jurnalistik.co.id – Slipknot mengumumkan rencana tur dunia baru, dengan Marilyn Manson ditetapkan tampil sebagai pengisi acara pendukung di sejumlah konser.
Kabar ini mencakup pertunjukan di Wembley Stadium, London, serta beberapa tanggal untuk leg Amerika Selatan.
Grup metal beranggotakan delapan orang itu dikenal tampil dengan kostum bermasker. Pada tur kali ini, mereka akan ditemani oleh musisi rock asal Amerika Serikat, Marilyn Manson, sebagai support act.
Untuk konser di London, line-up juga mencantumkan nama Hatebreed sebagai penampil lain yang turut mengisi rangkaian acara.
Namun, pengumuman tersebut langsung memicu beragam respons dari basis penggemar. Sebagian menyatakan tidak akan menghadiri konser karena tuduhan pelecehan seksual yang pernah mengaitkan Manson.
Marilyn Manson, yang memiliki nama asli Brian Warner, dikatakan “selalu” membantah tuduhan apa pun yang diarahkan kepadanya.
BBC Newsbeat melaporkan bahwa ribuan penggemar memberikan tanggapan atas unggahan Instagram yang menampilkan susunan penampil untuk gig-gig di London. Di tengah sebagian yang menyambut dukungan tersebut, banyak pula yang mengkritik keterlibatan Manson dalam daftar acara.
Kelompok pengkritik menggambarkan kehadirannya sebagai “disappointing” dan menyebut pengumuman itu mengecewakan. Ada juga penggemar yang menyatakan tetap menjadi pendukung Slipknot, tetapi memilih menahan diri untuk membeli tiket sebagai bentuk protes.
Salah satu komentar yang disorot berbunyi: “Would’ve loved to see this but there’s literally nothing you could do to get my cash in Manson’s pockets.”
Penggemar lain juga menyebut pengumuman itu “such a disappointment” dan mengatakan mereka tidak akan menghadiri acara tersebut.
Meski begitu, sebagian penggemar tidak sejalan dengan penolakan tersebut. Ada yang berpendapat bahwa dua nama besar ini memiliki basis penggemar yang saling tumpang tindih.
Menurut mereka, Manson justru merupakan “perfect support act” untuk melengkapi konser Slipknot.
Debat publik seputar Manson tidak terlepas dari serangkaian tuduhan yang pernah muncul. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa ia pernah dituduh melakukan penyalahgunaan oleh aktris Evan Rachel Wood.
Wood, yang berada dalam hubungan selama tiga tahun dengan Manson sejak 2007, mempublikasikan pernyataannya pada 2021. Ia mengklaim bahwa Manson “horrifically abused” dan “manipulated” dirinya.
Berita Terkait
Wood juga menuliskan bahwa ia telah berbicara untuk memperingatkan orang lain tentang “a dangerous man.”
Manson kemudian membantah. Ia dinyatakan menilai klaim-klaim itu sebagai “horrible distortions of reality” dan menyebut hubungan pribadinya “entirely consensual”.
Pada periode yang sama, beberapa perempuan lain juga dikatakan muncul di media sosial dengan pernyataan serupa yang menuduh Manson melakukan pelecehan.
Dalam konteks itu, Wood kemudian tampil dalam serial dokumenter pada 2022 berjudul “Phoenix Rising” yang berfokus pada tuduhan terhadap Manson.
Di sisi lain, Marilyn Manson dilaporkan menggugat Wood dan seorang perempuan lain atas tuduhan defamasi. Ia menyebut pihak-pihak tersebut telah meniru agen FBI serta memalsukan dokumen federal.
Pengadilan disebut telah menolak sebagian dari klaim Manson. Setelah itu, kasusnya berujung pada penyelesaian, di mana Manson menyetujui untuk membayar biaya hukum Wood pada 2024.
Selain jalur perdata, persoalan ini juga pernah menyentuh proses penegakan hukum. Laporan menyebut bahwa pada tahun lalu, jaksa penuntut di Los Angeles menyatakan tidak akan membawa dakwaan pidana terhadap Manson.
Keputusan tersebut disebut diambil setelah penyelidikan selama empat tahun terhadap tuduhan kekerasan dalam rumah tangga dan dugaan pelecehan seksual yang melibatkan beberapa perempuan.
Jaksa distrik dilaporkan mengatakan tuduhan kekerasan dalam rumah tangga masuk “outside of the statute of limitations”, sehingga tidak dapat diproses. Mereka juga menyebut tidak mampu membuktikan tuduhan pelecehan seksual “beyond a reasonable doubt”.
Menjelang konser, BBC Newsbeat dilaporkan telah menghubungi perwakilan Marilyn Manson serta promotor acara, yakni Live Nation UK, untuk meminta tanggapan.
Dengan tur dunia yang sudah diumumkan, jadwal di Wembley dan rangkaian leg Amerika Selatan kini menjadi fokus perhatian, sementara perdebatan tentang pilihan line-up tetap berlanjut di kalangan penggemar.
Di antara dukungan dan penolakan, kabar ini menunjukkan bagaimana keputusan penampil pendukung dapat memengaruhi persepsi publik—terutama ketika kontroversi sebelumnya masih menjadi bahan perdebatan.
Meski sebagian menyatakan kecewa, sebagian lain melihat tumpang tindih penggemar sebagai alasan mengapa Manson bisa menjadi pasangan yang menarik untuk satu panggung bersama Slipknot.
Bagaimanapun, pengumuman tur dunia tersebut membawa dua narasi sekaligus: antusiasme terhadap rangkaian konser dan protes terhadap figur yang dipersoalkan oleh sebagian pendukung.












