jurnalistik.co.id – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Pramuka di Kabupaten Gorontalo menjadi momen bagi Gusnar Ismail dan Idah Syahidah Rusli Habibie untuk menyerahkan penghargaan serta Kartu Tanda Anggota (KTA) elektronik kepada sejumlah penerima.
Acara berlangsung di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Kecamatan Limboto, pada Sabtu (29/8/2026).
Penghargaan untuk 25 anggota dan pengurus
Sebanyak 25 anggota dan pengurus menerima penghargaan dalam upacara tersebut. Penghargaan yang diberikan bervariasi, yakni Darma Bakti, Karya Bakti, serta Satya Lencana Gerakan Pramuka.
Gusnar Ismail yang bertindak sebagai pembina upacara sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Kwartir Daerah (Kwarda) menyematkan tanda penghargaan kepada para penerima.
Dalam sambutannya, Gusnar menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas pengabdian yang telah diberikan melalui gerakan pramuka.
“Kepada seluruh penerima penghargaan, saya mengucapkan selamat dan terima kasih atas pengabdian yang telah diberikan. Semoga penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan pengabdian terbaik. Selamat hari pramuka ke-65 tahun 2026. Salam pramuka!” Ucap Gusnar saat menjadi pembina upacara.
Penghargaan yang diberikan pada peringatan ini menegaskan adanya penilaian terhadap kontribusi para anggota maupun pengurus. Melalui Darma Bakti, Karya Bakti, dan Satya Lencana, gerakan pramuka menempatkan penghormatan pada kerja yang konsisten dan berkelanjutan.
Di sisi lain, proses penyerahan penghargaan di lokasi perkemahan juga menunjukkan keterkaitan kegiatan formal HUT dengan suasana pembinaan kepramukaan di lapangan.
KTA elektronik diserahkan dalam rangkaian upacara
Selain penghargaan, pada kesempatan yang sama Gusnar bersama Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie menerima Kartu Tanda Anggota (KTA) elektronik.
KTA elektronik tersebut diserahkan dari perwakilan pengurus Kwarnas. Penerimaan ini menandai penerapan sistem keanggotaan yang terhubung secara digital di lingkungan gerakan pramuka.
Berita Terkait
Pada penjelasan yang disampaikan dalam kesempatan tersebut, KTA online tidak hanya dipahami sebagai identitas sosial. KTA elektronik juga dimaksudkan untuk memaksimalkan pendataan yang terintegrasi secara daring.
Melalui dorongan dari Kwarnas, semua anggota, pengurus, pelatih, dan pembina pramuka di semua tingkatan diarahkan untuk memiliki KTA elektronik.
Caranya dilakukan dengan mengakses aplikasi AyoPramuka Kwarnas. Dengan alur ini, pendataan keanggotaan diharapkan dapat berjalan lebih terstruktur dan dapat diakses melalui sistem yang sama.
Fungsi KTA tidak berhenti pada identitas
Dalam konteks yang dipaparkan, KTA Pramuka juga disebut berfungsi sebagai uang elektronik (e-money). Disebutkan bahwa pemanfaatannya bekerja sama dengan Bank Mandiri atau perbankan lainnya.
Dengan demikian, KTA elektronik diposisikan memiliki kegunaan ganda: sebagai alat identifikasi dan juga sebagai instrumen pembayaran berbasis e-money sesuai kerja sama yang tersedia.
Penguatan pemanfaatan KTA elektronik tersebut memberi penekanan bahwa gerakan pramuka tidak hanya membina kegiatan kepramukaan, tetapi juga mendorong pembaruan sistem layanan pendataan dan penggunaan keanggotaan.
Bagi penerima di Gorontalo, penyerahan KTA elektronik sekaligus penghargaan menjadi satu rangkaian yang saling melengkapi: penghargaan untuk capaian selama pengabdian, serta KTA elektronik sebagai langkah ke depan terkait integrasi dan pendataan secara daring.
Kegiatan HUT ke-65 Pramuka di Limboto ini berlangsung pada tanggal yang sama dengan penyerahan, yakni Sabtu (29/8/2026), di Bumi Perkemahan Bongohulawa.
Dengan hadirnya Gusnar Ismail selaku Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Kwartir Daerah (Kwarda) dan Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie, upacara tersebut menjadi penanda dukungan pemerintah daerah terhadap kelangsungan gerakan pramuka di Kabupaten Gorontalo.
Rangkaian penyerahan penghargaan itu juga menggambarkan bahwa proses pembinaan pramuka tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menilai upaya nyata yang dilakukan dari waktu ke waktu oleh anggota maupun pengurus di lingkungan gerakan.
Di sisi lain, pelaksanaan KTA elektronik yang dikaitkan dengan aplikasi AyoPramuka serta penguatan pendataan daring memperlihatkan upaya pembaruan tata kelola keanggotaan. Dengan pendekatan tersebut, identitas anggota serta informasi layanan yang terintegrasi diharapkan dapat diakses dengan alur yang lebih terstruktur.
Melalui keterlibatan pembina upacara serta dukungan kehadiran pejabat daerah, kegiatan HUT ke-65 Pramuka di Limboto juga diposisikan sebagai jembatan antara perhatian pemerintah daerah dan kesinambungan aktivitas kepramukaan, baik dalam forum resmi maupun pelaksanaan di bumi perkemahan.












