jurnalistik.co.id – Kamis mulai pukul 11.00 waktu BST, sebagian siswa di Inggris mulai bisa mengecek nilai GCSE dan kualifikasi berbasis BTec langsung dari ponsel mereka. Informasi nilai itu menyertai rencana pemerintah untuk memperkuat pendidikan vokasi dan teknis, sekaligus menjawab tren meningkatnya ulangan (resit) GCSE Bahasa Inggris dan Matematika.
Secara umum, siswa di Inggris, Wales, dan Irlandia Utara akan menerima hasil GCSE, BTec, serta berbagai kualifikasi Level 2 lainnya pada hari yang sama. Di Inggris, sekolah dan perguruan tinggi tetap membagikan hasil secara langsung melalui amplop terlebih dulu, namun bagi sejumlah sekolah prosesnya juga dibarengi akses digital melalui aplikasi.
Dinas Pendidikan (DfE) menyebut, mulai pukul 11.00 BST siswa di lebih dari 750 sekolah menengah di Inggris dapat melihat hasilnya melalui Education Record. Perlu dicatat, versi digital ini merupakan peluncuran pertama untuk aplikasi tersebut pada sekolah-sekolah yang masuk tahap penggunaan.
Education Record dirancang agar tidak hanya memuat catatan nilai saat penerimaan hasil, tetapi juga menyimpannya untuk kebutuhan perguruan tinggi dan calon pemberi kerja di masa mendatang. Langkah ini, menurut pemerintah, diharapkan mengurangi beban administrasi kertas bagi siswa, guru, dan lembaga penerima.
Selain nilai GCSE, siswa juga mendapatkan hasil untuk BTec Tech Awards, BTec Firsts, serta BTec Level 2 Technical courses, termasuk Cambridge Nationals. Pada tahun sebelumnya, lebih dari 360.000 hasil untuk kualifikasi vokasi dan teknis dibagikan.
Hasil tahun ini juga hadir di tengah rencana pemerintah Inggris untuk meningkatkan akses terhadap pendidikan teknis. Perdana Menteri Andy Burnham mengumumkan rencana agar sekolah dan perguruan tinggi menyediakan lebih banyak mata pelajaran teknis bagi remaja, termasuk bidang seperti manufaktur dan kecerdasan buatan (AI), di samping pembelajaran akademik inti yang berjalan mulai dari Tahun 10.
Ke depan, fokus ini ditujukan pula pada tantangan resit GCSE. Kementerian Pendidikan menyoroti bahwa tahun lalu, 67,4% dari seluruh entri GCSE memperoleh nilai 4/C atau lebih tinggi, sehingga masih ada ruang peningkatan dari sisi capaian siswa pada batas lulus tersebut.
Untuk siswa yang belum mencapai standar di GCSE Bahasa Inggris dan Matematika, mekanismenya tidak hanya berhenti pada hasil hari Kamis. Di Inggris, siswa yang tidak memperoleh minimal nilai 4 pada GCSE Bahasa Inggris dan Matematika diwajibkan melanjutkan studi bersama jalur berikutnya, baik itu A-level, T-level, maupun pilihan lain yang tersedia setelah periode itu.
Berita Terkait
DfE menegaskan, resit tidak dipandang sebagai sebuah kewajiban yang otomatis bagi setiap siswa. Namun, perguruan tinggi umumnya akan mendaftarkan siswa untuk ujian ketika menilai mereka telah siap mengikuti penilaian ulang tersebut.
Untuk jadwal resit, GCSE Bahasa Inggris dan Matematika berlangsung pada November serta pada Mei atau Juni. Tahun lalu, hampir seperempat dari GCSE Matematika dan Bahasa Inggris diambil oleh peserta berusia 17 tahun ke atas, yang mencakup siswa yang duduk ujian pertama kali pada usia lebih matang maupun mereka yang mengulang (resit) kertas ujian sebelumnya.
Pemerintah juga menautkan arah kebijakan pendidikan ini pada temuan yang menyoroti kesenjangan kesempatan setelah kualifikasi Level 2. Laporan yang dipesan pemerintah pada bulan Mei mengutip penelitian bahwa separuh anak muda berusia 18 hingga 25 tahun di Inggris yang tidak memiliki kualifikasi Level 2—termasuk GCSE dengan nilai 4/C ke atas—menghabiskan waktu tanpa berada dalam pekerjaan, pendidikan, atau pelatihan.
Terkait hal tersebut, menteri keterampilan Baroness Jacqui Smith mengatakan pada bulan Oktober bahwa DfE berencana memperkenalkan kualifikasi baru sebagai “stepping stone” atau batu loncatan menuju resit GCSE. Ia menyebut upaya itu diarahkan untuk membantu siswa yang “terlalu sering berada dalam putaran ujian yang menurunkan semangat, lalu gagal dalam ujian tersebut”.
Gambaran pencapaian hasil juga menunjukkan dinamika yang perlu diperhatikan. Data yang disampaikan dalam konteks pengumuman hasil menyebut perempuan lebih mungkin lulus GCSE dibanding laki-laki, dan pada tahun lalu kesenjangan tersebut menjadi yang terendah yang pernah tercatat. Pada saat yang sama, tingkat kelulusan perempuan menurun, sedangkan kelulusan laki-laki naik sedikit.
Di sisi lain, terjadi pula pembeda regional. Kesenjangan antara wilayah dengan performa tertinggi dan terendah menyusut, meski tetap lebih tinggi dibanding masa sebelum pandemi Covid-19. Selain perbedaan utara–selatan, terdapat pula persoalan yang menonjol di wilayah pesisir dan daerah pedesaan.
Contoh yang disebutkan adalah di Inggris Barat Daya: 40% anak yang memenuhi syarat untuk program makan siang gratis memperoleh nilai 4 pada GCSE Matematika dan Bahasa Inggris. Angka itu dibandingkan dengan London yang mencapai 56% pada kelompok kohort yang sama.
BBC juga mencatat bahwa ini merupakan tahun ketiga penilaian grading kembali ke standar sebelum pandemi di seluruh tiga negara. Proporsi kelulusan GCSE sempat naik pada 2020 dan 2021 ketika ujian dibatalkan dan hasil didasarkan pada penilaian guru. Setelah itu, dilakukan upaya bertahap untuk menurunkan kembali proporsi tersebut menuju tingkat 2019.
Di wilayah lain, rilis hasil juga menunjukkan perubahan. Pada awal bulan, tingkat kelulusan ujian National 5, Higher, dan Advanced Higher di Skotlandia meningkat di seluruh jenjang. Sementara itu, A-level juga dilaporkan mengalami kenaikan tipis pada minggu lalu, dengan 28,5% dari seluruh nilai di Inggris, Wales, dan Irlandia Utara ditandai pada kategori A* atau A.












