Entertainment

Drummer ZZ Top, Frank Beard, meninggal dunia pada usia 77 tahun

×

Drummer ZZ Top, Frank Beard, meninggal dunia pada usia 77 tahun

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: ZZ Top drummer Frank Beard dies aged 77

jurnalistik.co.id – Drummer ZZ Top, Frank Beard, meninggal dunia pada usia 77 tahun. Pihak band menyampaikan kabar duka tersebut melalui sebuah pernyataan resmi.

Dalam pernyataan yang dimuat di situs ZZ Top, disebutkan Beard wafat pada hari Senin dalam perawatan hospice di ranch miliknya di Richmond, Texas, dengan keluarga berada di sisinya. Penyebab kematian tidak dijelaskan secara rinci oleh band.

Kabar berpulangnya Beard membuat agenda tur band pekan ini harus terdampak. “Kematian Frank Beard mengharuskan pembatalan” jadwal tur ZZ Top di Utah dan Colorado, demikian bunyi pernyataan tersebut.

ZZ Top dibentuk pada 1969, lalu memainkan konser live pertamanya setahun kemudian. Sepanjang kiprahnya, grup ini merilis 15 album studio dan empat album live, termasuk beberapa singel yang dikenal luas seperti “Gimme All Your Lovin’”, “Sleeping Bag”, dan “Viva Las Vegas”.

Personel inti ZZ Top selama bertahun-tahun terdiri dari pendiri sekaligus vokalis Billy Gibbons dan Dusty Hill, bersama Frank Beard sebagai pengisi ritme di drum. Saat Dusty Hill meninggal pada 2021, ZZ Top tetap melanjutkan penampilan dengan Elwood Francis mengambil peran sebagai basis.

Gibbons menyampaikan penghormatan langsung atas kepergian Beard. Ia mengatakan, “Hari ini, Elwood dan saya kehilangan seorang sahabat dan rekan kolaborator yang hebat, dan dunia kehilangan salah satu drummer yang paling alami inovatif serta putra Texas yang begitu tulus,” serta menambahkan bahwa “backbeat” khas Beard menjadi bagian penting untuk menjaga ZZ Top tetap berada di puncak.

ZZ Top, yang masuk ke Rock and Roll Hall of Fame pada 2004, terus melakukan tur di berbagai wilayah, termasuk Amerika Utara, Eropa, dan Amerika Selatan. Setelah Beard wafat, pertunjukan yang telah dijadwalkan tetap tidak bisa dipenuhi sesuai jadwal awal.

Acara yang dibatalkan dijadwalkan berlangsung di Salt Lake City, Utah pada hari Senin, dan di Colorado Springs, Colorado pada hari Rabu. Meski demikian, band menyatakan rencana untuk melanjutkan tur yang sedang berjalan, The Big One! Tour, pada akhir pekan.

Menurut rilis tersebut, ZZ Top akan menggelar dua tanggal di Austin City Limits. Band juga menekankan bahwa Austin City Limits menjadi salah satu venue favorit Beard di “kota yang bagi dirinya seperti rumah kedua”.

Beard dikenal sebagai kekuatan penggerak ritme dalam ZZ Top. Ia bergabung setelah grup merilis singel awal “Salt Lick”, kemudian menghadirkan Hill sebagai basis, seperti yang juga pernah dilaporkan oleh Rolling Stone. Di atas panggung, kemampuan Beard menegaskan ciri khas ZZ Top melalui lagu-lagu seperti “La Grange”, “Tush”, dan “Cheap Sunglasses”.

Ia juga dikenal dengan julukan “The Man With No Beard”, meski nama belakangnya memang Beard. Julukan itu merujuk pada fakta bahwa Beard merupakan satu-satunya anggota formasi Houston yang tidak menampilkan kumis atau janggut panjang yang kemudian menjadi identitas visual band.

Album “Eliminator” pada 1984 memuat sejumlah lagu yang kemudian menjadi penanda era ZZ Top, termasuk “Gimme All Your Lovin’”, “Sharp Dressed Man”, dan “Legs”. Album tersebut terjual lebih dari 10 juta kopi dan meraih sertifikasi diamond dari Recording Industry Association of America pada 1996, sekaligus memperoleh nominasi Grammy.

Pada 1987, ZZ Top kembali mendapatkan nominasi Grammy untuk album “Afterburner”. Tahun 2021, grup ini juga masuk nominasi untuk kategori best music film lewat dokumenter Sam Dunn berjudul “That Little Ol’ Band From Texas”.

Dengan wafatnya Frank Beard, ZZ Top menghadapi jeda di rangkaian pertunjukan yang tengah berlangsung. Meski jadwal di Utah dan Colorado harus dibatalkan, band menyebut akan kembali melanjutkan tur mereka akhir pekan dengan agenda di Austin.