jurnalistik.co.id – Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo memperkuat sinergi pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan, serta peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika (P4GN). Penguatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara Gubernur Gusnar Ismail dan Kepala BNNP Brigjen Pol. Sri Bardiyati.
Penandatanganan berlangsung di Ruang Dulohupa, Kantor Gubernuran Gorontalo, pada Selasa (18/8/2026). Nota kesepakatan menjadi bentuk penguatan kerja sama antara pemerintah daerah dan BNNP dalam menjalankan P4GN melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor.
Gubernur Gusnar Ismail menegaskan, nota kesepakatan itu harus segera ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama yang konkret antara BNNP dan organisasi perangkat daerah (OPD). Menurutnya, langkah berikutnya perlu diterjemahkan menjadi rencana kerja yang jelas agar pelaksanaan P4GN tidak berhenti pada agenda seremonial.
Gusnar juga meminta sejumlah OPD menyusun langkah sesuai bidang masing-masing. Di antaranya, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Diskominfotik, serta Dinas Pemuda dan Olahraga diminta menyiapkan program yang terukur dalam mendukung pencegahan narkoba.
Dalam kesempatan tersebut, Gusnar menekankan pentingnya materi program yang memiliki ukuran dan target yang dapat dipantau. Ia mencontohkan pendekatan yang harus nyata di lapangan, dengan menyebut program sosialisasi kepada nelayan.
“Saya minta materinya terukur misalnya nelayan, berikan sosialisasi kepada 1000 nelayan. Taruh 1000 jangan mengambang lagi. Ini nelayan di Gorontalo 1000 yang disosialisasi 50 orang,” tegas Gusnar.
Lebih lanjut, Gusnar menyampaikan bahwa upaya pencegahan juga perlu menyasar kelompok yang dinilai rentan terhadap penyalahgunaan narkotika. Kelompok tersebut meliputi nelayan, penambang, dan pengemudi, sehingga program tidak hanya menyasar satu jenis sasaran.
Gusnar menilai, setiap kegiatan harus memiliki target yang jelas dan dapat diukur sehingga hasilnya bisa dipertanggungjawabkan. Ia mengingatkan agar pencegahan tidak berhenti pada pemenuhan administrasi pemerintahan semata.
Berita Terkait
Sementara itu, Kepala BNNP Brigjen Pol. Sri Bardiyati menyampaikan gambaran penanganan pengguna narkotika di Gorontalo. Menurut Sri, pengguna yang saat ini banyak ditangani berasal dari kalangan penambang, nelayan, dan pengemudi, sedangkan pengguna dari kalangan pelajar dan mahasiswa relatif jarang ditemukan.
Data tersebut menjadi perhatian bersama agar pencegahan dapat diarahkan secara tepat. Sri menegaskan perlunya perhatian pada edukasi, termasuk melalui upaya yang dimulai sejak usia dini.
“Terkait dengan penatangan Nota kesepakatan ini, yang dilaksanakan hari ini tentunya karena bentuk nyata dari sebuah komitmen yang selama ini terus kami dorong yaitu membangun P4GN melalui Pendekatan kolaborasi dan lintas Sektor,” ungkap Sri.
Brigjen Pol. Sri Bardiyati berharap nota kesepakatan yang telah ditandatangani dapat diwujudkan dalam rencana kerja yang bisa diimplementasikan oleh seluruh OPD. Dengan demikian, pelaksanaan P4GN diharapkan berjalan seragam dan saling melengkapi sesuai peran masing-masing pihak.
BNNP Gorontalo, kata Sri, juga menyatakan kesiapan untuk mendukung kegiatan sosialisasi dan edukasi P4GN. Dukungan tersebut diarahkan tidak hanya di lingkungan pemerintahan, tetapi juga menjangkau masyarakat sebagai penerima manfaat utama program pencegahan.
Melalui penandatanganan nota kesepakatan ini, kerja sama Pemprov Gorontalo dan BNNP Gorontalo diharapkan semakin solid dalam mencegah penyalahgunaan narkotika. Penegasan terkait target terukur, sasaran prioritas, serta kolaborasi lintas sektor menjadi landasan yang ingin dibawa ke tahap perencanaan dan pelaksanaan program P4GN berikutnya.
Nota kesepakatan tersebut juga menegaskan perlunya kesinambungan kerja antarbadan sejak tahap perencanaan. Setelah penandatanganan, setiap OPD diharapkan menyiapkan langkah sesuai kewenangan, sekaligus memastikan komunikasi antarpihak berjalan agar program pencegahan tidak berdiri sendiri dan saling menguatkan.
Dalam pelaksanaannya, pihak terkait diarahkan agar menggunakan ukuran keberhasilan yang jelas, mulai dari penentuan sasaran hingga pelibatan kelompok rentan yang selama ini banyak ditemui. Dengan penekanan pada edukasi yang dimulai sejak usia dini, kegiatan pencegahan diharapkan memberi dampak nyata sekaligus bisa dipantau untuk evaluasi lanjutan.
BNNP Gorontalo menempatkan dukungan pada upaya sosialisasi dan edukasi sebagai bagian dari komitmen kolaboratif lintas sektor. Dukungan itu diharapkan hadir tidak hanya dalam lingkup administrasi, melainkan juga pada praktik di lapangan, sehingga rencana kerja yang disusun seluruh OPD dapat diimplementasikan secara seragam sesuai peran masing-masing.












