jurnalistik.co.id – Wakapolda Gorontalo, Kombes Pol. Dedy Suhartono, S.I.K., M.M., mengingatkan seluruh Polisi Wanita (Polwan) Polda Gorontalo dan jajaran agar menjalankan pekerjaan dengan sikap profesional sekaligus tetap menjaga peran di rumah tangga. Arahan tersebut disampaikan pada Selasa (22/9/2026).
Dalam kesempatan itu, Wakapolda menekankan bahwa tugas kedinasan tidak berdiri sendiri. Polwan perlu menyeimbangkan tanggung jawab di kantor dengan tanggung jawab sebagai anggota keluarga yang harus hadir, peduli, dan menjaga keharmonisan.
Menurut Kombes Pol. Dedy Suhartono, profesional dalam konteks pekerjaan berarti disiplin terhadap ketentuan yang berlaku. Ia juga menggarisbawahi pentingnya integritas serta etika selama bertugas, sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.
Di sisi lain, kemampuan mengatur waktu menjadi bagian yang tidak kalah krusial. Wakapolda berpendapat bahwa ketertiban dalam mengelola aktivitas akan mempermudah Polwan memenuhi kewajiban dinas tanpa mengabaikan urusan rumah.
“Polwan harus mampu membagi waktu dan peran dengan baik. Profesional dalam menjalankan dinas, namun tetap tidak melupakan kewajiban dan tanggung jawab terhadap keluarga,” ujar Kombes Pol. Dedy Suhartono.
Ucapan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan bertugas tidak hanya diukur dari pencapaian di lapangan. Kehadiran Polwan di lingkungan keluarga juga menjadi indikator kedewasaan dalam menjalankan peran ganda.
Wakapolda juga mengingatkan Polwan untuk mengedepankan sikap humanis ketika berinteraksi dengan masyarakat. Pendekatan yang manusiawi dinilai akan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi.
Ia menilai setiap Polwan membawa wajah institusi Polri di ruang sosial tempat mereka berada. Karena itu, cara bersikap dan cara memberi pelayanan perlu konsisten, tidak berubah hanya karena suasana atau situasi sedang berjalan.
Berita Terkait
“Kedinasan adalah bentuk pengabdian. Laksanakan dengan penuh tanggung jawab, dan tetap jaga keharmonisan keluarga. Keduanya harus berjalan seimbang,” tutup Kombes Pol. Dedy Suhartono.
Kalimat penutup tersebut menegaskan pilihan arah yang harus dipegang Polwan dalam menjalani hari-hari. Pengabdian yang dilakukan secara bertanggung jawab diharapkan selaras dengan komitmen untuk merawat hubungan dalam keluarga.
Dengan keseimbangan itu, Polwan dapat tetap fokus pada tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Pada saat yang sama, waktu bersama keluarga tidak akan tergerus oleh rutinitas kedinasan.
Wakapolda memandang, disiplin dan integritas bukan sekadar prinsip dalam dokumen atau arahan. Nilai-nilai tersebut perlu diwujudkan dalam kebiasaan kerja, cara mengambil keputusan, serta pola komunikasi kepada masyarakat.
Etika, menurut arahan tersebut, menjadi pegangan agar tindakan di lingkungan tugas tetap terjaga. Keharmonisan keluarga pun diposisikan sebagai aspek yang perlu dirawat secara aktif, bukan dibiarkan berjalan sendiri.
Melalui pesan ini, Polwan diharapkan mampu menempatkan setiap peran pada porsinya. Peran sebagai personel yang melayani masyarakat berjalan beriringan dengan tanggung jawab sebagai bagian dari keluarga yang saling mendukung.
Pada akhirnya, arahan Wakapolda Gorontalo mengarah pada satu tujuan yang sama: pelayanan yang profesional, bersandar pada integritas dan etika, serta kehidupan keluarga yang tetap harmonis. Keduanya, sebagaimana ditekankan dalam arahan pada Selasa (22/9/2026), harus berjalan seimbang.
Wakapolda juga menekankan agar setiap arahan itu tercermin dalam cara Polwan menjalankan tugas harian. Mulai dari sikap saat melaksanakan tanggung jawab, hingga bagaimana Polwan mengambil keputusan di tengah dinamika kegiatan, semuanya diharapkan tetap mengutamakan aturan sekaligus menjaga wibawa institusi. Dengan demikian, pelayanan yang diberikan tidak hanya mengikuti prosedur, tetapi juga menunjukkan kedewasaan dalam menjalani peran ganda.
Di ruang sosial, Polwan diharapkan konsisten menampilkan perilaku yang membangun. Ketika berinteraksi dengan masyarakat, pendekatan yang hangat dan menghargai dinilai penting agar komunikasi berjalan lebih baik dan publik merasakan hadirnya pelayanan yang berpihak. Wakapolda memandang keharmonisan keluarga perlu dijaga secara aktif, karena ketenangan di rumah tangga membantu Polwan tetap fokus dalam menjalankan amanah di kantor.












