Nasional

Penasihat Mojtaba Khamenei: Kekuatan Militer Iran Akan Paksa AS Mundur dan Menyerah

11
×

Penasihat Mojtaba Khamenei: Kekuatan Militer Iran Akan Paksa AS Mundur dan Menyerah

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Penasihat Mojtaba Khamenei: Tangan Besi Iran Akan Paksa AS Mundur dan Menyerah!

jurnalistik.co.id – TEHERAN — Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa kekuatan militer dan tekad bangsa Iran yang tangguh akan memaksa Amerika Serikat (AS) untuk mundur dan menyerah. Pernyataan itu ia sampaikan di tengah sorotan atas keputusan Washington membatalkan rencana serangan militer skala besar terhadap Republik Islam Iran.

Rezaei, yang juga mantan panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menulis pandangannya melalui unggahan di X pada Senin malam. Dalam unggahan itu, ia menyoroti langkah Presiden AS Donald Trump yang menurutnya tidak konsisten dan pengecut karena sempat menetapkan tenggat waktu untuk serangan, lalu membatalkannya sendiri.

“Presiden AS Donald Trump menetapkan tenggat waktu untuk serangan militer dan kemudian membatalkannya sendiri, dengan harapan sia-sia untuk memaksa bangsa dan pejabat Iran untuk menyerah!” tulis Rezaei.

Ia menambahkan, “Tangan besi dari angkatan bersenjata yang kuat dan bangsa Iran yang agung akan memaksa mereka untuk mundur dan menyerah,” imbuh dia. Rezaei menggunakan nada yang keras untuk menegaskan sikap Iran di hadapan ancaman militer dari Washington.

Pernyataan Rezaei itu disampaikan setelah Trump mengumumkan pembatalan rencana serangan militer skala besar terhadap Republik Islam, yang semula dijadwalkan pada hari Selasa (19/5/2026). Keputusan itu menjadi sorotan karena sebelumnya rencana tersebut disebut telah masuk dalam agenda serangan yang akan dilancarkan AS.

Menurut Trump, serangan itu dibatalkan atas permintaan para pemimpin Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab (UEA). Informasi tersebut menjadi bagian penting dari konteks pembatalan, sekaligus menjelaskan alasan yang disebut sebagai dasar penundaan atau penghentian serangan militer tersebut.

Rezaei sendiri memilih merespons dengan menekankan bahwa kekuatan militer Iran dan tekad bangsa Iran tidak akan tunduk pada tekanan. Dalam pernyataannya, ia menggambarkan AS sebagai pihak yang mencoba memaksakan penyerahan, tetapi justru akan berhadapan dengan perlawanan yang membuatnya mundur.

Sebagai mantan panglima tertinggi IRGC, Rezaei memiliki posisi yang membuat setiap pernyataannya mendapat perhatian. Dalam unggahan itu, ia tidak hanya menyampaikan dukungan terhadap kekuatan bersenjata Iran, tetapi juga menegaskan keyakinan bahwa respons Iran akan memaksa Washington mengalah.

Isi unggahan tersebut memperlihatkan bagaimana Iran membaca pembatalan serangan itu bukan sebagai bentuk kelemahan, melainkan sebagai bukti bahwa tekanan militer tidak berjalan sesuai harapan AS. Rezaei mengaitkan keputusan Trump dengan kegagalan upaya untuk memaksa pejabat dan masyarakat Iran menyerah melalui ancaman serangan.

Dengan narasi tersebut, Rezaei menempatkan kekuatan militer Iran dan dukungan publik sebagai dua unsur yang menurutnya tak bisa diabaikan. Ia menegaskan bahwa kedua unsur itu akan menjadi faktor yang membuat AS mundur, bukan sebaliknya.

Pernyataan Rezaei juga menutup rangkaian respons keras Iran atas kabar pembatalan serangan itu. Dari unggahan yang disampaikan pada Senin malam hingga penjelasan mengenai pembatalan rencana serangan pada Selasa (19/5/2026), pesan yang muncul tetap sama: Iran mengklaim tidak akan tunduk pada tekanan, dan AS disebut akan dipaksa mundur.

TEHERAN — Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa kekuatan militer dan tekad bangsa Iran yang tangguh akan memaksa Amerika Serikat (AS) untuk mundur dan menyerah. Pernyataan itu ia sampaikan di tengah sorotan atas keputusan Washington membatalkan rencana serangan militer skala besar terhadap Republik Islam Iran.

Rezaei, yang juga mantan panglima tertinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menulis pandangannya melalui unggahan di X pada Senin malam. Dalam unggahan itu, ia menyoroti langkah Presiden AS Donald Trump yang menurutnya tidak konsisten dan pengecut karena sempat menetapkan tenggat waktu untuk serangan, lalu membatalkannya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *