jurnalistik.co.id – Wladimir Klitschko, mantan juara tinju kelas berat, menyampaikan kabar duka yang sangat berat setelah kematian Hayden Panettiere. Ia mengatakan keluarganya tengah menghadapi âprofound shock and griefâ menyusul berpulangnya sang aktris pada usia 36 tahun.
Klitschko menulis bahwa Panettiere âleft this world too soonâ dan menegaskan dampak kepergian itu terhadap kehidupan mereka. Ia juga menyebut Panettiere sebagai sosok âtalentedâ yang ia pandang sebagai bagian penting dari masa hidupnya.
Menurut laporan, Panettiere meninggal di Greenville, South Carolina, pada Minggu. Polisi setempat menyatakan tidak ada âany signs of foul play or suspicious circumstancesâ.
Panettiere disebut telah bergumul selama bertahun-tahun dengan penyalahgunaan zat. Rekaman audio dari petugas yang menanggapi kejadian itu menyebut mereka merespons dugaan âcardiac arrestâ dan rincian upaya resusitasi setelah kemungkinan âoverdoseâ.
Pejabat dari Greenville County Coroner’s Office menyatakan tim medis menangani seorang perempuan dalam âcardiac arrestâ. Hasil otopsi menyebut tidak ada âno signs of traumaâ, namun penyebab kematian dinyatakan belum dikonfirmasi.
Tribute Klitschko dan permohonan privasi keluarga
Dalam unggahan yang ia sampaikan, Klitschko menyatakan: âThe announcement of Panettiereâs âtragic death saddens me deeplyâ.â Ia menambahkan, âShe left this world far too soon.â
Klitschko menegaskan Hayden adalah âalthough no longer my partnerâ tetap âan important part of my life and the mother of our daughter, Kaya.â Ia menuturkan: âShe built an incredible career through immense talent, while also facing the darker sides of a very demanding industry.â
Ia melanjutkan dengan pesan reflektif: âNothing will erase the times we shared or the place she had in our lives.â Klitschko juga menyampaikan belasungkawa kepada orang-orang terdekat Panettiere.
Ia menulis, âI extend my deepest condolences to Haydenâs parents, her friends, and her fans, who are also grieving today.â Klitschko juga menyampaikan bahwa âYoung and talented people like Hayden should not leave this world so soon.â
Ia kemudian meminta dukungan yang sekaligus menjaga batas: âI ask everyone to please respect our familyâs feelings and privacy during this incredibly difficult time.â
âFor now, this is all I wish to say,â tulisnya, lalu menambahkan ucapan terima kasih kepada mereka yang turut mengirim belasungkawa. Ia menutup dengan, âRest easy, Hayden. May you find eternal peace.â
Klitschko juga menegaskan perhatian kepada anak mereka: âTo our daughter Kaya, I will always speak of her mother with respect and make sure she remembers the person she was.â
Hubungan keduanya dan kisah setelah kelahiran Kaya
Panettiere bertemu Klitschko saat ia berusia 19 tahun, di sebuah pesta di Los Angeles. Klitschko lebih tua 13 tahun darinya, dan keduanya membangun hubungan setelah pertemuan itu.
Mereka bertemu sekitar 2009, lalu mengumumkan pertunangan pada 2013. Setelah itu, mereka memiliki seorang anak bersama pada tahun berikutnya.
Panettiere dan Klitschko tidak pernah menikah. Namun, Klitschko menyebut bayi mereka tumbuh sebagai bagian hidup yang selalu ia hormati.
Berita Terkait
Setelah kelahiran putri mereka, Panettiere mengalami postpartum depression dan juga disebut mulai minum dalam jumlah besar. Klitschko membantu mendorong perawatan, meski dinamika keluarga berubah ketika putri mereka berusia tiga tahun.
Ketika anak mereka menginjak usia tiga tahun, Klitschko meminta Panettiere untuk menandatangani pengalihan hak asuh. Panettiere kemudian menuliskan pengalaman itu dalam autobiografinya yang terbit lebih awal tahun ini.
Dalam autobiografinya, ia menulis: âNot being under the same roof with her every day has been the most gut-wrenching experience of my life, and it’s hard to describe the layers of emotion, including sadness, resentment, and anger I felt because of it…â
Ia menambahkan, âI grieve that Iâm not the mother I thought Iâd be, and definitely not the mother I want to be.â Panettiere kemudian berkata, âTrust me, no one should ever have to raise a child on FaceTime.â
Meski begitu, ia menyatakan tetap terlibat dalam kehidupan sang anak. Ia menegaskan bahwa âdespite it all, the bond I have with Kaya is incredibly strongâ.
Ucapan duka dari rekan kerja dan kenangan karier
Kabar meninggal Panettiere menyebar pada Senin, dan banyak rekan serta pengikut menyampaikan duka. Connie Britton, rekan duet Panettiere di serial drama musikal Nashville, mengunggah foto mereka bersama di panggung.
Dalam caption, Britton menulis: âThis was Hayden. Bursting with brilliance, shining so bright,â lalu menambahkan, âI have no words for this sad song. Just heartbreak,â dan âI love you girl. Sleep easy now.â
Masi Oka, yang pernah tampil bersama Panettiere dalam serial Heroes, menyatakan ia âabsolutely heartbrokenâ. Ia menulis bahwa ia memiliki hak istimewa bekerja dekat dengan Panettiere dan akan selalu mengingatnya untuk âher beautiful spirit, immense talent, and the joyful energy she brought to everything she did and the people around herâ.
Ia menambahkan, âShe was way wiser beyond her years and now gone too soon… My heart goes out to her family and everyone who loved her. Rest in peace, Hayden.â
Sebelum peran besar di Heroes dan Nashville, Panettiere dikenal sebagai bintang cilik. Ia membintangi sejumlah film seperti Remember the Titans dan Raising Helen.
Beth Chamberlin, yang memerankan ibunya di serial sinetron Amerika Guiding Light selama tiga tahun, menggambarkan Panettiere sebagai âthe most brilliant child actor Iâve ever seenâ. Ia menyoroti kemampuan Panettiere mengingat naskah â20+ pages of dialogueâ dari hari ke hari.
Chamberlin menambahkan bahwa bahkan ketika sutradara keluar di sela latihan dan pemotongan adegan dilakukan besar-besaran, Panettiere ânever once forgot a line or missed her blocking.â Ia menulis, âThe adults would, but not Hayden.â
Ia juga mengatakan, âI felt blessed to work with her. And always perfect in her playing of the scene.â
Penampilan layar lebar Panettiere terakhir datang lebih awal tahun ini lewat film Sleepwalker. Justin Chatwin, lawan mainnya, menceritakan bahwa Panettiere âstrugglingâ saat produksi thriller itu pada awal 2025.
Chatwin menuturkan kepada People: âHayden seemed different when I met her this time than when I met her in the early years.â Ia berkata ia âhad been sober for 15 years,â sehingga ia memahami dunia kecanduan, termasuk bahwa Hollywood âtakes, and it takes from youth.â
Ia menambahkan, âI could tell she was struggling, and I was like, ‘I don’t think it’s this movie’.â Chatwin juga menyebut: âThere’s a handful of women that I’ve worked with that I really liked, and I really loved working with her, but I also know that she was really lonely.â












