Hukum & Kriminal

Subuh Keliling, Kapolda Gorontalo Ajak Warga Cegah Hoaks dan Redam Potensi Konflik

×

Subuh Keliling, Kapolda Gorontalo Ajak Warga Cegah Hoaks dan Redam Potensi Konflik

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Lewat Subuh Keliling, Kapolda Gorontalo Ajak Masyarakat Tangkal Hoaks dan Cegah Konflik

jurnalistik.co.id – Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Nurworo Danang, S.I.K., mengawali aktivitas akhir pekan dengan Salat Subuh Keliling bersama masyarakat. Kegiatan itu dilaksanakan di Masjid Al-Muqorrobin, Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, pada Sabtu (7/11/2026).

Dalam pelaksanaan ibadah, Kapolda turut hadir bersama sejumlah pejabat dan unsur pemerintahan setempat. Di antaranya Kabidkeu Polda Gorontalo AKBP Partono, S.Sos., Dirtahti Polda Gorontalo AKBP Gatot Sudibyo, S.E., M.Ak., Camat Kota Tengah Sutami Suratinoyo, S.T.P., M.Si., serta Lurah Dulalowo Rahmat Dwi Putra Mohamad, S.H.

Kegiatan juga dihadiri Ketua Takmir Masjid Al-Muqorrobin Amirudin Hamid, beserta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan jamaah setempat. Kehadiran berbagai elemen itu menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan melalui ruang pertemuan langsung di lingkungan ibadah.

Kapolda menegaskan bahwa Subuh Keliling tidak hanya dimaknai sebagai rutinitas ibadah. Menurutnya, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana mempererat hubungan Polri dengan masyarakat secara langsung, sejalan dengan tagline Polri “Polisi Bersama Masyarakat”.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda mengajak masyarakat memperkuat sinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Seruan itu disampaikan melalui kepedulian terhadap lingkungan, penguatan kembali semangat gotong royong, serta peningkatan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.

Imbauan bijak bermedia sosial

Kapolda juga menyampaikan pesan dengan tema “Jarimu Harimaumu: Saring Sebelum Sharing, Bijak Bermedia Sosial, Cegah Hoaks dan Konflik”. Ia mengingatkan agar masyarakat lebih selektif sebelum membagikan informasi di ruang digital.

Ajakan tersebut menekankan pentingnya tidak mudah percaya maupun menyebarkan berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, serta informasi provokatif yang dapat memicu perpecahan. Kapolda juga menggarisbawahi bahwa konten semacam itu berpotensi menimbulkan keresahan hingga memantik konflik di tengah masyarakat.

Selain itu, Kapolda berharap Masjid Al-Muqorrobin dapat menjadi pusat pembinaan umat. Ia menekankan peran masjid dalam penguatan nilai moral serta pembentukan karakter generasi muda agar terhindar dari pengaruh negatif.

Kehadiran Kapolda bersama jajaran, lanjutnya, juga dimaksudkan untuk mendengar kebutuhan dan masukan dari masyarakat. Ia menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk menerima berbagai keluhan, aspirasi, serta saran secara langsung sebagai bahan evaluasi peningkatan kualitas pelaksanaan tugas kepolisian ke depan.

Pada sesi dialog, jamaah diberi ruang untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi. Terutama, hal-hal yang berkaitan dengan pelayanan kepolisian serta situasi keamanan di lingkungan masing-masing.

Dalam rangka mendekatkan layanan, Kapolda turut mensosialisasikan Call Center Polri 110. Layanan tersebut diharapkan dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan kejadian maupun saat membutuhkan bantuan kepolisian.

Kapolda juga mengimbau agar warga tidak ragu melapor apabila menemukan anggota Polri yang melakukan pelanggaran. Ia menegaskan pentingnya tindakan yang sesuai aturan, sehingga penyampaian informasi dari masyarakat dapat menjadi kontrol bersama demi menjaga kepercayaan publik.

Melalui rangkaian kegiatan Subuh Keliling ini, Kapolda Gorontalo berharap terbangun komunikasi serta kemitraan yang semakin erat antara Polri dan masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, kepedulian, dan nilai-nilai keagamaan yang terus dipelihara, situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Gorontalo diharapkan dapat terwujud.

Lebih jauh, Kapolda menekankan bahwa kehadiran aparat dalam kegiatan keagamaan bertujuan memastikan pesan-pesan penting dapat disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan dekat dengan keseharian masyarakat. Dengan cara itu, diharapkan tumbuh saling pengertian dan kerja sama dalam berbagai upaya menjaga situasi yang tertib.

Dalam dialog bersama jamaah, masukan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi, terutama terkait pelayanan kepolisian dan kondisi keamanan di lingkungan masing-masing. Kapolda juga menegaskan agar warga memanfaatkan Call Center Polri 110 sebagai jalur bantuan bila diperlukan, serta berani menyampaikan laporan bila menemukan tindakan anggota yang tidak sesuai ketentuan.

Pada akhirnya, rangkaian Subuh Keliling diposisikan sebagai penguatan kemitraan yang berangkat dari nilai keagamaan dan semangat gotong royong. Kapolda berharap atmosfer masjid yang menjadi tempat pembinaan dapat terus mendorong ketenangan, memperkuat rasa persaudaraan, dan menjaga agar kehidupan bermasyarakat berjalan aman serta kondusif.