jurnalistik.co.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,97% dan berakhir di 6.181 pada penutupan perdagangan Sesi I, Senin (28/9/2026). Pelemahan ini terutama dipengaruhi tekanan yang datang dari saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang terpantau menjadi pemberat (laggard) usai gembok saham senilai Rp50 dibuka oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sepanjang perdagangan, pergerakan IHSG cenderung berada di zona merah secara berkelanjutan. Indeks bergerak dalam rentang 6.227 hingga terdalam menyentuh 6.174, yang menunjukkan volatilitas di tengah masih dominannya sentimen jual pada fase awal sesi.
Dari sisi aktivitas pasar, data BEI mencatat nilai perdagangan mencapai Rp6,41 triliun dengan total 23,38 miliar saham yang ditransaksikan. Frekuensi transaksi tercatat 1,02 juta kali, menggambarkan perdagangan yang tetap ramai meski arah pergerakan indeks cenderung melemah.
Pola pergerakan juga terlihat dari sebaran pergerakan saham. Terdapat 193 saham yang menguat, 496 saham mengalami penurunan, dan 102 saham lainnya stagnan. Komposisi ini mengonfirmasi bahwa tekanan jual lebih dominan dibandingkan dorongan beli pada Sesi I.
Pemberat utama datang dari saham berkapitalisasi besar
Menurut data pasar, pelemahan IHSG juga tercermin dari kinerja sejumlah sektor. Saham teknologi, konsumen non-primer, serta infrastruktur menjadi pemberat karena masing-masing tertekan hingga 4,09%, 2,71%, dan 1,61%. Performa sektor-sektor tersebut ikut menekan pergerakan indeks karena bobotnya cukup besar dalam komposisi IHSG.
Melemahnya IHSG, pada dasarnya, merupakan efek lanjutan dari tekanan terhadap sejumlah saham big caps yang memiliki kontribusi besar terhadap pergerakan indeks. Ketika saham-saham dengan bobot tinggi berada dalam tekanan, indeks cenderung lebih sulit untuk bertahan di area positif meski masih ada sebagian saham yang bergerak menguat.
Daftar saham yang menekan indeks pada Sesi I
Berita Terkait
Sejumlah saham tercatat memberi tekanan paling besar melalui penurunan yang tercermin dalam pengurangan poin. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengurangi 12,9 poin, diikuti PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) sebesar 4,43 poin serta PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga sebesar 4,43 poin.
Tekanan berikutnya datang dari PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) yang mengurangi 3,1 poin, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebesar 2,78 poin, serta PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan pengurangan 2,42 poin. Selain itu, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mengurangi 2,24 poin.
Di bagian lain, PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) mengurangi 1,93 poin, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar 1,69 poin, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mengurangi 1,64 poin. Kombinasi penurunan dari saham-saham tersebut memperkuat tekanan pada indeks selama fase Sesi I.
Rangkuman kondisi pasar di awal sesi
Dengan IHSG yang terkoreksi 0,97% ke 6.181, pasar menunjukkan bahwa arah pergerakan masih dipengaruhi dominasi saham-saham pemberat, terutama GOTO yang menjadi laggard setelah gembok saham Rp50 dibuka. Rentang pergerakan yang bergerak dari 6.227 menuju 6.174, ditambah komposisi 193 saham menguat, 496 saham melemah, dan 102 stagnan, menegaskan bahwa sentimen jual lebih kuat pada penutupan Sesi I.
Aktivitas yang mencapai Rp6,41 triliun dengan 23,38 miliar saham dan frekuensi 1,02 juta transaksi juga menunjukkan bahwa pelaku pasar tetap aktif. Namun, arus transaksi yang lebih besar ke saham-saham penekan membuat IHSG belum mampu keluar dari tekanan hingga akhir sesi pertama.
Jika dilihat dari lebar pasar, komposisi pergerakan saham memperlihatkan ketidakseimbangan yang cukup jelas: jumlah emiten yang melemah jauh lebih besar dibanding yang menguat. Kondisi ini membuat pelemahan indeks tidak hanya bersifat sementara, melainkan terbentuk dari tekanan yang menyebar pada banyak saham selama fase pembukaan sesi.
Walau transaksi tetap tinggi, fokus pergerakan terlihat mengarah pada saham-saham berkontribusi besar yang sedang ditekan, terutama GOTO yang menjadi pemberat pasca pembukaan gembok saham senilai Rp50. Tekanan lanjutan juga datang dari MORA serta BBCA yang masing-masing mengurangi 4,43 poin, sementara FORU, TLKM, MDKA, dan BRMS turut menambah beban penurunan pada IHSG di Sesi I.












