Bisnis & Ekonomi

Kompas100 Berakhir Menguat, INET Melonjak 24,79 Persen

×

Kompas100 Berakhir Menguat, INET Melonjak 24,79 Persen

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Saham INET Melonjak 24,79 Persen, Kompas100 Ditutup Menguat

jurnalistik.co.id – Indeks Kompas100 mengakhiri perdagangan Selasa (18/8/2026) di zona hijau dengan penguatan yang tipis namun merata pada sejumlah saham penopang.

Kompas100 ditutup naik 1,62 poin atau 0,20 persen ke level 830,69, menunjukkan bahwa pembelian masih hadir meski dinamika pergerakan di dalam indeks berlangsung beragam.

Di tengah kenaikan tersebut, tidak semua saham bergerak searah. Sebagian emiten mencatat lonjakan, sementara kelompok berkapitalisasi besar justru melemah dan ikut menahan laju kenaikan indeks.

Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menjadi penguat tertinggi pada sesi ini. Harga INET melonjak 24,79 persen atau 58 poin ke level Rp 292.

Setelah INET, PT Harum Energy Tbk (HRUM) turut menguat dengan peningkatan 4,12 persen atau 35 poin menjadi Rp 885. Kenaikan juga terjadi pada PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang naik 4,03 persen atau 25 poin ke level Rp 645.

Komponen lain yang ikut menguat antara lain PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang bertambah 3,31 persen atau 250 poin menjadi Rp 7.800. PT Ciputra Development Tbk (CTRA) melanjutkan penguatan sebesar 3,28 persen atau 20 poin ke Rp 630.

Dari jajaran properti, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) naik 2,52 persen atau 15 poin menjadi Rp 610. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) juga ikut menguat 2,03 persen menuju Rp 151.

Pergerakan di sektor media turut terlihat dari PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang naik 2 persen dan ditutup di level Rp 204.

Di sektor energi, penguatan tampak menyebar pada beberapa saham. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 1,66 persen ke level Rp 184, sementara PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menguat 1,58 persen ke Rp 2.570.

PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) juga mencatat kenaikan 1,34 persen menjadi Rp 1.515. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menguat 1,90 persen dan ditutup pada level Rp 1.340.

Sementara itu, PT Petrosea Tbk (PTRO) naik 0,95 persen hingga Rp 5.300. Rangkaian penguatan di beberapa emiten energi tersebut ikut menyokong kondisi indeks di akhir perdagangan.

Namun, penguatan Kompas100 tidak terjadi tanpa hambatan. Indeks tertahan oleh pelemahan sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama yang berasal dari sektor perbankan.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 1,28 persen menjadi Rp 3.080. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melemah 1,10 persen ke level Rp 3.590, sedangkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terkoreksi 0,79 persen menjadi Rp 6.300.

Tekanan juga terlihat pada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang melemah 0,48 persen ke Rp 4.150. Dengan melemahnya beberapa saham utama perbankan, ruang kenaikan indeks menjadi lebih terbatas.

Selain perbankan, pelemahan juga dialami emiten lain yang ikut mempengaruhi komposisi indeks. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turun 0,76 persen dan ditutup di level Rp 2.600.

Di sektor tambang, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melemah 1 persen menjadi Rp 24.750. Sementara itu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turun 2,24 persen ke Rp 1.965.

PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) juga terkoreksi 1,95 persen menuju Rp 3.010. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) turun 1,90 persen dan ditutup di level Rp 1.550.

Secara keseluruhan, perdagangan Kompas100 memperlihatkan pola yang kontras: penguatan dipimpin oleh INET, disusul HRUM, BRMS, dan sejumlah emiten lain, sementara pelemahan dari saham berkapitalisasi besar—terutama perbankan—membatasi laju kenaikan indeks.

Meski ditutup naik, perbedaan arah pergerakan di dalam indeks menegaskan bahwa sentimen masih bergerak selektif pada sejumlah sektor dan pilihan saham, bukan bergerak serempak.