jurnalistik.co.id – Mohamed Ouahbi memaparkan alasan di balik kebangkitan Maroko saat menaklukkan Kanada 3-0 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Menurutnya, perubahan taktik yang dilakukan setelah turun minum menjadi titik balik pertandingan di Stadion Houston pada 4 Juli 2026.
Maroko sempat kesulitan menghadapi ritme permainan Kanada pada paruh pertama. Tekanan yang dibangun lawan membuat tim sulit menemukan cara yang nyaman untuk mengembangkan permainan.
Ouahbi menilai, babak awal berjalan dengan intensitas tinggi, sehingga ada sejumlah penyesuaian yang harus dilakukan. Ia kemudian menguraikan bahwa timnya tidak sekadar bereaksi, melainkan melakukan perbaikan yang terarah saat jeda.
Strategi: Ounahi dibuat bermain lebih tinggi
Salah satu perubahan paling menonjol adalah pengaturan posisi Azzedine Ounahi. Ouahbi menggeser peran pemain tersebut agar berada lebih dekat dengan area pertahanan Kanada.
Langkah itu berbuah langsung. Ounahi mencetak dua gol yang membuka jalan kemenangan Maroko, sementara satu gol lainnya disumbangkan Soufiane Rahimi.
Dalam penjelasannya, Ouahbi menegaskan perubahan sistem yang membuat Ounahi tampil lebih agresif di area akhir. Ia berkata, “Kami telah mengubah sistem permainan sehingga sekarang dia bermain lebih tinggi di lapangan,” kata Ouahbi, dikutip dari The Athletic.
Ouahbi melanjutkan penekanan mengenai frekuensi pergerakan pemainnya. Ia juga menyebut, “Dia harus lebih sering berada di sepertiga akhir lapangan. Dia pemain yang sangat berharga dan mampu memecah pressing lawan lewat pergerakan serta kemampuannya menembus lini pertahanan,” ujar dia.
Dari sudut pandang pelatih, penempatan itu bukan sekadar soal jarak dari gawang. Tujuannya adalah memberi ruang bagi Ounahi untuk memecah pola tekanan lawan dengan pergerakan, sekaligus menciptakan akses menuju lini pertahanan.
Dengan skema yang lebih menempatkan Ounahi di sepertiga akhir, Maroko kemudian lebih efektif saat melakukan serangan. Perubahan itu membantu tim mengubah momentum yang semula tidak berpihak menjadi dominasi yang meyakinkan.
Evaluasi saat jeda, lalu kendali pertandingan
Berita Terkait
Ouahbi mengakui Kanada tampil lebih dominan di babak pertama. Pelatih Kanada, Jesse Marsch, bahkan menilai timnya mampu mengendalikan jalannya pertandingan sebelum turun minum.
Namun, Ouahbi menyatakan bahwa Maroko tetap melakukan koreksi di ruang ganti. “Babak pertama berjalan sangat intens. Ada beberapa penyesuaian yang harus kami lakukan saat jeda,” ujar Ouahbi.
Menurutnya, tim melakukan persiapan tambahan dengan meninjau situasi-situasi pertandingan. Ia menjelaskan, “Kami menunjukkan beberapa cuplikan video kepada para pemain saat turun minum. Setelah itu kami bisa mengendalikan pertandingan dengan jauh lebih baik.”
Ouahbi enggan merinci instruksi secara teknis satu per satu. Tetapi ia menegaskan bahwa fokus koreksi bukan pada mengganti karakter permainan secara total.
Ia menilai Maroko hanya memperbaiki cara menghadapi tekanan lawan. Dalam penilaiannya, identitas dan filosofi tetap dijaga, sambil menyusun strategi agar lebih siap menghadapi intensitas Kanada.
Tidak mengubah filosofi, tetapi membenahi respons terhadap pressing
Ouahbi menegaskan, Maroko tidak melakukan perubahan besar yang mengubah inti gaya bermain. “Kami tidak mengubah identitas ataupun filosofi bermain. Namun, kami harus memanfaatkan lini tengah dan kiper Yassine Bounou untuk menghentikan pressing mereka.”
Poin penting yang ia soroti adalah kemampuan tim bertahan dan membangun serangan saat ditekan. Dengan memanfaatkan lini tengah serta peran kiper Yassine Bounou, Maroko berusaha memutus alur pressing Kanada.
Artinya, Maroko tidak hanya mengejar bola dengan cara yang serampangan. Tim berusaha menyerap tekanan dan menata ulang ritme untuk mengalirkan serangan dengan lebih tertib.
Setelah jeda, pendekatan tersebut membuat Maroko mampu menguasai pertandingan dengan lebih rapi. Kanada yang semula terlihat lebih nyaman dalam mengatur alur permainan kemudian mulai kesulitan mempertahankan dominasi seperti pada babak pertama.
Perubahan taktik yang dijelaskan Ouahbi—terutama peningkatan peran Ounahi—turut mempercepat proses pembalikan keadaan. Gol-gol yang lahir dari strategi itu membuat Maroko semakin percaya diri sekaligus memaksa lawan mengejar ketertinggalan.
Hasil akhirnya, Maroko menang 3-0 dan melaju ke perempat final. Kemenangan tersebut tidak lepas dari kemampuan tim melakukan penyesuaian saat jeda, menjaga filosofi permainan, serta menjalankan detail strategi yang membuat Ounahi mampu tampil paling efektif di momen-momen kunci.












