jurnalistik.co.id – Hujan deras disertai petir masih berlanjut di berbagai wilayah Inggris Raya pada Kamis, dengan ancaman banjir kilat serta gangguan perjalanan.
Ben Rich menyebut, kondisi cuaca buruk akan memengaruhi hamparan wilayah yang luas. Secara khusus, Peringatan kuning badai petir dari Met Office tetap berlaku di sebagian wilayah utara Inggris dan utara Wales hingga pukul 10:00 BST pada Kamis.
Sepanjang hari, hujan deras diperkirakan bergeser ke arah selatan dan timur. Setelah sebelumnya terpusat di utara, badai petir kemudian menyebar ke wilayah Wales, Midlands, East Anglia, serta Inggris bagian selatan.
Pihak berwenang mengingatkan pengemudi bahwa kembalinya cuaca basah dapat membuat jalan lebih licin sekaligus meningkatkan risiko ruas-ruas yang tergenang air. Penurunan suhu juga diperkirakan terjadi, dan sejumlah tempat berpotensi berada di bawah rata-rata bulan Agustus dalam beberapa hari ke depan.
Perubahan pola cuaca ini berkaitan dengan peran tekanan rendah yang kini mendominasi setelah musim yang sempat banyak dipengaruhi tekanan tinggi. Udara yang tidak stabil di bawah sistem tekanan rendah memungkinkan awan badai berkembang, sehingga mampu menjatuhkan hujan lebat disertai hujan es dan petir.
Selama Kamis pagi, wilayah utara Inggris dan utara Wales disebut menanggung dampak paling besar dari aktivitas badai petir. Di dalam area peringatan kuning Met Office, potensi curah hujan diperkirakan mencapai 15–20 mm dalam satu jam, sementara total 30–50 mm dapat terjadi sepanjang periode enam jam.
Meski demikian, potensi banjir kilat tidak lepas dari kondisi permukaan tanah. Flash flooding dinilai mungkin terjadi, terutama di area yang tanahnya masih sangat keras akibat rangkaian cuaca panas dan kering yang berlangsung lama.
Selain hujan ekstrem, petir dan hujan es turut menjadi risiko tambahan bagi warga. Perkiraan juga menyebut hujan akan mulai mereda dari bagian utara pada pagi hari, lalu bergerak ke selatan ke wilayah Wales lainnya serta Inggris bagian tengah dan selatan.
Di wilayah yang menerima hujan lanjutan, tidak menutup kemungkinan masih ada beberapa titik dengan intensitas deras sekaligus bersifat disertai petir. Sebab, seperti halnya hujan yang bersifat pancuran, distribusinya bisa tidak merata dan beberapa tempat bisa menerima hujan lebih banyak daripada lokasi lain.
Berita Terkait
Sementara itu, Skotlandia dan Irlandia Utara juga diperkirakan mengalami hujan, tetapi intensitasnya cenderung lebih rendah. Peluang terjadinya petir disebut lebih kecil dibanding wilayah yang berada dalam fokus peringatan.
Dari sisi keselamatan berkendara, pakar otomotif menilai pergantian dari periode kering ke hujan dapat menciptakan kondisi yang berbahaya di jalan. Rod Dennis, juru bicara keselamatan jalan RAC, menyampaikan, “Oil, fuel and rubber deposits that have built up over many weeks will now have been mixed together by the light rain, instead of being washed away, which means drivers are at greater risk of skidding on greasy roads. “
Ia menambahkan peringatan berikut: “If heavier rain arrives, motorists may have to contend with the danger of flash floods in some areas.” Pengendara pun disarankan untuk menurunkan kecepatan dan memberi jarak lebih jauh dari kendaraan di depan, terutama saat kondisi mulai menggenang atau permukaan jalan menjadi licin.
Meski hujan mulai kembali, para ahli menegaskan bahwa kekeringan yang sedang melanda banyak wilayah tidak otomatis berakhir. Diperlukan periode hujan yang berlangsung konsisten untuk memulihkan stok air, dan informasi tentang pemulihan itu baru kemungkinan diketahui menjelang akhir musim dingin mendatang.
Walau demikian, ada konteks penting: sebagian besar area musim panas ini menerima curah hujan jauh di bawah normal. Sejumlah lokasi bahkan mengalami jeda kering selama sekitar dua bulan, namun kondisi tersebut tidak terjadi merata di seluruh wilayah.
Contoh yang disebut adalah Aultbea di Scottish Highlands yang sejauh ini mencatat 389,6 mm hujan pada musim panas. Angka itu disebut lebih dari satu setengah kali norma musiman, dan hanya berjarak 10,2 mm dari rekor musim panas terbasahnya.
Selain dampak hujan, perubahan arah angin juga memengaruhi suhu. Ketika angin dari utara berkembang di berbagai wilayah Inggris Raya, suhu diperkirakan turun, dengan Kamis sore membawa kisaran tertinggi 13–23°C.
Berdasarkan perkiraan, Kamis menjadi hari pertama sejak 29 Juni ketika suhu tidak mencapai 25°C di mana pun di Inggris Raya. Pada Jumat, kondisi diperkirakan lebih dingin lagi, dengan suhu di banyak tempat tetap berada di bawah norma Agustus.
Malam Jumat juga disebut menjadi waktu yang paling sejuk dalam waktu yang cukup lama, dengan suhu turun hingga angka satu digit. Di sebagian wilayah Skotlandia dan utara Inggris, suhu terendah bisa berada di 3 atau 4°C.
Malam-malam dingin kemungkinan berlanjut pada akhir pekan. Meski demikian, suhu siang hari dapat kembali sedikit naik saat tekanan tinggi berusaha terbentuk, yang berarti peluang hujan menurun dan lebih banyak waktu cerah.












