jurnalistik.co.id – Pemerintah Provinsi Gorontalo menyalurkan paket bantuan untuk nelayan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Inengo, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, pada Rabu (19/8/2026). Penyerahan bantuan dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan program Agromaritim.
Gubernur Gusnar Ismail hadir bersama para pendamping saat kegiatan berlangsung. Pada kesempatan itu, nelayan penerima menerima bantuan berupa sarana perikanan sekaligus jaminan perlindungan kerja.
Di lokasi kegiatan, Pemprov Gorontalo menyerahkan empat unit kapal penangkap ikan. Selain itu, bantuan juga mencakup 51 unit mesin tempel 15 PK untuk menunjang operasional penangkapan.
Pemerintah juga memberikan 13 unit alat pemantauan kapal atau VMS. Ada pula 21 unit motor coolbox dan empat unit chest freezer, yang ditujukan untuk mendukung proses penyimpanan hasil tangkapan.
Gusnar menekankan agar bantuan yang diterima tidak berhenti pada masa awal. Menurutnya, seluruh perangkat yang diberikan harus dimanfaatkan secara optimal untuk rangkaian kegiatan nelayan, mulai dari penangkapan hingga pemasaran hasil ikan.
Dalam arahannya, Gubernur mengingatkan penggunaan coolbox agar benar-benar berkelanjutan. “Cool box ini jangan cuma sampai 1-2 bulan. Saya harap, jangan cuma hari ini ada boxnya besok sudah tidak ada. Jangan dijadikan bentor motor ini. Setuju? Apa yang dibantukan oleh pemerintah, jaga baik-baik,” kata Gusnar.
Gusnar juga meminta nelayan penerima merawat sarana agar tetap siap digunakan. Pesan tersebut disampaikan sebagai bentuk perhatian agar bantuan tidak berubah fungsi maupun tidak cepat hilang manfaatnya.
Selain dukungan sarana, pemerintah turut menghadirkan perlindungan melalui jaminan kecelakaan kerja bagi nelayan yang bekerja secara mandiri. Mekanismenya dilakukan melalui BPJS Ketenagakerjaan, dengan premi yang dibayarkan untuk perlindungan selama satu tahun.
Sebanyak 500 nelayan menerima premi asuransi melalui BPJS Ketenagakerjaan. Pemerintah membayarkan premi sekitar Rp16.800 per orang yang dibayarkan satu tahun, sehingga nelayan memiliki perlindungan jika mengalami kecelakaan kerja.
Berita Terkait
Penyaluran bantuan juga mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia. Sebanyak 90 nelayan mendapatkan sertifikasi kecakapan nelayan, sebagai bekal untuk meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan dalam aktivitas perikanan.
Gusnar menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat. Ia menegaskan meski anggaran disebut terbatas, pelaksanaannya harus tetap dijalankan dengan kesungguhan.
“Anggaran kita ini sedikit. Tapi kemauan dan tanggungjawab kami, bersama anggota dewan, pak bupati, aparatur keamanan, camat, dan lain-lain senantiasa tetap fokus menjaga, agar supaya bapak ibu bisa bekerja dengan tenang,“ ungkap Gusnar.
Gubernur menambahkan bahwa penyaluran bantuan bukan semata-mata program rutin, melainkan merupakan hasil penyerapannya dari aspirasi masyarakat. Aspirasi tersebut dirumuskan bersama anggota DPRD melalui proses pembahasan anggaran daerah.
Dengan demikian, program yang dijalankan diarahkan untuk menjawab kebutuhan di lapangan. Gusnar berharap dukungan sarana dan perlindungan yang diterima nelayan dapat memperkuat kegiatan perikanan sekaligus menghadirkan rasa aman saat bekerja.
Kegiatan di Inengo, Bone Bolango, menjadi bagian dari upaya Pemprov Gorontalo memperkuat sektor kelautan dan perikanan melalui pendekatan Agromaritim. Penyerahan bantuan diharapkan memberi dampak nyata bagi nelayan, baik dari sisi peralatan maupun jaminan keselamatan kerja.
Penyaluran di Pelabuhan Pendaratan Ikan Inengo itu memperlihatkan rancangan bantuan yang menyeluruh, mulai dari dukungan operasional penangkapan hingga perlengkapan pendukung penyimpanan. Mulai dari kapal penangkap ikan, mesin tempel 15 PK, hingga perangkat pemantauan kapal disiapkan agar kegiatan nelayan dapat berjalan lebih tertata sekaligus terpantau.
Pemerintah juga menegaskan agar sarana yang diterima tidak diperlakukan sebagai bantuan sesaat. Coolbox dan fasilitas penyimpanan hasil tangkapan diharapkan dimanfaatkan untuk menjaga mutu, sehingga rangkaian kerja nelayan mencakup tahapan dari penangkapan sampai penanganan hasil sebelum dipasarkan.
Selain aspek peralatan, kegiatan ini turut menguatkan sisi perlindungan dan peningkatan kemampuan nelayan. Jaminan kecelakaan kerja diberikan melalui BPJS Ketenagakerjaan selama satu tahun, sementara sertifikasi kecakapan diberikan kepada nelayan agar keterampilan yang dimiliki makin siap menjawab kebutuhan aktivitas perikanan. Gusnar menekankan program tersebut merupakan wujud tanggung jawab dengan penekanan pada kesungguhan pelaksanaan meski anggaran disebut terbatas, serta berangkat dari penyerapannya terhadap aspirasi masyarakat.












