jurnalistik.co.id – Kisah yang beredar di Kecamatan Pinogu, Kabupaten Bone Bolango, muncul beberapa saat setelah rombongan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail meninggalkan wilayah itu pada 23 September 2026. Warga menyebut momen yang menyertai kepulangan tersebut membawa harapan baru di tengah panjangnya musim kemarau.
Rabu sore, hujan turun dengan intensitas tinggi, namun tidak berlangsung lama. Warga kemudian mengaitkan turunnya hujan itu dengan kunjungan perdana Gusnar ke Pinogu yang berlangsung pada 22–23 September 2026.
Delapan jam setelah kepulangan Gusnar dan rombongan, kecamatan yang berada di ujung Timur Gorontalo itu diguyur hujan. Keterangan warga dan aparat setempat menguatkan bahwa jeda waktu tersebut menjadi alasan utama keyakinan mereka terhadap berkah dari kunjungan tersebut.
Melalui pesan WhatsApp kepada Gubernur Gusnar, Camat Pinogu Ramdan Mile, S.IP, menyampaikan kabar hujan yang tiba setelah rombongan beranjak. Dalam pesan itu, Ramdan menulis, “Assalamualaikum wr wb pak Gub..mohon ijin Pak, saya Camat Pinogu (Ramdan Mile,S.IP). Info pak Alhamdulillah setelah kepulangan bapak, sudah turun hujan di Pinogu. InshaAllah Berkah dan semoga dilancarkan segala urusan,”.
Ramdan juga menegaskan bahwa hujan tersebut tidak terjadi dalam waktu yang panjang. Menurutnya, beberapa bulan terakhir Pinogu tidak pernah diguyur hujan, sehingga musim kemarau berdampak langsung pada kondisi masyarakat.
“Belum pernah hujan selama kemarau ini, nanti hari ini hujan pak. Sudah turun hujan sore hari, 8 jam setelah kepulangan pak Gub,” tulis Ramdan dalam pesan berikutnya. Ia menggambarkan bahwa kemarau panjang melanda wilayah itu dan mengancam sawah serta kebun warga.
Situasi tersebut turut menimbulkan kesulitan lain, terutama dalam memperoleh air bersih. Dalam kondisi kering berkepanjangan, warga di Pinogu disebut lebih rentan terhadap gangguan kebutuhan harian, karena pasokan air sulit dipenuhi.
Rombongan Gubernur Gusnar berada di Pinogu selama dua hari, dengan perjalanan dari jalur darat yang ditempuh sekitar empat jam. Sebelum bermalam di Pinogu, Gubernur meninjau sejumlah kegiatan pembangunan dan layanan yang berkaitan dengan kebutuhan pendidikan serta bantuan kepada masyarakat.
Berita Terkait
Di lokasi, Gusnar meninjau pembangunan dan rehab SMAN 1 Pinogu. Selain itu, Gubernur juga melakukan penyerahan bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), serta bantuan ikan segar.
Selama kunjungan itu, Gusnar turut menggelar peringatan Maulid Nabi Muhmmad SAW di masjid jami setempat. Kegiatan keagamaan tersebut menjadi salah satu rangkaian yang hadir dalam agenda Gusnar bersama warga.
Pada kesempatan yang sama, Gusnar juga menyerap aspirasi dari para guru, tenaga kesehatan, dan warga setempat. Penyampaian masukan langsung dari berbagai unsur masyarakat disebut menjadi bagian dari kunjungan kerja agar kebutuhan di lapangan dapat dipahami lebih utuh.
Penutup kunjungan dan kegiatan lapangan
Selain peninjauan fasilitas dan penyerahan bantuan, kunjungan di Pinogu juga memuat kegiatan penanaman pohon. Langkah tersebut, berdasarkan rangkaian acara, ditujukan untuk menghadirkan aktivitas nyata di tengah kondisi lingkungan yang tengah menghadapi musim kemarau.
Setelah serangkaian kegiatan pada 22–23 September 2026, rombongan Gusnar kemudian melanjutkan perjalanan. Hujan yang turun Rabu sore, delapan jam setelah kepulangan, membuat masyarakat memperbincangkan peristiwa itu sebagai tanda keberkahan.
Meski hujan turun dengan intensitas tinggi namun tidak berlangsung lama, kabar perubahan cuaca ini tetap menjadi pusat perhatian warga. Bagi mereka, jeda delapan jam setelah kunjungan menjadi penguat keyakinan bahwa kehadiran Gusnar meninggalkan pengaruh yang dirasakan langsung oleh warga Pinogu.
Menurut penuturan Camat Pinogu, hujan yang tiba setelah rombongan Gusnar beranjak tidak membuat kondisi langsung berubah drastis, karena waktunya singkat. Meski demikian, kedatangan hujan tersebut tetap dipandang sebagai kabar yang membantu warga yang sejak lama bergantung pada ketersediaan air saat musim kering panjang.
Warga juga menilai rangkaian kunjungan kerja Gusnar selama dua hari tidak hanya berhenti pada peninjauan, melainkan memberi perhatian pada kebutuhan yang mereka rasakan di lapangan. Setelah melihat kegiatan pembangunan, penerimaan bantuan CPP berupa beras, serta bantuan ikan segar, masyarakat kemudian mengaitkan berjalannya waktu menuju kepulangan rombongan dengan datangnya hujan Rabu sore yang mereka saksikan.












