jurnalistik.co.id – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie berharap Kongres Nasional Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) mampu melahirkan gagasan dan pemikiran yang benar-benar dapat menopang pembangunan daerah.
Harapan itu disampaikan Idah saat membuka Kongres V KKIG yang berlangsung di Aula Yiladia, Rumah Jabatan Wali Kota Gorontalo, pada Jumat malam (6/11/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Merawat Kebersamaan, Menjaga Persaudaraan, Memperkokoh Persatuan dalam Membangun Negeri” (Dulo Ito de Kongres) dipandang sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat peran warga Gorontalo, baik yang tinggal di daerah maupun yang menetap di perantauan.
Dalam sambutannya, Idah menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta di Bumi Hulondalo. Ia mengajak keluarga besar KKIG untuk terus menjaga kebanggaan terhadap adat istiadat, budaya, serta beragam potensi yang dimiliki Gorontalo.
Idah juga menekankan bahwa pemerintah memerlukan dukungan dari berbagai pihak agar pembangunan berjalan efektif. Ia menyatakan, “Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari berbagai organisasi, terutama KKIG. Karena itu, saya berharap KKIG dapat terus menjadi mitra pemerintah dan mengambil bagian dalam mendorong pembangunan Provinsi Gorontalo,” ujar Idah.
Selain aspek kolaborasi, Idah mengapresiasi kehadiran para peserta karena dinilai turut menghadirkan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Kehadiran warga perantauan yang membawa buah tangan untuk keluarga dan sekaligus membeli oleh-oleh saat kembali ke daerah, menjadi peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Menurut Idah, manfaat ekonomi juga diharapkan muncul dari pengaturan kebutuhan transportasi selama kegiatan. Rencana penyewaan 250 bentor selama kongres berlangsung dinilai dapat memberikan tambahan penghasilan, khususnya bagi para pengemudi bentor.
Wagub Gorontalo berharap rangkaian dukungan itu dapat menjangkau dampak yang lebih luas. Ia mengaitkannya dengan kondisi daerah yang saat ini masih menghadapi musim kemarau panjang.
Berita Terkait
Idah menyampaikan, “Saat ini kita masih menghadapi musim kemarau yang cukup panjang. Kondisi ini membutuhkan sentuhan dan bantuan bagi masyarakat. Walaupun bantuan yang diberikan tidak seberapa, tetapi yang terpenting ada kepedulian dan upaya kita bersama untuk membantu serta memajukan masyarakat Gorontalo,” tutur Idah.
Peserta dan rangkaian kegiatan
Kongres Nasional V KKIG dihadiri Ketua Umum KKIG Sjafrudin Mosii, Sekretaris KKIG Efendy Payuyu, serta anggota DPRD Provinsi Gorontalo Mekey Kamaru. Hadir pula perwakilan pemerintah daerah kabupaten/kota.
Secara keseluruhan, sebanyak 559 peserta hadir secara langsung. Di antaranya terdapat perwakilan DPD dan DPC KKIG dari Jabodetabek serta berbagai daerah lainnya, sementara sebagian peserta mengikuti kegiatan melalui jalur daring.
Kegiatan berlangsung selama tiga hari, yakni 6–8 November 2026. Melalui agenda ini, penyelenggara menargetkan agar kongres tidak hanya menguatkan rasa persaudaraan warga Gorontalo, tetapi juga menghasilkan rekomendasi dan gagasan yang lebih konkret.
Dengan demikian, Kongres V KKIG diharapkan menjadi ruang bersama bagi seluruh elemen KKIG untuk memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan serta kesejahteraan masyarakat di Provinsi Gorontalo.
Idah menegaskan bahwa kebersamaan yang dibangun melalui KKIG tidak berhenti pada pertemuan seremonial semata, melainkan diharapkan menjadi dorongan bagi seluruh anggota untuk terus merawat identitas budaya Gorontalo. Melalui kegiatan seperti kongres, keluarga besar KKIG dinilai dapat memperkuat rasa saling mengenal, sekaligus menyatukan langkah agar kontribusi warga Gorontalo—baik yang berada di daerah maupun perantauan—tetap relevan bagi agenda pembangunan.
Dalam pelaksanaan Kongres V, kehadiran berbagai unsur juga dipandang penting untuk menjaga kesinambungan gagasan. Dengan melibatkan ketua umum, sekretaris, serta perwakilan DPRD Provinsi Gorontalo dan unsur pemerintah daerah kabupaten/kota, penyelenggara menargetkan agar rangkaian agenda tidak hanya menjadi ajang mempererat persaudaraan, tetapi juga menghasilkan pemikiran yang dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi. Keterlibatan 559 peserta secara langsung dan sebagian yang mengikuti secara daring menunjukkan bahwa forum ini berupaya menjangkau lebih banyak potensi dari berbagai wilayah.
Idah juga menilai, manfaat kongres hendaknya dapat dirasakan melalui berbagai bentuk dukungan nyata, termasuk dukungan yang berhubungan dengan kebutuhan masyarakat selama kegiatan berlangsung. Dengan adanya rencana penyewaan 250 bentor, diharapkan ada tambahan penghasilan yang menggerakkan aktivitas ekonomi setempat, sejalan dengan peluang UMKM lokal yang turut terbantu oleh kehadiran peserta. Lebih dari itu, Idah mengaitkan seluruh upaya tersebut dengan kondisi daerah yang masih menghadapi kemarau panjang, sehingga bantuan dan kepedulian bersama menjadi bagian dari upaya memajukan masyarakat Gorontalo.












