jurnalistik.co.id – Tradisi busana kilt di Skotlandia kembali mengemuka sebagai pertanyaan besar menjelang musim panas keluarga kerajaan Inggris, setelah kebiasaan itu melekat selama sekitar 170 tahun.
Di tengah agenda berkumpul di Balmoral, muncul pula anggapan bahwa Pangeran William kelak dapat mengubah kebiasaan memakai kilt ketika memegang takhta.
Jika benar terjadi, perubahan tersebut akan terlihat kontras mengingat selama ini kilt menjadi bagian dari identitas kerajaan di wilayah tersebut.
Balmoral sebagai jeda, tradisi kilt sebagai penanda identitas
Musim panas selama di Skotlandia dipandang sebagai waktu istirahat yang ditunggu keluarga kerajaan, termasuk kebiasaan berkumpul di perkebunan Balmoral dan kawasan sekitarnya.
Menurut Jennie Bond, mantan koresponden kerajaan BBC, waktu tinggal musim panas selalu menjadi momen utama bagi William, Catherine, serta anggota keluarga lainnya untuk berkumpul dalam suasana pedesaan Skotlandia setelah aktivitas kerja mereka di London dan tempat lain.
“Masa tinggal di musim panas di sana selalu menjadi waktu yang paling utama bagi William, Catherine, dan anggota keluarga lainnya untuk berkumpul dalam kedamaian pedesaan Skotlandia setelah kesibukan dan kebisingan kehidupan kerja mereka di London dan di tempat lain,” ungkap mantan koresponden kerajaan BBC, Jennie Bond, melansir Mirror, Kamis (13/8/2026).
Bond menyoroti bahwa liburan itu memberi ruang bagi keluarga kerajaan menjalani kegiatan luar ruang sambil menjauh sejenak dari sorotan publik.
Dalam praktiknya, banyak anggota kerajaan kemudian diundang untuk bersantai di perkebunan Aberdeenshire, sebelum tugas resmi kembali padat pada September.
Namun, di balik rutinitas liburan tersebut, ada budaya lain yang ikut menyertai kebiasaan mereka berada di Skotlandia, yaitu pilihan busana tradisional seperti kilt.
Kesetiaan Raja Charles pada kilt bermotif tartan
Selama bertahun-tahun, Raja Charles terlihat mengenakan kilt dengan berbagai motif tartan saat menghadiri rangkaian acara resmi di Skotlandia.
Beberapa waktu terakhir, Charles terlihat bercengkerama dengan warga setempat di Dingwall dalam balutan kilt tradisional berpola tartan warna hijau, biru, dan merah, lengkap dengan tas kecil bernama sporran.
Berita Terkait
Sebelumnya, ia juga mengawasi acara Mey Highland Games di Caithness sambil mengenakan kilt tartan Balmoral.
Walau tidak ada kewajiban resmi untuk memakai kilt selama berada di Skotlandia, kebiasaan itu dipahami sebagai tradisi yang memang sengaja dilestarikan.
Pada generasi terdahulu, keluarga kerajaan juga tercatat dekat dengan pakaian tersebut, termasuk Pangeran Philip.
Dalam sejarahnya, kerajaan bahkan memiliki motif tartan khas bernama tartan Balmoral, yang dikaitkan sebagai desain ciptaan Pangeran Albert pada tahun 1857.
Pangeran William: jarang terlihat memakai kilt sejak kecil
Berbeda dengan sang ayah, situasi yang kini dihadapi Pangeran William justru terlihat lain.
Pemberitaan menyebut William tidak pernah lagi terlihat mengenakan kilt dalam tugas publiknya.
Catatan terakhir ketika ia tertangkap kamera memakai pakaian khas Skotlandia terjadi saat ia masih anak-anak, tepatnya dalam potret resmi keluarga saat berfoto bersama Pangeran Harry.
Pangeran William menyandang gelar Duke of Rothesay dan Lord of the Isles, tetapi hingga kini belum ada tanggapan yang menjelaskan sikapnya terhadap kilt.
Keengganan yang tampak dalam penampilan publik itu kemudian memunculkan pertanyaan: apakah ia akan mengakhiri tradisi fesyen tersebut ketika suatu hari memimpin.
Kalau kebiasaan Raja Charles yang setia pada kilt terus dijaga, perubahan pada William akan menjadi pembeda yang jelas, mengingat kilt tidak sekadar soal busana.
Di Skotlandia, kilt telah lama menjadi simbol identitas yang terhubung dengan citra kerajaan, termasuk melalui tartan Balmoral.
Karena itu, pertanyaan tentang masa depan tradisi kilt—apakah akan dipertahankan atau ditinggalkan—terus menarik perhatian ketika generasi di lingkungan kerajaan berganti.
Namun, tanpa pernyataan resmi, yang bisa dicermati baru pola penampilan William saat menjalankan tugas publik. Sampai ia memberikan klarifikasi, kelanjutan tradisi kilt tetap menjadi kemungkinan yang belum pasti.












