Entertainment

Earl Spencer akan menerbitkan buku kisah Putri Diana dari sudut pandang sang saudara

×

Earl Spencer akan menerbitkan buku kisah Putri Diana dari sudut pandang sang saudara

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Earl Spencer to publish story of sister Princess Diana

jurnalistik.co.id – Earl Spencer akan merilis buku baru yang memotret kisah hidup Putri Diana dari sudut pandang sang saudara. Karya berjudul “Swan Song: Diana, My Sister” dijadwalkan terbit di Inggris pada bulan depan, hampir 30 tahun setelah Diana wafat.

Dalam pengantarnya, Spencer menyampaikan bahwa ia ingin menyampaikan kisah tersebut atas nama Diana dengan nada yang terbuka dan positif. Ia juga menyebut harapannya agar pembaca dapat memahami sosok Diana yang sebenarnya.

“A one-off, dynamic character, full of love, charisma and self-doubt, who gave life a hell of a go, and left the world a far better place, despite exiting the stage while still so young,” kata Spencer. Ia menekankan Diana sebagai figur yang unik, berenergi, penuh kasih, karisma, sekaligus dibayangi keraguan diri.

Diana, yang meninggal dunia pada usia 36 tahun akibat kecelakaan mobil di Paris pada 1997, juga akan memasuki usia 65 tahun pada 1 Juli tahun ini. Pada saat Diana wafat, kedua putranya—Pangeran William dan Pangeran Harry—masing-masing berusia 15 dan 12 tahun.

Spencer menjelaskan bahwa menjelang peringatan 30 tahun kematian Diana, ia kembali dibanjiri permintaan wawancara terkait sang saudari. Menurutnya, situasi tersebut mendorongnya untuk menuliskan pikiran dan ingatannya sendiri, “once and for all,” tanpa harus terus menghadapi ketidaknyamanan membaca opini orang lain.

Ia menilai banyak pandangan yang beredar telah bertahan karena “untruths that have become accepted over time.” Dari itu, Spencer menegaskan tujuan bukunya adalah “to tell the truth about Diana from her brother’s perspective,” sebagaimana ia juga berupaya melakukannya saat memberikan sambutan dalam pemakaman Diana di Westminster Abbey pada September 1997.

Ia berharap buku ini bisa menarik bagi mereka yang “still cherish” ingatan tentang Diana selama ia masih hidup. Spencer juga menyatakan ia akan senang apabila pembaca yang terlalu muda untuk mengingat Diana di masa kejayaannya setelah membaca buku ini merasa “get” siapa Diana sesungguhnya.

Dalam pidatonya saat pemakaman, Spencer menggambarkan Diana sebagai “the very essence of compassion, of duty, of style, of beauty.” Ia menambahkan bahwa “All over the world she was a symbol of selfless humanity… a standard bearer for the rights of the truly downtrodden.”

Spencer juga menggunakan kesempatan itu untuk mengkritik media, menyebut Diana “the most hunted person of the modern age.” Ia menyampaikan komitmen untuk melindungi Pangeran William dan Pangeran Harry agar keduanya tidak mengalami nasib serupa.

Secara detail, buku tersebut diperkirakan akan terbit di Inggris pada 22 September. Rilis tersebut dilakukan oleh Penguin Michael Joseph, sebuah divisi dari Penguin Random House.

Daniel Bunyard, publishing director di Penguin Random House UK, menyampaikan bahwa meski halaman-halaman buku ini memuat banyak hal yang diprediksi menarik perhatian besar, pembaca akan menemukan—untuk pertama kalinya sekaligus untuk selamanya—sebuah penghormatan yang layak bagi sosok Diana yang dicintai.

Spencer menegaskan bahwa ia memilih menulis dengan perspektif saudara, sehingga pembaca tidak hanya disuguhi cerita yang sudah dianggap mapan, tetapi juga melihat Diana melalui sudut pandang yang lebih personal dan langsung. Ia ingin narasi itu terasa utuh dan tidak sekadar menanggapi beragam opini yang terus muncul dari waktu ke waktu.

Selain itu, buku ini juga membawa penegasan dari pihak penerbit: Daniel Bunyard menyebut isinya memuat sejumlah hal yang diperkirakan akan menarik perhatian besar, namun yang paling penting adalah adanya bentuk penghormatan yang dianggap layak dan bersifat “sekali untuk selamanya” bagi Diana yang dicintai. Dengan terbitnya edisi Inggris pada 22 September, publik diharapkan dapat kembali memahami sosoknya secara lebih jernih.