Peristiwa

Wisata Air Kalimalang Bekasi Dibangun dari Dana Investor dan Sponsorship

9
×

Wisata Air Kalimalang Bekasi Dibangun dari Dana Investor dan Sponsorship

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Pembangunan Wisata Air Kalimalang Bekasi Disebut Andalkan Dana Investor dan Sponsorship

jurnalistik.co.id – Direktur Utama PT Mitra Patriot, David Rahardja, mengatakan pembangunan fasilitas utama proyek Wisata Air Kalimalang di Kota Bekasi saat ini sepenuhnya mengandalkan dana investor dan sponsorship dengan nilai mencapai miliaran rupiah. Ia menegaskan, pembiayaan untuk bagian tersebut tidak memakai dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Saat ini anggaran yang digunakan bukan dari pemerintah daerah, provinsi, atau pemerintah tingkat pusat. Jadi non-APBD dan non-APBN. Ini murni dari investor plus dari sponsorship,” ujar David saat ditemui Kompas.com, Selasa (19/5/2026).

David menjelaskan, dana itu dipakai untuk membangun sejumlah fasilitas utama di kawasan Wisata Air Kalimalang. Fasilitas tersebut meliputi pengadaan kapal wisata, deretan kontainer usaha, pembangunan jembatan melengkung, hingga sejumlah jembatan penyeberangan orang (JPO) yang masih dalam tahap pengerjaan.

“Biaya yang dikeluarkan untuk wisata Kalimalang saat ini sekitar Rp 30 miliar untuk kapal, kontainer, jembatan melengkung, dan beberapa JPO yang sedang dibuat,” kata David.

Ia juga menyebut, salah satu sumber pembiayaan proyek berasal dari kerja sama sponsorship dengan sejumlah perusahaan minuman. Dalam skema itu, perusahaan sponsor nantinya mendapat hak eksklusif penjualan produk di kawasan wisata tersebut.

“Jadi nanti di tenant wisata mereka hanya bisa menjual minuman jenis tertentu,” ujar David.

Meski demikian, David menegaskan bahwa proyek Wisata Air Kalimalang secara keseluruhan memiliki anggaran yang lebih besar, yakni mencapai Rp 123 miliar. Anggaran itu terdiri dari dana CSR perusahaan sebesar Rp 33 miliar, APBD Kota Bekasi Rp 30 miliar, serta APBD Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 60 miliar.

Namun, ia menekankan penggunaan anggaran pemerintah nantinya tidak difokuskan untuk pembangunan fasilitas utama wisata, melainkan untuk infrastruktur penunjang di sekitar kawasan Kalimalang. Saat ini, APBD Kota Bekasi masih dalam proses lelang, sedangkan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih berada pada tahap koordinasi.

“Jadi APBD dan APBN ini bukan untuk yang berhubungan langsung dengan wisatanya, tapi untuk perbaikan jembatan,” sambung dia.

Menurut David, jika nanti ada dukungan anggaran tambahan dari pemerintah, dana itu akan diarahkan untuk pembangunan fasilitas umum seperti akses jembatan dan konektivitas kawasan. Ia menegaskan kembali bahwa tambahan anggaran tersebut bukan untuk memperbanyak kontainer usaha, melainkan untuk mendukung sarana yang berkaitan dengan kepentingan umum.

“Jadi tidak untuk menambah kontainernya, tapi untuk membuat jembatan yang memang untuk kepentingan umum,” kata David.

Di lokasi, salah satu ikon yang mulai terlihat dari proyek ini adalah jembatan melengkung di Jalan KH Noer Ali, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Jembatan itu menjadi bagian dari penataan kawasan wisata air yang tengah dikerjakan secara bertahap.

Direktur Utama PT Mitra Patriot, David Rahardja, mengatakan pembangunan fasilitas utama proyek Wisata Air Kalimalang di Kota Bekasi saat ini sepenuhnya mengandalkan dana investor dan sponsorship dengan nilai mencapai miliaran rupiah. Ia menegaskan, pembiayaan untuk bagian tersebut tidak memakai dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Saat ini anggaran yang digunakan bukan dari pemerintah daerah, provinsi, atau pemerintah tingkat pusat. Jadi non-APBD dan non-APBN. Ini murni dari investor plus dari sponsorship,” ujar David saat ditemui Kompas.com, Selasa (19/5/2026).

David menjelaskan, dana itu dipakai untuk membangun sejumlah fasilitas utama di kawasan Wisata Air Kalimalang. Fasilitas tersebut meliputi pengadaan kapal wisata, deretan kontainer usaha, pembangunan jembatan melengkung, hingga sejumlah jembatan penyeberangan orang (JPO) yang masih dalam tahap pengerjaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *