jurnalistik.co.id – Penanggung jawab Glastonbury, Emily Eavis, membantah kabar bahwa Madonna akan tampil sebagai headliner pada Glastonbury 2027. Pernyataan itu disampaikan ketika ia ditanya soal susunan lineup tahun depan dan beredarnya spekulasi di media.
Dalam obrolannya dengan BBC Radio 4 program PM, Eavis menegaskan penolakan tersebut dengan kalimat yang tidak memberi ruang untuk tafsir. Ia berkata, “No, it’s definitely not Madonna, I’ll tell you that.”
Menurut Eavis, festival sebenarnya sudah mengunci sejumlah nama headliner untuk musim panas berikutnya. Ia menambahkan, “But we have got three [other] headliners and we’re very excited about it – it’s all coming together really well,”.
Ketika pembahasan bergeser ke kemungkinan penampilan Taylor Swift, Eavis memilih tidak memperpanjang diskusi mengenai daftar artis. Ia menjawab dengan tawa dan menyatakan tidak ingin membahas lineup lebih lanjut.
Rumor beredar setelah isyarat Madonna di acara TV
Eavis juga mengaitkan munculnya “rumor mill” dengan isyarat yang diberikan Madonna pada bulan Juni. Cerita itu bermula ketika Madonna menyinggung rencana besar di Inggris pada musim panas berikutnya dalam wawancara dengan Graham Norton.
Dalam kesempatan terpisah, Eavis menggarisbawahi bahwa sebagian besar pemberitaan yang mengaitkan Glastonbury dengan nama-nama besar tidak berdasar. Ia menyebut, “Pretty much 95% of the stories [about Glastonbury] you read are not true, and rumours are pretty much always wrong.”
Namun, nada pernyataannya tetap berisi kepastian bahwa festival memiliki agenda sendiri yang sedang berjalan. Ia menekankan, “But the good news is that we’ve got our headliners and we’re cracking on, and we just can’t wait to get back.”
Madonna sendiri diketahui belum pernah tampil di Glastonbury, sehingga rumor tentang debutnya memang cepat menarik perhatian. Meski demikian, Eavis menempatkan bantahan sebagai respons langsung terhadap spekulasi yang beredar.
Klaim lain soal potensi jadwal Madonna di London
Di luar Glastonbury, sejumlah laporan lain juga ikut memanaskan percakapan publik. Mengacu pada pemberitaan The Sun, Madonna disebut berpotensi menjadi bagian dari rencana manggung tiga malam di Hyde Park, London.
Berita Terkait
Meski begitu, klaim tersebut dalam teks yang sama dinyatakan tetap belum bisa dipastikan. Dengan kata lain, publik baru memiliki rumor, sedangkan rincian final masih menunggu konfirmasi.
Madonna juga belakangan tampil dalam sejumlah agenda besar, termasuk momen saat ia berjalan keluar bersama Ronaldo dan Ronaldinho untuk tampil pada gelaran paruh waktu di final Piala Dunia Putra FIFA yang baru-baru ini berlangsung.
Glasgow? Bukan—arah pembahasan Eavis ke pendidikan musik
Selain membahas lineup Glastonbury, Eavis hadir dalam program PM untuk menyinggung isu pendanaan seni. Ia memaparkan harapannya agar Perdana Menteri Andy Burnham memberi dukungan terhadap pendidikan musik di sekolah.
Ia juga menaruh perhatian pada kondisi venue musik berukuran lebih kecil yang ia sebut “crumbling”, karena banyak headliner Glastonbury justru memulai karier dari tempat-tempat seperti itu.
Dalam wawancara tersebut, Eavis mengatakan, “I’m really hoping that Andy Burnham gets right behind the arts.” Ia menambahkan bahwa Inggris adalah bangsa pembuat, pencipta, dan mereka yang memiliki visi untuk menggerakkan perubahan.
Ia melanjutkan dengan penekanan yang senada, “And I really am hoping that he will recognise the arts and music as being a huge asset to Britain. It’s what we do so so well. It’s what we do best, it is what we are.”
Sementara itu, pihak Kementerian untuk Kebudayaan, Media, dan Olahraga (Department for Culture, Media and Sport) menyatakan sikapnya kepada BBC. Juru bicara departemen tersebut menyebut, mereka “under no illusions about the financial issues facing the culture sector” serta berkomitmen “to supporting them during this difficult time”.
Festival kembali pada Juni 2027 dan tiket dijadwalkan November
Tahun lalu, Glastonbury dipimpin oleh The 1975, Neil Young, dan Olivia Rodrigo. Untuk slot “legends”, Sir Rod Stewart tampil memimpin bagian yang berbeda dari rangkaian utama.
Festival sempat diberi jeda pada musim panas ini, dan rencananya akan kembali pada Juni 2027. Eavis juga mengingatkan bahwa tiket diperkirakan mulai dijual pada November, sesuai jadwal yang sudah disiapkan panitia.
Dengan bantahan yang tegas mengenai Madonna, pesan yang ingin disampaikan Eavis adalah bahwa proses penentuan headliner sudah berlangsung, sementara rumor kerap tertinggal oleh waktu. Ia menyatakan festival tengah “cracking on” dengan rencana-rencananya, sambil menunggu momen “get back” setelah jeda tahun ini.












