jurnalistik.co.id – Perdana Menteri Kanada Mark Carney melontarkan candaan saat bertemu PM Norwegia Jonas Gahr Stoere di KTT NATO yang berlangsung di Ankara, Turkiye, pada Selasa (8/7/2026). Dalam suasana pertemuan tersebut, Carney “meminta” agar Erling Haaland dipinjamkan untuk memperkuat timnas Kanada pada Piala Dunia 2030.
Gurauan itu muncul ketika Carney bertemu Stoere beserta Kanselir Jerman Friedrich Merz di sela-sela konferensi. Momen itu terjadi sehari setelah Kanada mencapai kesepakatan pembelian kapal selam melalui kerja sama dengan Jerman dan Norwegia.
Carney menyinggung kedekatan kedua negara dengan cara yang ringan, namun tetap mengaitkannya pada kerja sama yang lebih luas. Ia menggambarkan gagasan interoperabilitas sebagai sesuatu yang juga menyangkut berbagi unsur di dalam sebuah operasi, termasuk “berbagi kru.”
“Jadi pada Piala Dunia berikutnya, jika Anda bisa berbagi Erling Haaland dengan kami, kami akan sangat, sangat menghargainya,” kata Carney sambil tersenyum, seperti diberitakan Reuters. Ucapan itu langsung memancing tawa para hadirin yang hadir dalam pertemuan.
Stoere merespons dengan nada santai tanpa kehilangan ritme candaan yang dilontarkan Carney. Ia menjawab singkat sambil menirukan gerakan mendayung ala Viking, “Dia tidak untuk dijual.”
Respon tersebut sekaligus menutup momen dengan gaya khas yang mudah dipahami semua pihak. Dengan kalimat itu, Stoere seolah menegaskan bahwa permintaan untuk meminjam Haaland tidak akan sekadar menjadi bahan bercanda tanpa batas.
Nama Haaland sendiri sedang menjadi sorotan besar pada Piala Dunia 2026. Sepanjang turnamen, penyerang Norwegia itu mencetak tujuh gol dan menjadi salah satu pemain dengan kontribusi paling tajam sejauh ini.
Kondisi itu membuat gurauan Carney terdengar semakin “masuk akal” bagi konteks turnamen yang sedang berlangsung. Haaland memang tampil menonjol hingga membuat percakapan tentang dirinya terasa sejalan dengan dinamika kompetisi.
Berita Terkait
Norwegia juga baru saja menorehkan hasil yang mengejutkan. Pada babak 16 besar, mereka menyingkirkan Brasil, lalu kini bersiap menghadapi Inggris untuk laga perempat final.
Laga tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu mendatang. Setelah kemenangan atas Brasil, Norwegia berada pada fase yang semakin menentukan, sementara Haaland menjadi salah satu tumpuan yang paling diperhatikan.
Sementara itu, perjalanan Kanada di Piala Dunia 2026 berakhir lebih cepat dari yang diharapkan. Timnas Kanada tersingkir pada babak 16 besar, namun tetap mencatat pencapaian bersejarah dalam keikutsertaan mereka.
Meski tidak melaju lebih jauh, Kanada berhasil mengumpulkan poin pertama, meraih kemenangan pertama, serta memperoleh kemenangan pertama di fase gugur selama mereka ambil bagian di Piala Dunia. Rangkaian “pertama” tersebut menunjukkan adanya kemajuan yang bisa menjadi modal evaluasi setelah turnamen.
Di luar lapangan, candaan Carney kepada Stoere memperlihatkan bagaimana politik dan simbol-simbol hubungan antarnegara kerap dibungkus lewat cara yang lebih santai. Pada saat yang sama, gurauan itu juga mempertemukan dua tema berbeda: kerja sama lintas negara dan daya tarik figur sepak bola yang sedang bersinar.
Dengan respons Stoere yang menolak gagasan “meminjam” Haaland secara bercanda, suasana pertemuan tetap terjaga dan pesan utamanya tersampaikan tanpa ketegangan. Pertemuan itu kemudian menjadi pengingat bahwa bahkan di forum sekelas NATO, humor masih bisa menjadi jembatan komunikasi.
Untuk Kanada, wacana Haaland “berpindah warna” tetap tinggal sebagai lelucon yang dinyatakan di meja konferensi. Namun bagi para hadirin, kalimat itu meninggalkan gambaran yang jelas: Haaland dianggap terlalu istimewa untuk sekadar diperlakukan seperti pemain biasa.
Adapun Norwegia, dengan status Haaland yang sedang menanjak dan persiapan menuju perempat final, fokus mereka berikutnya tetap tertuju pada langkah di turnamen. Candaan Carney barangkali terdengar jauh ke masa depan, tetapi sorotan terhadap Haaland justru membuatnya tetap terasa relevan di tengah Piala Dunia 2026.
Singkatnya, candaan Carney di Ankara—yang meminta Haaland dipinjamkan untuk Kanada pada Piala Dunia 2030—berakhir dengan penolakan bercanda dari Stoere. Di tengah tawa para hadirin, respons “dia tidak untuk dijual” menegaskan bahwa humor politik bisa selaras dengan realitas olahraga yang sedang berjalan.












