Entertainment

Pekerja Grand Theft Auto yang diberhentikan mengaku staf Rockstar dimasukkan ke “daftar pantau”

×

Pekerja Grand Theft Auto yang diberhentikan mengaku staf Rockstar dimasukkan ke “daftar pantau”

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi: Sacked Grand Theft Auto worker claims Rockstar staff placed on 'watch list'

jurnalistik.co.id – Seorang pekerja yang diberhentikan dari perusahaan pembuat Grand Theft Auto mengemukakan bahwa koleganya dimasukkan ke dalam daftar “pemantauan” setelah terlibat aktivitas terkait serikat pekerja.

Dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Ketenagakerjaan, Glasgow, Dayne Oram menyampaikan bahwa Rockstar North “mencermati” sejumlah kecil karyawan yang menjadi anggota serikat setelah sebuah petisi diserahkan ke perusahaan pada musim semi 2023.

Oram, yang mewakili kelompok pekerja dalam proses tersebut, termasuk di antara sejumlah karyawan yang menilai mereka diberhentikan lantaran berupaya melakukan pengorganisasian serikat. Ia menyebut upaya tersebut terkait percobaan untuk mengonsolidasikan karyawan yang terjadi pada bulan Oktober tahun lalu.

Pihak Rockstar, melalui perwakilan hukumnya, membantah tuduhan tersebut. Di persidangan, perusahaan berpendapat bahwa karyawan diberhentikan karena “pelanggaran berat” (gross misconduct) setelah berbagi informasi internal perusahaan secara daring di sebuah forum online.

Menurut gambaran yang disampaikan di ruang sidang, sekitar 34 pekerja diyakini diberhentikan pada tahun lalu, dan 23 di antaranya ikut terlibat dalam persidangan. Mayoritas pekerja yang diberhentikan disebut berasal dari kantor pusat perusahaan di Edinburgh, sementara lainnya bekerja di Kanada.

Oram juga menjelaskan konteks petisi mengenai kerja jarak jauh. Ia menyebut sekitar 150 karyawan menandatangani petisi tersebut, tetapi hanya sekitar 15 sampai 20 orang yang merupakan anggota serikat.

Jaksa dari pihak Rockstar menyoroti bahwa tanda tangan tidak memuat informasi yang secara langsung dapat mengidentifikasi siapa yang tergolong anggota serikat. Namun Oram menyatakan bahwa keterkaitan itu bisa “disimpulkan” oleh pihak yang menerima petisi, berdasarkan siapa yang menyerahkannya.

Di bawah pemeriksaan, Oram menanggapi pertanyaan mengenai jeda waktu yang panjang antara dugaan penyusunan daftar dan keputusan pemecatan. Kuasa hukum Rockstar, Thomas Cordrey, mempertanyakan bagaimana hubungan bisa muncul apabila “daftar nama” sudah diketahui pada Februari 2023, sementara pemecatan terjadi pada Oktober 2025, dengan rentang sekitar dua tahun delapan bulan di antaranya.

Oram menyatakan bahwa keterkaitan itu bukan satu-satunya alasan, tetapi ia menilai pemecatan memiliki hubungan dengan rangkaian aktivitas pengorganisasian serikat lainnya. Ia juga menegaskan bahwa petisi dipakai sebagai dasar penyusunan daftar pemantauan bagi orang-orang yang melakukan “aktivitas” yang menurut perusahaan dianggap tidak pantas.

Persidangan turut membahas peran Oram dalam aktivitas komunitas internal perusahaan. Oram menyebut ia ikut mendirikan server Discord yang digunakan sebagai wadah diskusi bagi sekitar 300 karyawan Rockstar untuk membahas jalannya perusahaan.

Cordrey kemudian membacakan aturan dalam forum tersebut, yang meminta anggota untuk bersikap “profesional dan membangun” dalam setiap diskusi. Namun menurut Cordrey, aturan itu “sering dilanggar” dalam praktiknya.

Oram menanggapi bahwa aturan tersebut lebih tepat dipahami sebagai prinsip panduan, bukan standar yang sepenuhnya kaku. Ia menyebut salah satu komentar yang menyinggung manajer tertentu pernah dihapus karena berkaitan dengan individu.

Dalam sesi yang sama, Cordrey menanyakan apakah Oram menilai sebuah unggahan lain—yang menggambarkan seseorang dengan istilah yang sangat menghina—dapat digolongkan sebagai pelanggaran berat. Oram menjawab bahwa unggahan tersebut merupakan bentuk pelanggaran, tetapi ia membantah bahwa tingkatnya mencapai ambang “gross misconduct”.

Oram juga menyatakan bahwa bila ia harus menata ulang keputusan moderasi, ia kemungkinan akan menjalankannya dengan cara yang berbeda dibandingkan sekarang.

Dalam pernyataan yang disampaikan pada proses terkait, juru bicara perusahaan menegaskan bahwa sikap Rockstar konsisten. Perusahaan menyatakan bahwa individu di Inggris dan Kanada diberhentikan atas dasar pelanggaran berat karena berbagi informasi rahasia perusahaan, bukan karena keanggotaan atau aktivitas serikat pekerja yang dituduhkan.

Orang-orang yang terlibat dalam persidangan tersebut terus melanjutkan proses di hadapan hakim Lucy Wiseman.