jurnalistik.co.id – Kyiv kembali diguncang serangan besar Rusia pada Minggu malam. Presiden Volodymyr Zelensky menyebut kekurangan rudal pencegat membuat sebagian serangan—khususnya misil balistik—tidak dapat dicegat, sementara jumlah korban jiwa meningkat di wilayah ibu kota.
Menurut laporan Angkatan Udara Ukraina, “kekurangan serius” rudal pencegat menjadi alasan tak ada dari 23 rudal balistik yang ditembakkan ke Kyiv pada malam Minggu dapat diintersepsi. Langkah pertahanan udara Ukraina, kata pihak berwenang, mampu menangani sebagian besar sasaran berupa rudal jelajah dan drone penyerang.
Dalam serangan “besar-besaran” itu, Zelensky menyatakan Rusia menggunakan 68 rudal dan 351 drone serang. Ia juga menegaskan bahwa selama rudal Patriot masih belum tersedia memadai di persediaan sekutu, Moskow tetap berpeluang melanjutkan serangan terhadap wilayah-wilayah pemukiman.
Korban meninggal yang dilaporkan berasal dari dua wilayah. Pejabat setempat menyebut sedikitnya 12 orang tewas dalam serangan di Kota Kyiv, sementara tiga korban lain meninggal di wilayah Kyiv yang lebih luas.
Di sisi lain, Kepala administrasi militer tertinggi Kyiv, Timur Tkachenko, menyampaikan 49 orang mengalami luka di ibu kota. Zelensky menyebut terdapat 16 cedera di wilayah yang lebih luas di luar pusat kota.
Pada pagi hari, kerusakan akibat serangan tampak luas. Tiga blok besar apartemen di kota mengalami keruntuhan sebagian, dengan beberapa di antaranya disebut tertembak langsung oleh rudal. Tim penyelamat terus berupaya menjangkau warga yang terjebak di reruntuhan.
Serangan juga memicu kebakaran di sejumlah kompleks hunian. Walikota Kyiv, Vitaly Klitschko, menyatakan fasilitas gudang dan bengkel kerja garasi turut rusak akibat hantaman.
Untuk membantu pemadaman, helikopter dilaporkan bolak-balik di langit, membawa air dari sungai guna menekan api di area yang terdampak.
Dalam rincian respons pertahanan, Angkatan Udara Ukraina menyebut serangan terakhir berhasil dipukul mundur melalui kombinasi “aviation, anti-aircraft missile troops, electronic warfare and unmanned systems units, and mobile fire groups of the Defense Forces of Ukraine”. Artinya, upaya termasuk operasi penerbangan, pasukan rudal antiudara, peperangan elektronik, unit sistem tak berawak, serta kelompok pemadam/pertempuran bergerak dari pertahanan Ukraina.
Pihak Ukraina juga merilis data awal yang dicatat pada pukul 08:30 waktu setempat (06:30 BST). Dari data tersebut, 37 rudal dan 326 drone dilaporkan ditembak jatuh atau berhasil dinetralisir.
Di tengah serangkaian ledakan yang terdengar sepanjang malam, banyak warga ibu kota kembali mencari perlindungan di bawah tanah. Suasana itu diwarnai suara kerja pertahanan udara Ukraina, termasuk rangkaian pencegatan terhadap rudal jelajah dan drone serang.
Seruan Zelensky di KTT NATO
Berita Terkait
Serangan Minggu malam datang setelah Zelensky mengingatkan persiapan Moskow untuk serangan lanjutan. Ia kemudian kembali mendesak sekutu agar mengambil keputusan tegas pada pertemuan puncak NATO pekan ini.
Dalam pernyataannya, Zelensky menekankan perlunya “strong decisions” guna menyediakan pertahanan udara bagi Kyiv. Ia menggambarkan bahwa kekuatan pertahanan yang tersedia—terutama rudal pencegat seperti Patriot—menentukan apakah serangan balistik dapat dicegat atau tidak.
Zelensky juga menyatakan hal yang sama dalam unggahan di X pada Senin, menyebut “critically important” agar Amerika Serikat dan mitra Eropa datang ke KTT dengan keputusan kuat untuk mendukung pertahanan udara. Tujuan akhirnya, menurutnya, adalah melindungi keselamatan warga sipil.
Ia menambahkan, “The United States and Europe have enough power to stop this terror.” Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menyebut kebutuhan Ukraina akan tambahan pertahanan udara bersifat “urgent” dan akan dibahas dalam pertemuan tersebut.
KTT NATO dijadwalkan berlangsung di Ankara, Turki, mulai Selasa. Pada konteks itu, sejumlah laporan menyebut Zelensky berpotensi bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di sela-sela acara.
Rentetan serangan setelah malam sebelumnya
Sebelum serangan terbaru ini, Zelensky telah memperingatkan Moskow menyiapkan serangan besar kedua terhadap Kyiv setelah serangan pada Kamis yang menewaskan 30 orang. Setelah serangan drone dan misil pada Kamis malam, puluhan ribu warga dilaporkan berlindung di stasiun metro ketika alarm berbunyi menjelang dini hari Jumat.
Ukraina menuduh Moskow sengaja menyerang area sipil dalam serangan Kamis tersebut. Sementara itu, pihak Rusia menyatakan serangan dilakukan sebagai pembalasan atas serangan Ukraina terhadap stasiun pembangkit listrik dan fasilitas energi di wilayah Rusia.
Dalam perkembangan terkait, Ukraina terus melancarkan serangan drone pada fasilitas energi penting di wilayah Rusia. Di Sevastopol—yang berada dalam pendudukan Rusia di Crimea—pasokan listrik dilaporkan sempat diputus sementara akibat serangan Ukraina.
Selain serangan di Crimea, bagian terminal minyak di wilayah Baltik—Vyssotsk dan Ust-Luga di utara dan barat St Petersburg—juga disebut menjadi target kembali.
Kyiv, menurut uraian dalam laporan tersebut, meningkatkan serangannya di semenanjung untuk menekan Kremlin agar bersedia membahas pembicaraan damai. Namun, hingga saat ini, kata pihak terkait, eskalasi justru juga terlihat melalui serangan yang mematikan terhadap ibu kota Ukraina.
Sejak invasi skala penuh Rusia dimulai pada Februari 2022, Moskow saat ini menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina. Di tengah kondisi itu, perang terus menunjukkan pola serangan lintas wilayah, dari kota-kota utama hingga infrastruktur energi di berbagai titik.












