diperkirakan mampu bertahan menghadapi tekanan harga karena komponen yang lebih mahal—namun evaluasinya tidak semulus Samsung.

Counterpoint menuliskan bahwa pandangan terhadap Apple justru lebih hati-hati. Artinya, meskipun Apple dinilai cukup kuat menghadapi kenaikan biaya, sejumlah faktor pasar membuat proyeksinya tidak selapang rivalnya.

Counterpoint juga menempatkan skenario yang lebih luas untuk periode setelah 2026. Secara umum, pasar ponsel pintar diperkirakan kembali mengalami penurunan pada 2027 sebelum akhirnya pulih pada tahun berikutnya.

Pola tersebut menunjukkan bahwa tekanan yang bersumber dari pasokan dan harga komponen kemungkinan belum sepenuhnya selesai dalam waktu dekat. Karena itu, strategi tiap vendor akan menjadi penentu apakah mereka mampu menjaga posisi atau justru terseret pada penurunan volume.

Dalam pemetaan vendor non-Samsung, Counterpoint hanya menyebut satu nama yang diperkirakan tetap mempertahankan pertumbuhan signifikan: Huawei Technologies Co. Dari sudut pandang pasokan, Huawei disebut sudah membangun ekosistem perangkat kerasnya sendiri setelah menghadapi sanksi AS.

Pembangunan pasokan internal tersebut menjadi dasar mengapa Huawei dinilai lebih siap menghadapi gangguan rantai suplai dibanding pemain lain yang sangat bergantung pada ekosistem eksternal. Dengan kata lain, ketahanan yang dicari pasar bukan hanya soal strategi, tetapi juga soal ketersediaan komponen di lapangan.

Kontrasnya, jika sebagian vendor mengalami penurunan akibat kondisi memori yang sulit dipasok, maka Huawei memiliki ruang gerak yang relatif berbeda karena telah melakukan penyesuaian sejak lebih awal. Ini membuat proyeksi pertumbuhannya mendapat tempat khusus dalam laporan Counterpoint.

Proyeksi-proyeksi tersebut juga menekankan bahwa persaingan di pasar smartphone tidak hanya soal inovasi produk, melainkan juga tentang kesiapan ekosistem pendukung. Ketika harga dan pasokan memori menjadi variabel dominan, vendor yang lebih terintegrasi cenderung punya peluang lebih besar untuk menjaga performa.

Dalam konteks itu, Samsung diposisikan sebagai pengecualian. Kombinasi rantai pasok yang terhubung dan distribusi yang sudah mapan dinilai memberi keunggulan saat industri berada dalam fase pasokan yang tidak stabil.

Sementara itu, Apple disebut mampu menahan tekanan akibat komponen yang lebih mahal, namun para peneliti memilih bersikap lebih waspada. Perbedaan nada penilaian ini menggambarkan bahwa kekuatan Apple dinilai cukup, tetapi tidak sepenuhnya bebas dari risiko yang berkaitan dengan kondisi pasar.

Jika pasar kembali melemah pada 2027 seperti yang diperkirakan Counterpoint, maka perhatian akan bergeser pada siapa yang paling cepat menyesuaikan diri terhadap perubahan biaya dan ketersediaan komponen. Samsung dan Huawei tampak menjadi pusat perhatian karena keduanya diproyeksikan memiliki alasan yang lebih kuat untuk bertahan.

Pada akhirnya, proyeksi Counterpoint memberi sinyal bahwa tahun ini masih akan menjadi penentu bagi pergeseran peringkat produsen. Ketika pengiriman global diperkirakan turun 14,3% pada 2026, kenaikan kecil Samsung sebesar 0,8% justru menjadi indikator penting bahwa mereka mampu menahan arus penurunan dan menjaga jarak dari pesaing, termasuk Apple.

Dengan skenario pasar yang masih menghadapi penurunan pada 2027 sebelum pulih berikutnya, investor dan pengamat industri biasanya akan menilai bukan hanya angka pertumbuhan, tetapi juga seberapa jauh strategi pasokan dan distribusi mampu menstabilkan performa. Dari sudut pandang tersebut, laporan Counterpoint menempatkan Samsung sebagai yang paling siap untuk kembali berada di puncak.