jurnalistik.co.id – Red Bull memastikan Isack Hadjar akan tetap membela tim itu sebagai rekan Max Verstappen hingga musim 2027. Keputusan ini diumumkan setelah Hadjar melewatkan tiga balapan terakhir karena cedera patah tulang pergelangan tangan.
Dengan kontrak yang berlanjut, pembalap berusia 21 tahun itu kembali ke agenda balap akhir pekan ini, saat Azerbaijan Grand Prix berlangsung. Ia sebelumnya absen setelah mengalami patah pergelangan tangan, cedera yang diderita ketika berlatih melalui olahraga tinju sebagai bagian dari program latihannya.
Hadjar sendiri dipromosikan ke skuad utama Red Bull pada musim ini, setelah menjalani musim rookie bersama Racing Bulls. Di fase awal kariernya bersama tim senior, ia tampil makin dekat dengan Verstappen dari sisi kecepatan dibandingkan rekan setim lain yang pernah berada di posisi tersebut sejak Daniel Ricciardo pada 2018.
Musim ini, hasil terbaik Hadjar tercatat ketika ia finis ketiga pada Monaco Grand Prix. Langkah itu memperlihatkan kemampuannya bersaing di level yang sama dengan para pembalap top, terutama saat menghadapi dinamika balapan yang menuntut konsistensi.
“An easy decision” untuk perpanjangan
Laurent Mekies, selaku prinsipal tim, menyebut keputusan mempertahankan Hadjar sebagai langkah yang mudah. Pernyataan itu ia sampaikan dengan kalimat: “an easy decision”.
Menurut Mekies, alasan utama perpanjangan tidak hanya dilihat dari performa di lintasan, tetapi juga cara Hadjar menjalani tanggung jawab sebagai anggota tim. Ia mengatakan: “Since joining us at the start of the year, Isack has been superb on and off track, especially considering this is only his second F1 season.”
Mekies juga menilai Hadjar mampu beradaptasi ketika melompat ke level yang lebih tinggi sejak debutnya. Ia menambahkan: “You could see from his first weekend in Melbourne that he handled the step up with remarkable composure and had earned his place in this seat.”
Ketika menyentuh periode setelah cedera, Mekies menegaskan bahwa kondisi yang dialami Hadjar menjadi tantangan tersendiri. Namun, ia melihat perpanjangan kontrak sebagai bentuk keyakinan tim: “The period since his injury has been a difficult one for Isack, but this extension shows how much we believe in him.”
Hadjar kembali, usai jeda karena patah pergelangan
Berita Terkait
Hadjar menegaskan pemahamannya terhadap besarnya organisasi yang ia masuki delapan bulan lalu. Ia menyatakan: “I came to this team eight months ago and immediately understood the scale and ambition of this organisation.”
Dalam penuturannya, pembalap asal Prancis itu juga menggambarkan suasana di pabrik serta kebanggaan bisa bekerja dan mengendarai mobil bersama pembalap kelas dunia. Ia berkata: “There are so many talented people at the factory, and you’re aware of the privilege of driving for such an incredible team alongside a four-time world champion like Max.”
Ia menambahkan bahwa fokusnya tetap pada proses belajar dan peningkatan setiap hari. “I’m constantly looking to listen, learn and push myself further every single day, which only makes me more excited about what lies ahead.”
Secara situasi kompetitif, jeda akibat patah tulang pergelangan tangan membuat Hadjar harus melewatkan tiga balapan. Kini, kesempatan kembali tampil di Azerbaijan Grand Prix membuka fase lanjutan untuk membuktikan performanya setelah pemulihan.
Catatan kecepatan di paruh musim
Di sepanjang paruh pertama musim ini, Hadjar tercatat berada 0.239 detik lebih lambat dari Verstappen pada rata-rata performa kualifikasi. Meski selisih itu terdengar tipis, angka tersebut juga menunjukkan tingkat kompetitif yang terus dikejar Hadjar untuk memperkecil jarak.
Yang menarik, Hadjar juga berhasil mengungguli Verstappen pada kualifikasi sebanyak tiga kali. Catatan itu terjadi di Australia, Jepang, dan Britain, sebuah rangkaian hasil yang menegaskan bahwa ia mampu memaksimalkan performa pada sesi yang menentukan grid.
Beberapa konteks di belakang selisih performa juga turut dijelaskan. Di Silverstone, Verstappen menghadapi masalah tenaga mesin yang membuat performanya turun. Sementara itu, di Australia, Verstappen mengalami kecelakaan pada awal kualifikasi.
Selain itu, Red Bull juga menciptakan kesinambungan jangka panjang melalui kontrak Verstappen. Pada bulan Agustus, Verstappen menandatangani perpanjangan kontrak dua tahun yang kini berlaku hingga akhir 2030. Dengan demikian, keputusan mempertahankan Hadjar hingga 2027 menempatkan tim dalam strategi membangun pasangan pembalap yang stabil untuk beberapa musim ke depan.
Bagi Hadjar sendiri, ekstensi kontrak ini menjadi sinyal bahwa tim melihat potensi besar dan menempatkannya sebagai bagian dari rencana jangka menengah Red Bull. Di saat yang sama, kepulangannya ke balapan setelah cedera memberi ruang untuk kembali membangun konsistensi, baik dari sisi kecepatan maupun kesigapan dalam menghadapi tekanan kompetisi.












